Categories: Peristiwa / Tragedi

HUT ke-33 Digugat Mahasiswa: Isu Sampah, Banjir, hingga Transparansi Anggaran Disorot, Buka Ruang Dialog

TANGERANG, aswinnews.com – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-33 , Sabtu (28/2/2026), tak sepenuhnya diwarnai kemeriahan. Di balik seremoni, gelombang kritik datang dari mahasiswa yang turun ke jalan menuntut evaluasi nyata atas satu tahun kepemimpinan kepala daerah.

Dua organisasi mahasiswa, yakni Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) Cabang Tangerang dan Sentral Mahasiswa Tangerang (SEMATA), menggelar aksi di depan Gedung Pusat Pemerintahan Kota Tangerang sejak pukul 15.00 WIB. Aksi dilakukan bergelombang dengan tuntutan yang menyoroti persoalan lingkungan, infrastruktur, dan tata kelola anggaran.

Krisis Lingkungan Dinilai Berulang

Koordinator aksi SEMMI, Aditya Nugraha, menilai persoalan sampah dan banjir di masih menjadi siklus tahunan tanpa solusi komprehensif. Penumpukan sampah di sejumlah titik, pembakaran terbuka yang masih terjadi, hingga dugaan kebocoran air lindi di TPA Rawa Kucing disebut sebagai indikasi lemahnya pengawasan dan manajemen lingkungan.

Baca Juga Kapolres Pidie Bersama Bhayangkari Bagi-Bagi Takjil Kepada Masyarakat Jelang Buka Puasa

“Setiap tahun masalahnya sama. Sampah menumpuk, pembakaran liar terjadi, banjir datang lagi. Artinya ada yang tidak beres dalam tata kelola,” tegasnya dalam orasi.

Mahasiswa juga menyoroti banjir yang dinilai bukan semata akibat curah hujan, melainkan persoalan sistem drainase yang sempit, alih fungsi lahan, serta minimnya mitigasi berbasis kajian RTRW. Selain itu, SEMMI mempertanyakan keseriusan pemerintah dalam memenuhi target ruang terbuka hijau (RTH) minimal 30 persen sebagaimana amanat regulasi.

Isu inklusivitas turut diangkat. Fasilitas ramah disabilitas di trotoar, gedung pelayanan, dan transportasi publik dinilai belum merata dan belum sepenuhnya memenuhi standar aksesibilitas.

Infrastruktur dan PJU Jadi Sorotan

Sementara itu, SEMATA mengangkat tajuk “Rakyat Menagih Bukti, Bukan Seremoni.” Koordinator aksi, Holid, menyebut usia 33 tahun seharusnya mencerminkan kematangan tata kelola kota, bukan sekadar perayaan simbolik.

Kerusakan jalan di sejumlah titik, kabel utilitas yang semrawut, serta lampu penerangan jalan (PJU) yang mati berhari-hari tanpa perbaikan menjadi catatan serius. Kondisi tersebut dinilai berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan dan menurunkan kualitas pelayanan publik.

Baca Juga Seorang Remaja Tewas Tenggelam Di Sungai Sei Bekulap Langkat

“Modernitas kota tidak diukur dari panggung seremoni, tapi dari jalan yang mulus, lampu yang menyala, dan lingkungan yang bersih,” ujarnya.

Mahasiswa mendesak evaluasi terbuka terhadap kinerja dinas teknis, transparansi penggunaan anggaran, serta penetapan target penyelesaian yang jelas dan terukur.

Maryono Hasan Buka Dialog

Di tengah aksi, Wakil Wali Kota Tangerang, , menerima perwakilan mahasiswa di Lobi Al-Firdaus, Gedung Pusat Pemerintahan Kota Tangerang. Pertemuan berlangsung dalam suasana dialogis.

Maryono menyatakan pemerintah tidak alergi terhadap kritik dan menganggap aksi mahasiswa sebagai bagian dari kontrol sosial dalam sistem demokrasi.

“Masukan dari mahasiswa adalah energi korektif. Pemerintah terbuka dan siap dievaluasi. Komitmen kami jelas, tata kelola harus transparan dan pelayanan publik terus ditingkatkan,” ujarnya.

Ia juga menegaskan akses informasi program dan anggaran dapat diakses melalui kanal resmi pemerintah sebagai bentuk akuntabilitas.

Baba Juga Isa Alima Sampaikan Selamat, Yakin Dr. Munawar Mampu Jaga Harmoni Sosial-Politik Aceh sebagai Kepala Kesbangpol

Ujian Komitmen di Usia ke-33

Aksi mahasiswa pada HUT ke-33 menjadi penanda bahwa publik menginginkan capaian konkret, bukan sekadar slogan “melayani tiada henti.” Isu lingkungan, banjir, infrastruktur, hingga transparansi anggaran kini menjadi ujian komitmen pemerintah kota.

Momentum hari jadi ke-33 seharusnya menjadi refleksi mendalam bagi Pemerintah : apakah pembangunan telah menyentuh kebutuhan dasar warga, atau masih terjebak dalam rutinitas administratif dan seremoni tahunan.

Publik kini menunggu, bukan janji, melainkan langkah nyata yang terukur dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Penulis: Isan | Redaksi Aswinnews – Tajam, Berimbang, dan Ter-Update

Kartolo

Recent Posts

KONFLIK IRAN–AS KEMBALI MEMANAS: Ujian Baru Bagi Stabilitas Timur Tengah Dan Dunia

Oleh: Bahrudin El-ShiraazAktivis Intelektual, Pegiat Kajian Keislaman Kontemporer dan Isu Geopolitik Timur Tengah Aswinnews.comTimur Tengah…

15 jam ago

Polresta Bengkulu Dan ATR/BPN Turun ke Lokasi, Dugaan Penyerobotan Tanah Ahli Waris Mulai Didalami

BENGKULU, Aswinnews.com – Penyidik Polresta Bengkulu bersama tim dari ATR/BPN Kota Bengkulu melakukan pengecekan langsung…

15 jam ago

Water Meter PDAM Di Balai Wartawan Indramayu Hilang, Penyebabnya Masih Menunggu Kepastian

INDRAMAYU, Aswinnews.com – Alat pengukur pemakaian air (water meter) milik sambungan Perumdam Tirta Darma Ayu…

15 jam ago

Polres Indramayu Bersama Bulog Gelar Gerakan Pangan Murah, Semarakkan HUT Bhayangkara ke-80

INDRAMAYU – AswinNews.comDalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80, Polres Indramayu bekerja sama…

21 jam ago

Aceng Syamsul Hadie Desak Pemerintah Usut Tuntas 5 Kematian Calon Manajer Kopdes: Jangan Biarkan Nyawa Rakyat Menjadi Statistik Program

JAKARTA - Kematian lima calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) selama mengikuti Latihan Dasar…

22 jam ago

Sertijab dan Lepas Sambut Dandim 0611/Garut Berlangsung Khidmat

AswinNews.com | Garut – Kodim 0611/Garut menggelar Serah Terima Jabatan (Sertijab) dan Lepas Sambut Komandan…

1 hari ago