Isu Pungutan PTSL di Desa Pesudukuh Nganjuk Memanas: Kades Dinilai Tertutup dari Publik

✍️ Penulis: Sunyoto
🗞️ Editor: Kenzo ~ Redaksi
📍 Nganjuk | AswinNews.com — Tajam, Akurat, Terpercaya, Berimbang, dan Ter-update

Nganjuk, Aswinnews.com — Polemik soal pungutan biaya Program Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Desa Pesudukuh, Kecamatan Bagor, Kabupaten Nganjuk, kembali mencuat. Masyarakat mempertanyakan legalitas pungutan yang disebut mencapai Rp850.000 per bidang tanah, sementara Kepala Desa dinilai enggan memberikan keterbukaan informasi terkait besaran biaya itu.

Informasi yang berkembang dan diterima redaksi menyebutkan, warga diminta membayar biaya awal sebesar Rp350.000 saat pendaftaran. Kemudian muncul pungutan tambahan sebesar Rp500.000. Namun, biaya patok dan materai juga tetap dibebankan kepada pemohon, tidak termasuk dalam pungutan sebelumnya.

Bahkan, dalam pelaksanaan pengukuran bidang tanah, warga juga disebut diminta memberikan uang tambahan kepada Ketua RT karena turut mendampingi tim ukur di lapangan.

“Tarifnya bervariasi, ada yang Rp700 ribu sampai Rp850 ribu. Selain itu ada dugaan pungutan biaya ukur,” ujar sumber internal kepada Aswinnews.com dalam sambungan pesan suara WhatsApp, saat dilakukan konfirmasi dan pengumpulan informasi pada Sabtu (25/10/2025).


Kepala Desa Bantah, Nilai Pemberitaan Tidak Berimbang

Kepala Desa Pesudukuh, Romi Yumiani, saat dihubungi pada Senin (27/10/2025), menyangkal tuduhan pungutan yang dianggap tidak sesuai ketentuan.

Ia menilai pemberitaan yang beredar tidak memenuhi prinsip keberimbangan.

“Berita itu tidak berimbang, yang menulis tidak konfirmasi ke saya,” ujarnya.

Namun, ketika ditanyakan mengenai informasi pungutan hingga Rp850.000 per bidang, Romi kembali meminta agar sumber informasi tersebut diperjelas.

“Silakan cari sumbernya. Kami melaksanakan program PTSL sesuai prosedur,” tegasnya.


Publik Desak Audit dan Transparansi

Hingga kini, belum ada penjelasan resmi dari Pemerintah Desa Pesudukuh maupun panitia pelaksana PTSL mengenai rincian penggunaan biaya yang dibebankan kepada warga.

Sejumlah pihak mendorong Inspektorat Daerah Kabupaten Nganjuk untuk menindaklanjuti isu ini dan melakukan audit menyeluruh terhadap pelaksanaan program PTSL di Desa Pesudukuh.


📝 Catatan Redaksi

Aswinnews.com berkomitmen mengedepankan prinsip jurnalistik berimbang. Redaksi masih membuka ruang bagi Pemerintah Desa Pesudukuh, pihak panitia PTSL, serta masyarakat untuk memberikan klarifikasi dan keterangan tambahan terkait isu pungutan ini.

Kami akan melakukan pemantauan lebih lanjut sesuai perkembangan di lapangan.


Kartolo

Recent Posts

DPC Grib Jaya Indramayu Gelar Rakercab 2026 DiHotel Trisula Berjalan Lancar Dan Sukses

INDRAMAYU, –aswinnews.com- Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu Jaya (GRIB JAYA) Kabupaten Indramayu…

3 jam ago

Semarak Merah Putih Warnai Kota Rembang Jelang HUT RI ke-81

Rembang, Aswin News– Suasana semarak kemerdekaan sudah terasa di seluruh penjuru Kota Rembang. Sejak peringatan…

3 jam ago

Pekerjaan Berhenti Tepat di Lokasi Pipa, Kejaksaan Turun Investigasi Proyek Drainase Rp15 Miliar

Batam –aswinnews.com- Menindaklanjuti laporan Aliansi Masyarakat Sei Beduk Peduli (AMSBP), Tim Kejaksaan Negeri Batam turun…

5 jam ago

Ketua DPRK Pidie Imbau ASN Tidak Sering Berkumpul Di Warung Kopi Saat Jam Kerja

Sigli —aswinnews.com- Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Pidie, Anwar Sastra Putra, S.H., yang akrab…

5 jam ago

SMP Negeri 3 Kuala Bertekad Tingkatkan Prestasi Siswa pada Tahun Ajaran 2026/2027

Langkat | Aswin News Memasuki Tahun Ajaran 2026/2027, SMP Negeri 3 Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat,…

5 jam ago

KABID INVESTIGASI DPD ASWIN KALBAR KECAM KERAS KONTEN MEDIA SOSIAL YANG DIDUGA MENGGIRING OPINI PUBLIK

PONTIANAK –aswinnews.com- Kepala Bidang Investigasi DPD Asosiasi Wartawan Internasional / ASWIN Kalimantan Barat, Nardi M,…

5 jam ago