Kupang β AswinNews.com β
Sekitar pukul 14.30 WITA, Babinsa akhirnya tiba di lokasi pemakaman.
Peltu (Purn) Mariono kemudian mempertanyakan ketidakhadiran unsur TNI lainnya yang seharusnya melaksanakan upacara pemakaman militer.
Dari penjelasan Babinsa yang diterimanya, disampaikan beberapa alasan, di antaranya almarhum dinilai tidak memiliki Bintang Nararya, status almarhumb disebut sebagai warga sipil, banyak personel sedang libur sehingga tidak dapat hadir, serta Danramil dan Dandim tidak berada di tempat.
Penjelasan tersebut langsung ditanggapi Peltu Mariono dengan mengacu pada Undang-Undang Veteran Nomor 15 Tahun 2012 yang menegaskan bahwa setiap Veteran Republik Indonesia, baik berasal dari unsur ABRI maupun sipil, berhak mendapatkan upacara pemakaman secara militer.
Terlebih lagi, almarhum Yermias Toan Pelo merupakan Veteran Perintis Kemerdekaan Republik Indonesia yang jasanya telah diakui negara.
Karena waktu telah memasuki sore hari dan tidak adanya kesiapan pelaksanaan upacara militer, pemakaman pun tetap dilangsungkan tanpa prosesi kehormatan negara sebagaimana mestinya. Dalam kondisi tersebut, Peltu Mariono mengambil inisiatif pribadi dengan menutup peti jenazah menggunakan Bendera Merah Putih.
Saat jenazah diusung menuju liang lahat, Peltu Mariono bersama beberapa pelayat memberikan penghormatan terakhir.
Setibanya di liang lahat, bendera dibentangkan oleh empat orang pelayat sebelum jenazah diturunkan ke dalam makam. Peltu Mariono dan sejumlah pelayat kembali memberikan penghormatan terakhir sebagai bentuk penghargaan atas jasa almarhum kepada bangsa dan negara.
Kejadian ini menuai kekecewaan mendalam dari berbagai pihak, termasuk Ajudan I LPKPRI RI dan LBH LPKPRI, yang menilai Ketua DPC LVRI Kabupaten Kupang serta pihak Koramil tidak menunjukkan tanggung jawab yang semestinya atas wafatnya seorang pejuang bangsa.
Mereka mempertanyakan komitmen penghormatan negara terhadap para Veteran Republik Indonesia di wilayah Kodim 1604/Kupang.
Didorong oleh rasa patriotisme, jiwa korsa, dan kepedulian sebagai sesama pejuang, Peltu Mariono bahkan sempat mengambil alih situasi dengan menyampaikan sambutan di rumah duka.
Dalam sambutannya, ia berupaya mengangkat nama baik TNI dan LVRI Provinsi NTT, sekaligus menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga almarhum dan masyarakat atas terjadinya miskomunikasi terkait pelaksanaan upacara pemakaman militer.
Peristiwa ini diharapkan menjadi bahan evaluasi serius bagi seluruh pihak terkait, agar ke depan tidak lagi terjadi pengabaian terhadap hak-hak kehormatan para Veteran yang telah mengorbankan tenaga, pikiran, dan jiwa raganya demi berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia.
ποΈ Laporan Jurnalis: Raphael Fahik, SH
βοΈ Editor: Abah Roy | Redaksi AswinNews.com β Tajam, Terpercaya, Berimbang, dan Ter-Update
Stabat, Aswinnews.com β Upaya memperkuat ketahanan keluarga terus didorong melalui berbagai program strategis. Salah satunya…
Tuban, Aswinnews.com β Penanganan kasus dugaan pencabulan terhadap anak di Kabupaten Tuban menuai sorotan dari…
Tuban β AswinNews.com β Selasa, 05/05/2026. Penanganan kasus dugaan pencabulan terhadap anak di Kabupaten Tuban…
Indramayu β AswinNews.com β Sabtu-Minggu, 02β03/05/2026. Siswa-siswi UPTD SMP Negeri 1 Balongan kembali menorehkan prestasi…
Peringatan Hari Pers Sedunia setiap 3 Mei semestinya menjadi momentum refleksi mendalam terhadap arah kebebasan…
Aceh β AswinNews.com β Selasa, 05/05/2026. Safrizal ZA menyampaikan progres signifikan terkait penanganan dampak bencana…