✍️ Penulis: Maztho ~ Sekretaris DPD ASWIN Provinsi Jawa Barat
📍 Editor: Kenzo ~ Redaksi
📅 Cirebon, 18 Oktober 2025
🗞️ aswinnews.com – Tajam, Akurat, Berimbang, dan Terpercaya
CIREBON – ASWINNEWS.COM
Wakil Ketua Bendahara Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kabupaten Cirebon, Hj. Atin Nurhayati, menyatakan dukungannya terhadap konsep school kitchen yang digagas oleh Menteri Pendidikan Nasional, Abdul Mu’ti.
Menurut Hj. Atin, penerapan dapur sekolah merupakan langkah strategis dalam memperkuat kemandirian sekolah sekaligus mendukung program Makanan Bergizi untuk Belajar (MBG) bagi siswa.
“Konsep school kitchen memungkinkan sekolah menyediakan makanan bergizi sesuai standar MBG langsung di lingkungan sekolah. Ini adalah bentuk nyata kemandirian pendidikan sekaligus pembiasaan hidup sehat sejak dini,” ujar Hj. Atin Nurhayati saat ditemui di Cirebon.
Konsep MBG dan Pentingnya Gizi Seimbang
Program MBG (Makanan Bergizi untuk Belajar) menekankan pentingnya penyediaan makanan yang memenuhi standar gizi seimbang, mencakup karbohidrat, protein, lemak sehat, sayuran, buah-buahan, serta mikronutrien penting seperti zat besi, kalsium, dan vitamin A, C, D.
Penerapan MBG bukan hanya tentang kuantitas makanan, tetapi juga menyangkut kualitas gizi, kebersihan, keamanan pangan, dan edukasi gizi bagi peserta didik.
Dengan adanya school kitchen, sekolah dapat langsung mengelola proses penyajian makanan, mulai dari perencanaan menu, pengadaan bahan lokal, hingga pelaporan asupan gizi harian siswa.
Implementasi di Kabupaten Cirebon

Kabupaten Cirebon menjadi salah satu daerah yang mulai mengimplementasikan program ini secara bertahap.
Salah satu contoh nyata terdapat di Kecamatan Talun, di mana hampir seluruh Sekolah Dasar (SD) telah menyediakan hidangan MBG melalui dapur sekolah masing-masing.
Program ini terlaksana berkat sinergi antara Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, pihak sekolah, orang tua siswa, dan komunitas lokal.
Rincian Operasional School Kitchen

Pelaksanaan school kitchen dengan pendekatan MBG di Kabupaten Cirebon mencakup beberapa aspek utama, antara lain:
- Perencanaan Menu Berbasis Gizi Seimbang
Menu disusun harian dengan memperhatikan kebutuhan usia siswa dan variasi makanan agar tidak membosankan. - Pengadaan Bahan Pangan Lokal
Sekolah mengutamakan bahan pangan segar dan aman dari petani sekitar, guna mendukung ekonomi lokal serta menjamin keamanan pangan. - Pengolahan dan Kebersihan Dapur
Penerapan standar sanitasi dapur, kebersihan alat masak, serta pelatihan petugas dapur tentang teknik memasak yang mempertahankan nilai gizi. - Penyajian dan Edukasi Gizi
Porsi makanan disajikan sesuai standar MBG, dikemas menarik untuk anak-anak, disertai kegiatan edukasi gizi agar siswa memahami pentingnya pola makan sehat. - Pemantauan dan Pelaporan Gizi
Sekolah mencatat asupan harian dan melakukan evaluasi bulanan untuk memastikan kebutuhan gizi siswa terpenuhi secara berkelanjutan. - Keterlibatan Komunitas Sekolah
Orang tua, guru, dan siswa turut serta dalam pengawasan dan kegiatan “Festival Makanan Sehat” sebagai bentuk pembelajaran partisipatif.
Manfaat dan Dampak Positif
Hj. Atin menjelaskan bahwa manfaat utama dari penerapan MBG melalui school kitchen mencakup:
Peningkatan asupan gizi murid secara berkelanjutan dan terukur.
Peningkatan prestasi belajar melalui kondisi tubuh dan otak yang sehat.
Pemberdayaan sekolah sebagai pusat pembelajaran gizi dan kewirausahaan dapur sekolah.
Penguatan desentralisasi pendidikan, di mana sekolah diberi otonomi dalam menyediakan layanan makanan bergizi.
Harapan dan Replikasi ke Daerah Lain
“Kami berharap keberhasilan di Kecamatan Talun dapat direplikasi ke kecamatan lain di Kabupaten Cirebon. Tentunya, dengan menyesuaikan potensi lokal, bahan pangan setempat, dan kapasitas SDM di dapur sekolah,” ungkap Hj. Atin.
Ia juga menegaskan bahwa school kitchen bukan hanya proyek fisik, tetapi sebuah gerakan budaya makan sehat yang melibatkan semua unsur pendidikan, kesehatan, dan masyarakat.
🟩 Catatan Redaksi AswinNews.com
Redaksi menilai inisiatif school kitchen yang didukung Hj. Atin Nurhayati ini sebagai terobosan penting dalam mewujudkan kemandirian sekolah dan peningkatan kualitas gizi siswa di Kabupaten Cirebon.
Program MBG sejalan dengan semangat desentralisasi pendidikan yang menempatkan sekolah sebagai pusat inovasi dan pembentukan kebiasaan hidup sehat.
AswinNews mengapresiasi langkah-langkah nyata di Kecamatan Talun sebagai model praktik baik (best practice) yang patut diadopsi oleh wilayah lain di Indonesia.
Sinergi antara pemerintah daerah, sekolah, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan untuk mewujudkan generasi muda yang cerdas, sehat, dan berkarakter.
![]()
