Oplus_16908288
Penulis: Mychael RLM H
Editor: Rahmat Kartolo
Aswinnews.com – Tajam, Berimbang, dan Ter-Update
Kumur, Maluku | Aswinnews.com – Di tengah silang informasi yang berkembang terkait meninggalnya pasien asal Bebar Timur pada Sabtu (4 Desember 2025) pagi, pihak keluarga akhirnya menyampaikan klarifikasi resmi. Klarifikasi ini disampaikan untuk meluruskan sejumlah informasi yang dinilai tidak sesuai fakta, sekaligus sebagai bentuk penghormatan terhadap almarhum dan upaya tenaga kesehatan yang telah dilakukan.
Keluarga menegaskan bahwa klarifikasi ini bukan untuk menciptakan konflik, melainkan untuk menempatkan kebenaran pada posisi yang semestinya.
Peristiwa bermula pada Selasa dini hari (25 November 2025), sekitar pukul 00.30 WIT, ketika pasien dibawa dari Bebar Timur ke Kumur dalam kondisi tidak sadar, diduga dipengaruhi minuman keras, serta mengalami luka serius pada siku tangan kiri yang menembus hingga tulang dengan pembuluh darah terputus. Penanganan dilakukan dalam kondisi pemadaman listrik total.
Dokter yang bertugas segera melakukan tindakan medis berupa penjahitan luka selama lebih dari satu jam dengan sekitar 50 jahitan, meski dalam prosesnya pasien sempat muntah hebat. Usai tindakan, dokter memberikan arahan jelas kepada keluarga, di antaranya pasien diminta tetap berada di Kumur minimal satu minggu, mengonsumsi putih telur sebanyak 10 butir per hari, minum susu tinggi protein, serta menjalani kontrol lanjutan pada Kamis (27 November 2025).
Kontrol pertama pada Kamis (27 November) pukul 18.00 WIT berlangsung baik. Karena Puskesmas non-rawat inap telah tutup sejak pukul 13.00 WIT, pemeriksaan dilakukan di rumah dinas dokter, kemudian dilanjutkan penggantian perban di puskesmas dengan penerangan senter telepon genggam. Kondisi luka saat itu dinilai membaik dan tidak ditemukan perdarahan.
Kontrol lanjutan pada Sabtu (29 November) juga menunjukkan kondisi luka yang cukup baik, tanpa tanda infeksi atau nanah. Jadwal kontrol berikutnya disepakati pada Selasa (2 Desember 2025).
Keluarga pasien menyampaikan bahwa terdapat beberapa informasi dalam klarifikasi sebelumnya yang tidak sesuai dengan kondisi di lapangan. Fakta yang disampaikan keluarga adalah sebagai berikut:
Pada Selasa (2 Desember) pagi, keluarga telah menghubungi dokter melalui pesan WhatsApp untuk mengingatkan jadwal kontrol. Dokter menyampaikan bahwa dirinya sedang menghadiri acara pernikahan dan meminta keluarga datang keesokan harinya, Rabu (3 Desember 2025). Dengan demikian, keterlambatan kontrol bukan karena kelalaian keluarga.
Pada hari yang sama, Selasa (2 Desember) sekitar pukul 08.00 WIT, perawat yang merawat pasien di rumah telah menemukan tanda perdarahan kembali dari luka pasien, menunjukkan kondisi memburuk sebelum jadwal kontrol yang dipindahkan.
Keluarga kemudian mengikuti arahan dokter dan datang ke puskesmas pada Rabu (3 Desember) pukul 08.00 WIT. Saat itu, kondisi luka mengeluarkan darah cukup banyak, obat pasien telah habis akibat jadwal kontrol yang bergeser, serta pasien belum dapat memenuhi anjuran asupan makanan karena keterbatasan kondisi.
Pasien sempat mendapatkan perawatan berupa infus dan obat penghenti perdarahan. Namun, pasien tidak dapat dirawat inap di puskesmas karena keterbatasan fasilitas, termasuk tidak adanya listrik, air bersih, dan toilet MCK.
Pada Sabtu (4 Desember) sekitar pukul 05.00 WIT, keluarga mendatangi rumah dinas dokter untuk meminta pemasangan infus. Dokter berupaya menghubungi mantri, namun saat itu pasien tidak berada di rumah mantri.
Sekitar pukul 07.00 WIT, keluarga kembali mendatangi dokter. Mantri kemudian menuju puskesmas untuk mengambil cairan infus dan langsung menuju lokasi pasien. Setelah satu kolf infus habis dan akan dilanjutkan dengan infus kedua, pasien tiba-tiba mengalami kejang disertai napas tersengal-sengal.
Dalam kondisi tanpa aliran listrik, fasilitas puskesmas tidak memungkinkan pemasangan oksigen. Pasien diduga mengalami kondisi kritis akibat kehilangan darah dalam jumlah banyak dan akhirnya meninggal dunia.
Keluarga menegaskan bahwa seluruh anjuran medis telah diikuti sesuai arahan dokter. Klarifikasi ini disampaikan semata-mata untuk menegakkan kebenaran, bukan untuk menyalahkan pihak mana pun.
“Kami menghargai upaya tenaga kesehatan yang telah berusaha menangani pasien. Namun kami juga berharap adanya keterbukaan dan kejujuran informasi, agar tidak terjadi kesalahpahaman yang merugikan pihak keluarga maupun tenaga medis,” demikian pernyataan keluarga.
Keluarga berharap kejadian ini dapat menjadi pelajaran bersama guna mendorong perbaikan layanan kesehatan ke depan, terutama di wilayah dengan keterbatasan fasilitas, agar kejadian serupa tidak terulang.
Redaksi Aswinnews.com
Langkat – AswinNews.com — Polsek Tanjung Pura jajaran Polres Langkat kembali menunjukkan komitmennya dalam memberantas…
Bengkulu – AswinNews.com — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota Bengkulu menggelar Musyawarah Anak…
LANGKAT – AswinNews.com — Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial Kabupaten Langkat menggelar Rapat Koordinasi (Rakor)…
JOMBANGKAB – AswinNews.com — Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) ke-54…
TIMUR TENGAH -aswinnews.com- Kasus penangkapan dua jurnalis Indonesia dalam misi kemanusiaan menuju Gaza memang menjadi…
MIDDLE EAST -aswinnews.com- The arrest of two Indonesian journalists on a humanitarian mission to Gaza…