Kota Magelang – AswinNews.com —
Dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa sejumlah siswa SMPN 10 dan SMAN 3 Kota Magelang pada Selasa, 21 Januari 2026, hingga kini belum terungkap penyebab pastinya. Kasus tersebut masih dalam tahap investigasi oleh pihak terkait dan menjadi sorotan publik.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Magelang, dr. Istikhomah, menyampaikan melalui pesan singkat kepada awak media bahwa proses investigasi masih dilakukan oleh Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P).
“Hasilnya belum bisa disampaikan ke publik karena masih dalam proses dan belum kami laporkan ke pimpinan serta Ketua Satgas MBG,” ujarnya, Senin (2/2/2026).
Ia menjelaskan, usai menerima laporan dugaan keracunan MBG, pihaknya langsung melakukan monitoring dan evaluasi internal terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Evaluasi meliputi inspeksi kesehatan lingkungan hingga uji kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP).
“Penguatan tim pengawasan keamanan pangan di sekolah dan masyarakat juga terus kami lakukan,” tambahnya.
Menurutnya, materi higienitas dan sanitasi sebenarnya telah diberikan kepada seluruh SPPG saat pelatihan penjamah makanan.
Badan Gizi Nasional pun telah menjadwalkan pelatihan lanjutan bagi para relawan.
“Namun kepatuhan terhadap SOP harus terus diingatkan,” tegasnya
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Magelang, Nurwiyono Slamet Nugroho, memastikan tidak ada sekolah di Kota Magelang yang secara kelembagaan menolak program MBG.
“Tidak ada sekolah yang menolak. Hanya ada beberapa orang tua atau siswa secara personal yang memilih tidak menerima, jumlahnya sangat sedikit,” jelasnya.
Di sisi lain, kekhawatiran masih dirasakan sebagian siswa. Seorang siswi SMAN 3 Kota Magelang berinisial (Z) mengaku enggan mengonsumsi MBG karena takut mengalami hal serupa.
“Saya memilih tidak makan MBG karena takut keracunan, apalagi banyak diberitakan di TV dan media sosial,” ungkapnya.
Nurwiyono juga memaparkan data penerima manfaat MBG di Kota Magelang yang tersebar di tiga kecamatan.
Kecamatan Magelang Tengah tercatat 5.956 porsi besar dan 949 porsi kecil.
Kecamatan Magelang Selatan sebanyak 10.959 porsi besar dan 2.099 porsi kecil.
Sementara Kecamatan Magelang Utara menerima 6.782 porsi besar.
Hingga berita ini diturunkan, penyebab dugaan keracunan MBG di SMPN 10 dan SMAN 3 Kota Magelang belum diketahui.
Hasil resmi investigasi dari pihak berwenang masih belum diumumkan ke publik.
🖊️ Laporan Jurnalis: Tofan Mgl
Redaksi AswinNews.com – Tajam, Terpercaya, Berimbang, dan Ter-Update
![]()
