BANDA ACEH –aswinnews.com- Menjelang Pemilihan Rektor Universitas Syiah Kuala (USK) masa bakti 2026-2031, awal Pebruari 2026, pengamat politik sekaligus Direktur Pusat Kajian Politik dan Sosial Aceh, T.M. Jamil, memberikan catatan kritis mengenai sosok pemimpin yang dibutuhkan universitas “Jantung Hati Rakyat Aceh” tersebut.
Dalam keterangannya kepada media di Banda Aceh, Sabtu (17/1), Assosiate Professor, T.M. Jamil menegaskan bahwa status USK sebagai PTN-BH (Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum) menuntut nakhoda yang memiliki kemampuan mengelola “Ekosistem” secara komprehensif, bukan sekadar manajer administratif.
“USK saat ini bukan butuh mandor bangunan atau sekadar pengumpul laba. Kita butuh ‘Penyemai Peradaban’. Sosok yang memiliki ketajaman analisis sosio-ekonomi namun tangannya sudah terbiasa mengelola dapur akademik setiap hari,” ujar Pak T.M. Jamil.
Menurutnya, tantangan dunia pendidikan yang disruptif memerlukan rektor yang sudah “selesai dengan dirinya” dan memiliki rekam jejak yang nyata dalam menjaga standar mutu akademik. Ia menekankan pentingnya sosok yang mampu menyeimbangkan idealisme pendidikan dengan realitas kemandirian finansial kampus tanpa membebani mahasiswa.
Mengunci Kriteria “Dirigen Akademik” Tanpa menyebut nama secara spesifik, T.M. Jamil, pakar ilmuwan politik ini memberikan sinyal kuat mengenai kriteria calon yang paling ideal. Ia menyebutkan bahwa keberlanjutan USK sangat bergantung pada pemimpin yang memahami “anatomi” internal universitas—sosok yang selama ini menjadi jembatan antara kebijakan strategis dengan realitas di ruang-ruang kelas.
“Ada calon yang memiliki kombinasi langka antara kepakaran sosial-ekonomi dan pengalaman panjang di garda terdepan akademik. Inilah sosok ‘Dirigen’ yang kita butuhkan. Pemimpin yang bekerja dalam senyap namun hasilnya terukur melalui stabilitas mutu dan akreditasi unggul hampir semua program studi dan jurusan dalam lingkungan USK saat ini” tambahnya.
Pesan untuk Majelis Wali Amanat, Senat Universitas dan Menteri yang bertanggung jawab bidang ini Lebih lanjut, Pak T.M, mengingatkan anggota MWA, Senat USK dan Pihak Kementrian agar tidak terjebak pada politik praktis atau pragmatisme sesaat dalam menentukan pilihan. Ia berharap kepada yang memiliki “hak suara” memilih berdasarkan nurani akademik dan kebutuhan objektif institusi.
“Pilihlah yang paling paham cara membenahi rumah ini dari dalam. Jika kita salah memilih nakhoda yang tidak paham ‘ruh’ akademik, maka USK berisiko kehilangan arah di tengah jalan,” pungkasnya.
Pernyataan ini muncul di tengah mulai menghangatnya bursa calon Rektor USK yang diikuti oleh sejumlah Guru Besar terbaik, di antaranya Prof. Dr. Ir. Agussabti, M.Si, Prof. Dr. Marwan, dan Prof. Dr. Mirza Tabrani.
Semoga proses pemilihan ini berjalan lancar, bermartabat, dan beradab. Sehingga menghasilkan pemimpin yang benar-benar bisa membawa USK terbang tinggi, tutupnya dengan penuh senyuman.
yani
BANDA ACEH – AswinNews.com — Terpilihnya kembali Prof. Yusri Yusuf sebagai Ketua Majelis Adat Aceh…
Indramayu – AswinNews.com —Semangat inovasi dan kreativitas mewarnai final Lomba Teknologi Tepat Guna (TTG) yang…
Jombang Aswinnews.com — Pelaksanaan Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) II PCNU Jombang yang dirangkai dengan halal…
Oleh: Abah RoyRedaksi AswinNews.com Momen Idulfitri selalu identik dengan saling memaafkan, mempererat silaturahmi, dan menghadirkan…
Purwakarta, Aswinnews.com — Di tengah mencuatnya pemberitaan yang kian memanas terkait kondisi di lingkungan MTsN…
Tulungagung -aswinnews.com- Penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT), diserahkan langsung oleh Bapak Mustakim selaku Kepala Desa…