Sebelum Dijemput Nenek: Film Horor-Komedi Rapi Films Angkat Mitos Kematian di Hari Keramat

🖋️ Jurnalis: Ine | Kaperwil DKI Jakarta
đź“· Kontributor: Karya Fajar Martha Santosa
🖥️ Editor: Kenzo | AswinNews.com – Tajam, Terpercaya, Berimbang, dan Ter-Update

JAKARTA | AswinNews.com –
Rumah produksi Rapi Films resmi merilis official trailer dan official poster film horor-komedi terbarunya berjudul Sebelum Dijemput Nenek, yang dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 22 Januari 2025.


Film ini disutradarai oleh Fajar Martha Santosa dan diproduseri oleh Sunil Samtani, dengan jajaran pemeran utama Angga Yunanda, Dodit Mulyanto, Oki Rengga, Wavi Zihan, dan Nopek Novian.


Sebelum Dijemput Nenek mengisahkan dua saudara kembar, Hestu (Angga Yunanda) dan Akbar (Dodit Mulyanto), yang memiliki pilihan hidup bertolak belakang. Hestu memilih merantau ke kota dan memutus hubungan dengan keluarganya, sementara Akbar menetap di desa untuk merawat sang Nenek yang membesarkan mereka sejak kecil.


Konflik keluarga memuncak ketika hubungan Hestu dengan keluarganya memburuk hingga ia bersumpah hanya akan pulang jika Nenek meninggal dunia. Ucapan tersebut menjadi kenyataan. Nenek wafat tepat pada hari keramat, Sabtu Wage bulan ke-6, tanggal 6, pukul 6, yang dalam kepercayaan lokal diyakini membuat arwah gentayangan hingga menemukan teman menuju alam baka.


Sejak kematian tersebut, arwah Nenek mulai menghantui Hestu dan Akbar. Keduanya hanya memiliki waktu tujuh hari untuk mencari “pengganti”, sebelum arwah Nenek menjemput mereka untuk menemani perjalanan ke alam baka.


Official trailer yang dirilis memperlihatkan teror arwah Nenek yang mencekam, dibalut dengan kekacauan desa dan perlombaan waktu yang dialami Hestu dan Akbar. Ketegangan horor berpadu dengan unsur komedi yang lahir dari perbedaan karakter kedua saudara kembar, serta kehadiran karakter pendukung seperti Nisa (Wavi Zihan), Kotrek (Oki Rengga), dan Ki Mangun, dukun viral yang diperankan Nopek Novian.


Sutradara Fajar Martha Santosa menyebut karakter dalam film ini sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.


“Hestu, Akbar, Nisa, dan Kotrek adalah representasi orang-orang di sekitar kita. Film ini ingin mengingatkan bahwa seseram dan sesulit apa pun hidup yang dijalani, selalu ada ruang untuk tertawa dan merasa bahagia. Penonton akan tertawa, tegang, lalu tertawa lagi. Intinya, kita menertawakan teror bersama-sama,” ungkap Fajar.


Film ini juga menjadi pengalaman pertama Angga Yunanda menjajal genre horor-komedi, sekaligus dipasangkan sebagai saudara kembar dengan Dodit Mulyanto, komedian yang dikenal dengan gaya humor spontan dan membumi. Perpaduan dua latar belakang akting ini menghadirkan dinamika unik antara karakter Hestu yang dingin dan penuh amarah dengan Akbar yang lugu dan sangat menyayangi Nenek.


Dalam sesi konferensi pers, keduanya saling melempar candaan.


“Waktu ditawari peran ini, aku nggak mikir panjang. Langsung aku terima karena mau buktiin kalau aku nggak cuma modal tampang, tapi juga bisa lucu,” ujar Angga sambil tertawa.


Dodit pun menimpali,


“Aku main film ini karena mau buktiin kalau aku nggak cuma lucu, tapi juga seganteng Angga Yunanda. Makanya mau jadi kembarannya,” canda Dodit.


Sebagai rumah produksi, Rapi Films dikenal sebagai pionir genre horor-komedi di Indonesia, jauh sebelum genre ini populer luas. Film-film seperti Hangout dan Reuni Z menjadi bukti konsistensi Rapi Films dalam mengolah horor berbasis budaya lokal yang dibalut humor segar.


Produser Sunil Samtani menyebut film ini sebagai bagian dari komitmen Rapi Films dalam mendukung talenta baru.


“Melalui Sebelum Dijemput Nenek, kami kembali menghadirkan horor-komedi dengan pendekatan yang lebih personal dan emosional. Film ini juga menjadi debut penyutradaraan Fajar Martha Santosa, melanjutkan komitmen kami memberi ruang bagi sineas baru,” ujar Sunil.


“Penonton juga akan menemukan kejutan khas Rapi Films melalui kemunculan berbagai karakter hantu dari semesta film kami.”


Film Sebelum Dijemput Nenek akan mulai tayang di seluruh bioskop Indonesia pada 22 Januari 2025.


Catatan Redaksi
Film Sebelum Dijemput Nenek mengangkat mitos kematian, konflik keluarga, dan budaya lokal Indonesia ke dalam balutan horor-komedi yang segar dan relevan. Redaksi AswinNews.com menilai film ini sebagai upaya menarik dalam mempertemukan unsur hiburan dengan refleksi emosional tentang relasi keluarga dan penerimaan atas kehilangan. Pemberitaan ini disusun berdasarkan rilis resmi dan keterangan para pembuat film, dengan tetap mengedepankan prinsip jurnalistik yang berimbang dan informatif.

Kartolo

Recent Posts

Perdamaian Hotman Paris vs PWI: Ketika Marwah Pers Dijual Murah Di Meja KekuasaanOleh: Aceng Syamsul Hadie (ASH)”

NASIONAL Aswinnews.com- Ada sebuah pepatah hukum yang sangat tua: "Fiat Justitia Ruat Caelum"—tegakkan keadilan walaupun…

13 menit ago

Kapolres Kepulauan Meranti Rangkul Pemuda, Ormas, Dan Insan Media Untuk Bersama Membangun Daerah

KEPULAUAN MERANTI Aswinnews.com– Kapolres Kepulauan Meranti, , menggelar acara ramah tamah dan silaturahmi bersama organisasi…

34 menit ago

Operasi Musang Nala Ungkap 92 Kasus, Kapolda Bengkulu Soroti Dugaan Penghimpunan Dana Tanpa Izin OJK

BENGKULU Aswinnews.com– Kapolda Bengkulu, , memimpin konferensi pers hasil pelaksanaan Operasi Musang Nala Tahun Anggaran…

2 jam ago

Bangun Karakter Dari Kebiasaan Sederhana, Kadisdik Jabar Ajak Siswa Menjadi Pribadi Hebat

PANGANDARAN – Aswinnews.com – Menjadi pribadi yang hebat tidak selalu dimulai dari langkah besar. Karakter…

2 jam ago

Kapolresta Pontianak Apresiasi Personel Berprestasi, Aksi Humanis Di SPBU Jadi Teladan Pelayanan Presisi

PONTIANAK Aswinnews.com– Komitmen memberikan pelayanan yang humanis kepada masyarakat kembali mendapat apresiasi di lingkungan Polresta…

3 jam ago

Kwarcab Kabupaten Tasikmalaya Matangkan Kontingen Lewat Training Center Jambore Nasional 2026

TASIKMALAYA Aswinnews.com– Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Tasikmalaya menggelar Training Center (TC) bagi kontingen…

3 jam ago