Oplus_16908288
Banda Aceh – AswinNews.com, 13 Februari 2026 — Bantuan Meugang dari Presiden untuk masyarakat terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Aceh dan 19 kabupaten/kota lainnya di Banda Aceh dikabarkan telah masuk ke daerah. Namun hingga kini, sapi belum juga dibeli karena masih menunggu petunjuk teknis (juknis).
Waktu terus berjalan. Meugang semakin dekat, sementara masyarakat terdampak bencana tidak bisa menunggu birokrasi yang dinilai terlalu kaku.
Drs. Isa Aima, Pemerhati Sosial dan Kebijakan Publik Aceh, pada 13 Februari 2026 menyampaikan pandangan tegas: administrasi jangan sampai menghambat rasa kemanusiaan.
“Dalam situasi seperti ini, administrasi tidak perlu kaku dan berbelit. Momentum Meugang bukan sekadar tradisi, tapi simbol kepedulian dan kebersamaan. Jangan sampai niat baik negara terhambat karena teknis yang terlalu panjang,” ujarnya.
Menurut Isa Aima, solusi paling rasional adalah langsung mendistribusikan anggaran ke desa-desa terdampak, masing-masing sebesar Rp50 juta sesuai kalkulasi yang telah ada. Dana tersebut kemudian dikelola oleh kepala desa (keuchik) bersama perangkat dan tokoh-tokoh gampong untuk membeli hewan ternak di wilayah masing-masing.
Baca Juga Visinema Studios Persembahkan Na Willa, Film Keluarga Berlatar Era Anak 60-an Tayang Lebaran 2026
“Serahkan saja langsung kepada keuchik. Biarkan perangkat desa dan orang-orang tua di gampong yang bertanggung jawab kepada warganya. Mereka lebih tahu siapa yang terdampak dan bagaimana pembagiannya agar adil,” tegasnya.
Pendekatan ini dinilai tidak hanya mempercepat realisasi bantuan, tetapi juga menggerakkan ekonomi lokal. Hewan ternak dapat dibeli dari peternak setempat sehingga dana tetap berputar di desa dan manfaatnya lebih luas.
Di Aceh, Meugang bukan sekadar menyembelih sapi. Tradisi ini merupakan ruang berbagi dan simbol solidaritas sosial, terutama menjelang Ramadan dan hari besar Islam. Bagi korban bencana, momen ini menjadi penguat semangat bahwa mereka tidak sendiri menghadapi musibah.
Baca Juga Bagas Pamenang Nilai Pelayanan PTSP PN Rembang Tidak Sesuai SOP
Isa Aima mengingatkan bahwa kebijakan yang baik harus berpihak pada rasa keadilan dan ketepatan waktu.
“Kalau dana sudah ada, jangan biarkan rakyat hanya mendengar kabar tanpa merasakan manfaat. Negara harus hadir bukan hanya dalam pengumuman, tapi dalam daging yang benar-benar sampai ke meja makan masyarakat terdampak,” tutupnya.
Kini yang dibutuhkan adalah keberanian mengambil keputusan cepat dan tepat. Karena dalam urusan kemanusiaan, waktu adalah segalanya. Berikan otonomi kepada perangkat dan para geusyik di daerah terdampak bencana, agar bantuan benar-benar hadir tepat waktu dan tepat sasaran.
Penulis Drs M Isa Alima l Redaksi Aswinnews-Tajam Berimbang danTer-Upadate
Oleh:Prof. Dr. TM. Jamil, M.Si(Pengamat Politik dan Akademisi USK/Ketua Dewan Penasehat ASWIN DPD Provinsi Aceh)…
Salapian (Langkat),Aswinnews.com Peduli sesama merupakan wujud nyata dari empati, kepekaan sosial, dan kasih sayang terhadap…
Oleh :Teuku Muhammad JamilKonsultan Politik, Akademisi dan Pengamat Sosial, Aceh.Ketua Dewan Penasehat, Assosiasi Wartawan Internasional…
Langkat AswinNews,com. — Sebagai bentuk kepedulian sosial dan pengabdian Polri kepada masyarakat, Kapolres Langkat AKBP…
Kota Langsa – Aswinnews. Com- Pemerintah Kota (Pemko) Langsa menggelar Shalat Hari Raya Idul Adha…
Kuala LangkatASWINNEWS.COM — Suasana khidmat, religius, dan penuh semangat gotong royong mewarnai pelaksanaan ibadah kurban…