Kendal — Aswinnews.com
Desa Peron, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal, menerima kunjungan tim pengabdian dari Universitas Negeri Semarang (UNNES) dalam rangka Program Pemberdayaan Desa Binaan (PDB). Program ini merupakan bagian dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek). Kehadiran tim UNNES disambut hangat oleh Kepala Desa Peron, Erna Hermawati, yang berharap program ini dapat membawa dampak nyata bagi kemajuan desa.

Potensi Desa Peron yang Menjanjikan
Desa Peron memiliki potensi besar pada sektor pertanian dan perkebunan, dengan tiga komoditas unggulan: gula aren, kopi, dan alpukat. Berlokasi di lereng Gunung Ungaran pada ketinggian 700–1000 mdpl, desa ini menghasilkan:

Gula aren: ±700 ton/tahun
Kopi robusta: ±1 ton/tahun
Alpukat jenis pluang: ±3.000 ton/tahun
Besarnya potensi ini membuat Desa Peron pernah dua kali dikunjungi Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, untuk memberikan dukungan pengembangan dan pemasaran produk agar menembus pasar ekspor.
Bantuan Teknologi Tepat Guna (TTG)
Sebagai upaya peningkatan produktivitas, tim pelaksana yang dipimpin oleh Prof. Dr. P. Eko Prasetyo, SE., memberikan berbagai bantuan teknologi kepada masyarakat Desa Peron. Bantuan TTG tersebut meliputi:
Mesin Pengaduk Gula Aren
Mesin Pembuat Gula Kristal
Mesin Huller Kopi
Incinerator Sampah
Tong Sampah Organik & Anorganik
Selain itu, masyarakat juga mendapat pelatihan pengolahan berbasis komoditas desa, seperti Brownies Kopi Alpukat, Kopi Alpukat, Permen Jelly Kopi Alpukat, serta Kopi Rempah Instan yang segera diluncurkan dengan merek KHOIRON (Kopi Herbal Peron).
Pelatihan dan Pendampingan
Tidak hanya aspek produksi, tim UNNES juga memberikan pendampingan manajemen usaha dan pemasaran, termasuk pemasaran digital. Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengelola usaha dan memasarkan produk secara lebih luas.
Harapan untuk Keberlanjutan Program
Dengan adanya Program PDB ini, masyarakat berharap kualitas hidup dan perekonomian Desa Peron terus meningkat. Program ini juga diharapkan berlanjut hingga tahun kedua dan ketiga agar dampak positifnya semakin kuat dan berkelanjutan.
Kolaborasi antara pemerintah desa, masyarakat, dan lembaga pendidikan menjadi modal penting untuk kesuksesan pemberdayaan desa.
Penulis :
Nur Fateah – Dosen UNNES
Editor: Abahroy – Redaksi Aswinnews.com
![]()
