🖋️ Penulis: Ine
đź“· Kontributor: Come and See Pictures, Rapi Films, dan Legacy Pictures
🗞️ Editor: Kenzo ~ Redaksi Aswinnews.com, Tajam, Akurat, Terpercaya, Berimbang, dan Ter-Update
Jakarta – Aswinnews.com
Eksplorasi terbaru Joko Anwar bersama Come and See Pictures kembali menggali warisan trauma antar generasi melalui reinterpretasi salah satu legenda rakyat paling populer di Indonesia. Film thriller bertajuk “Legenda Kelam Malin Kundang” menghadirkan pendekatan sinematik yang segar dan berani, disutradarai oleh Kevin Rahardjo dan Rafli Hidayat.
Film ini menawarkan misteri yang membuka tabir peristiwa traumatik lintas generasi di balik legenda Malin Kundang, memberikan perspektif baru yang berbeda dari kisah klasik yang selama ini dikenal masyarakat.
Press Screening dan Press Conference film Malin Kundang digelar di Studio 2 XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (17/11). Film ini dijadwalkan tayang di seluruh bioskop Indonesia pada 27 November 2025.
Selama ini, masyarakat mengenal Malin Kundang sebagai sosok anak durhaka yang dikutuk menjadi batu karena melupakan ibunya setelah merantau. Namun, film ini mencoba menggali kembali kisah tersebut dengan pendekatan yang lebih kelam, menantang penonton untuk berpikir ulang tentang apa yang sesungguhnya terjadi.
Kisah mengikuti tokoh Alif (Rio Dewanto), seorang seniman micro painting yang baru pulih dari kecelakaan dan berjuang memulihkan memorinya. Kehidupannya berubah ketika seorang perempuan datang dan mengaku sebagai ibunya—sosok yang tidak lagi ia ingat setelah 18 tahun merantau. Dari titik ini, Alif terseret ke dalam sebuah rahasia kelam yang membuka sisi lain legenda Malin Kundang.
Film ini mengombinasikan drama keluarga, misteri, dan nuansa psikologis yang mencekam. Terinspirasi dari folklore ikonik tanah air, film ini menafsirkan kembali kisah Malin Kundang dalam perspektif modern yang relevan dengan isu trauma dan hubungan antargenerasi.
Produser sekaligus penulis dan editor, Joko Anwar, menyampaikan bahwa hubungan orang tua dan anak merupakan isu yang sangat penting untuk dibicarakan saat ini.
“Kualitas sebuah masyarakat ditentukan dari unit terkecil, yaitu keluarga. Dinamika orang tua dan anak sangat krusial. Trauma yang diwariskan dari generasi sebelumnya adalah sesuatu yang perlu kita sadari. Terkadang kita harus melihat kembali masalah yang tersimpan dalam tatanan antar generasi sehingga terjadi generational gap,” ujarnya.
Film Legenda Kelam Malin Kundang dibintangi oleh Rio Dewanto, Faradina Mufti, Vonny Anggraini, Jordan Omar, Sulthan Hamonangan, Gambit Saifullah, Nova Eliza, dan Tony Merle.
Film ini diproduksi oleh Come and See Pictures bekerja sama dengan Rapi Films dan Legacy Pictures, dengan Barunson E&A sebagai world sales agent.
Film Legenda Kelam Malin Kundang akan mulai tayang di bioskop seluruh Indonesia pada 27 November 2025. Ikuti informasi terbaru melalui akun Instagram resmi @comeandseepictures.
📝 Catatan Redaksi:
Reinterpretasi legenda rakyat adalah bentuk kreatif yang membuka ruang diskusi baru tentang nilai, moral, dan sejarah yang diwariskan dari generasi ke generasi. Redaksi Aswinnews.com mendukung karya-karya yang berani menghadirkan perspektif segar tanpa meninggalkan akar budaya nasional. Legenda Kelam Malin Kundang menjadi contoh bagaimana folklore dapat diolah menjadi cerita relevan dan reflektif terhadap isu masyarakat modern.
SINGAPORE – Aswinnews.com The 14th ASEAN Education Ministers Meeting (ASED), held in Singapore on July…
WahSINGAPURA – Aswinnews.com Pertemuan Menteri Pendidikan ASEAN ke-14 atau 14th ASEAN Education Ministers Meeting (ASED)…
SEMARANG – Aswinnews.com Kebakaran lahan yang terjadi di sepanjang Jalan Tol Pejagan KM 248, Kabupaten…
BANDUNG – Aswinnews.com Sebanyak 237 kepala satuan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Provinsi Jawa…
INDRAMAYU Aswinnews.com– Anggota DPR RI Komisi X Fraksi PKB dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Barat…
Rembang -aswinnews.com- Pernyataan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang menyebut wartawan dengan istilah "Londo Ireng"…