Ramadan dan Urgensi ZIS di Tengah Realitas Indonesia: Aceng Syamsul Hadie, S.Sos., MM.Ketua Umum Yayasan Daarurrahman Cigayam Kabupaten Majalengka

Aswinnews.com

Ramadan selalu hadir sebagai bulan spiritual. Namun dalam konteks Indonesia hari ini, ia juga harus dibaca sebagai momentum sosial-ekonomi yang sangat strategis. Ketika daya beli masyarakat melemah, angka kemiskinan dan kemiskinan ekstrem masih menjadi pekerjaan rumah, PHK terjadi di berbagai sektor, serta ketimpangan ekonomi kian terasa, maka zakat, infak, dan sedekah (ZIS) bukan sekadar ibadah ritual—melainkan kebutuhan mendesak bangsa. Di sinilah Ramadan menjadi momentum emas untuk mempersempit kesenjangan antara potensi dan realisasi.

Secara teologis, zakat adalah perintah langsung Allah SWT, ditegaskan dalam Al-Qur’an Surah At-Taubah ayat 103 sebagai instrumen penyucian harta dan jiwa. Namun dalam konteks kebangsaan, zakat adalah instrumen distribusi ekonomi berbasis iman. Ia bekerja bukan karena paksaan negara, tetapi karena kesadaran spiritual. Inilah keunggulan moral yang tidak dimiliki sistem ekonomi sekuler murni.

Hari ini Indonesia menghadapi tekanan ekonomi global, fluktuasi harga pangan, serta meningkatnya beban hidup masyarakat kelas bawah. Dalam kondisi seperti ini, zakat fitrah bukan sekadar kewajiban tahunan menjelang Idul Fitri, tetapi jaring pengaman sosial paling konkret agar kaum dhuafa tetap dapat merayakan hari kemenangan dengan bermartabat. Zakat maal pun demikian: ia dapat menjadi modal produktif bagi UMKM kecil, pedagang kaki lima, hingga petani yang kesulitan akses pembiayaan.

Infak dan sedekah memiliki dimensi yang lebih luas lagi. Memberi makan orang berbuka, membantu korban bencana, membiayai pendidikan anak yatim, membantu pembangunan yayasan dan lembaga Islam hingga mendukung layanan kesehatan umat adalah bentuk nyata solidaritas sosial. Dalam situasi di mana negara memiliki keterbatasan fiskal, partisipasi masyarakat melalui ZIS justru memperkuat ketahanan sosial nasional.

Rasulullah SAW, sebagaimana diriwayatkan oleh , dikenal sebagai pribadi yang paling dermawan, terutama pada bulan Ramadan. Teladan bukan hanya spiritual, tetapi juga sosial. Kedermawanan beliau bukan simbolik, melainkan transformasional—mengubah masyarakat Madinah menjadi komunitas yang saling menopang.

Di Indonesia hari ini, urgensi ZIS juga menyentuh persoalan ketimpangan struktural. Jurang antara kaya dan miskin tidak bisa hanya diatasi dengan pertumbuhan ekonomi makro. Pertumbuhan tanpa distribusi akan melahirkan kecemburuan sosial. ZIS hadir sebagai mekanisme distribusi langsung yang tepat sasaran, dapat disalurkan kepada mustahik, melalui amil zakat seperti (BAZNAS) setempat, maupun yayasan-yayasan Islam yang mengelola ZIS secara profesional, transparan, dan akuntabel.

Ramadan adalah momen pelipatgandaan pahala. Namun jika hanya dipahami sebagai kesempatan individual mengejar pahala, kita akan kehilangan dimensi sosialnya. Justru di tengah tantangan ekonomi nasional, Ramadan harus menjadi bulan kebangkitan solidaritas kolektif. Setiap rupiah zakat yang ditunaikan bukan hanya membersihkan harta, tetapi juga menegakkan keadilan sosial. Setiap infak dan sedekah bukan hanya amal pribadi, melainkan fondasi peradaban.

Karena itu, urgensi ZIS di bulan Ramadan hari ini bukan sekadar kewajiban normatif, tetapi panggilan moral kebangsaan. Indonesia membutuhkan kebangkitan filantropi Islam yang sistematis, produktif, dan berdampak jangka panjang. Ramadan memberi kita kesempatan itu. Tinggal apakah umat Islam memaknainya sebagai rutinitas tahunan, atau sebagai gerakan sosial yang mampu mengubah wajah kemiskinan menjadi martabat.[]

Sumber: ASH
Editor: Tim Redaksi Aswinnews.com

Kartolo

Recent Posts

Gerak Cepat Polsek Tanjung Pura Gagalkan Dugaan Peredaran Sabu, Berbagai Barang Bukti Berhasil Diamankan

Langkat – AswinNews.com — Polsek Tanjung Pura jajaran Polres Langkat kembali menunjukkan komitmennya dalam memberantas…

4 jam ago

Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bengkulu: Saya Bangga dan Mencintai Keluarga Besar PDI Perjuangan

Bengkulu – AswinNews.com — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota Bengkulu menggelar Musyawarah Anak…

5 jam ago

Cegah Konflik Berdimensi Agama, Kepala KUA Salapian Dorong Pembentukan Tim EWS di Kabupaten Langkat

LANGKAT – AswinNews.com — Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial Kabupaten Langkat menggelar Rapat Koordinasi (Rakor)…

7 jam ago

Bupati Warsubi di HKG PKK ke-54: Keluarga Kuat Jadi Fondasi Utama Pembangunan Jombang

JOMBANGKAB – AswinNews.com — Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) ke-54…

7 jam ago

Ketua Dewan Pembina Pusat ASWIN Desak Prabowo Subianto Selamatkan Jurnalis Tertangkap Israel

TIMUR TENGAH -aswinnews.com- Kasus penangkapan dua jurnalis Indonesia dalam misi kemanusiaan menuju Gaza memang menjadi…

11 jam ago

Chair of ASWIN Central Advisory Board Urges Prabowo Subianto to Rescue Journalists Detained by Israel

MIDDLE EAST -aswinnews.com- The arrest of two Indonesian journalists on a humanitarian mission to Gaza…

11 jam ago