🖋️ Oleh Drs Isa Alima
🖥️ Editor: Kenzo — Redaksi Tajam, Akurat, Terpercaya, Berimbang, dan Ter-Update
BANDA ACEH – ASWINNEWS.COM — Pemerhati sosial-keagamaan Aceh, Drs. Isa Alima, menyampaikan rasa prihatin mendalam atas hasil yang diraih kafilah Aceh pada ajang Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadis (STQH) Nasional XXVIII Tahun 2025 di Kendari, Sulawesi Tenggara.
Dalam ajang bergengsi tingkat nasional tersebut, Aceh gagal meraih satu pun medali emas dan hanya membawa pulang empat gelar juara harapan. Kondisi ini dinilai mencerminkan adanya persoalan serius dalam sistem pembinaan dan kaderisasi qari serta hafiz di daerah berjuluk Serambi Mekkah itu.
“Sebagai daerah yang menerapkan syariat Islam, hasil ini sangat memalukan. Aceh seharusnya menjadi contoh dalam bidang tilawah, tahfizh, dan tafsir Al-Qur’an — bukan justru tertinggal. Ini saatnya kita semua melakukan introspeksi diri,” ujar Drs. Isa Alima, Senin (20/10/2025).
Ia menilai, kegagalan tersebut menunjukkan lemahnya pembinaan berkelanjutan bagi generasi Qur’ani di Aceh. Menurutnya, perhatian pemerintah dan lembaga keagamaan masih bersifat musiman dan belum menyentuh akar masalah.
“Bakat anak-anak Aceh luar biasa. Tapi kalau pembinaannya tidak terarah dan tidak disiapkan sejak dini, hasilnya seperti sekarang — jauh dari harapan,” jelasnya.
Isa menekankan, penerapan syariat Islam di Aceh tidak boleh berhenti pada simbol dan regulasi, melainkan harus diwujudkan dalam prestasi keagamaan nyata di tingkat nasional.
“Kita bangga dengan status daerah syariah. Tapi apa gunanya jika tidak diiringi dengan prestasi Al-Qur’an? Syariat harus hidup dalam semangat belajar, pengamalan, dan prestasi umat,” tegasnya.
Ia pun mendorong Pemerintah Aceh, Kanwil Kementerian Agama, dan Dinas Syariat Islam untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pembinaan STQH — mulai dari peningkatan kualitas pelatih, fasilitas, hingga anggaran pembinaan.
“Ini momentum perbaikan. Jangan sampai hasil seperti ini terulang lagi. Jika kita serius, Aceh pasti bisa bangkit dan kembali mengharumkan nama Serambi Mekkah di ajang nasional,” pungkasnya.
Sebagai informasi, Kalimantan Timur dinobatkan sebagai juara umum STQH Nasional 2025, sementara Aceh belum masuk sepuluh besar dan hanya meraih empat gelar juara harapan.
🗒️ Catatan Redaksi:
Ajang Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadis (STQH) Nasional bukan sekadar kompetisi, melainkan barometer keberhasilan daerah dalam menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an sejak usia dini.
Hasil yang diraih Aceh tahun ini menjadi pengingat penting bahwa kebanggaan terhadap status daerah syariat harus diimbangi dengan kualitas pembinaan generasi Qur’ani yang nyata.
Redaksi menilai, pembinaan berkelanjutan, regenerasi qari–hafiz yang terarah, serta sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan Islam, dan masyarakat merupakan kunci untuk mengembalikan kejayaan Aceh sebagai pusat peradaban Islam di Nusantara.
Kegagalan bukan akhir, melainkan awal dari introspeksi kolektif untuk bangkit dan menata langkah pembinaan keagamaan yang lebih profesional dan berkelanjutan.
MAJALENGKA – Aswinnews.com – Pelantikan sekaligus serah terima jabatan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SMAN 1…
PERNYATAAN BELASUNGKAWA BismillāhirraḥmānirraḥīmInnā lillāhi wa innā ilaihi rāji‘ūn. Atas nama pribadi dan Dewan Pembina Pusat…
BENGKULU – Aswinnews.com – Bupati nonaktif Rejang Lebong, Muhammad Fikri Thobari, resmi ditahan di Rumah…
SALAM MULYA – Aswinnews.com Program Air Bersih Tahun Anggaran 2025 yang bersumber dari Dana Desa…
Bandung – Aswinnews.comKolaborasi antara sekolah, klub olahraga, komunitas, hingga sanggar menjadi kunci penting dalam mengembangkan…
BENER MERIAH Aswinnews.com – Pemerintah Pusat bersama Pemerintah Aceh terus memperkuat sinergi untuk mempercepat rehabilitasi…