✍️ Penulis: Novriadi
🖋️ Editor: Kenzo
📅 PALI, 19 Oktober 2025
🗞️ ASWINNEWS.COM – Tajam, Akurat, Berimbang, dan Terpercaya
PALI — Aswinnews.com
Dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Selatan yang digelar di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sekayu, tim atlet basket Kabupaten PALI turut ambil bagian mewakili daerahnya. Namun, di balik semangat berlaga, para atlet justru mengeluhkan berbagai kekurangan dalam pelaksanaan, mulai dari keberangkatan hingga fasilitas tempat tinggal selama pertandingan berlangsung.
Salah seorang atlet yang enggan disebutkan namanya mengaku bahwa sejak keberangkatan ke Muba, tim basket sudah menghadapi banyak kesulitan.
“Kami berangkat dengan fasilitas yang sangat terbatas. Di tempat tinggal pun kami hanya tidur beralaskan ambal, bahkan atlet putra dan putri ditempatkan di tempat yang sama. Selama empat hari mengikuti pertandingan, kami juga tidak mendapat uang saku, baru diberikan Rp400 ribu per orang saat hendak pulang,” ungkapnya dengan nada kecewa.
Sejumlah orang tua atlet basket yang ditemui awak media juga menyampaikan hal senada. Mereka menyayangkan kurangnya perhatian terhadap kebutuhan dasar para atlet yang telah berjuang mengharumkan nama Kabupaten PALI di tingkat provinsi.
“Anak-anak kami bertanding dengan penuh semangat, tapi kondisinya sangat memprihatinkan. Ini tidak seharusnya terjadi di ajang resmi seperti Porprov,” ujar salah satu wali atlet.
Menanggapi hal tersebut, Ketua KONI Kabupaten PALI, Firman Irpama, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, menyatakan bahwa pihaknya telah berupaya maksimal memberikan dukungan kepada seluruh cabang olahraga.
“Dari KONI sudah kami siapkan sesuai mekanisme. Untuk tim basket, tanggung jawab teknis kami serahkan kepada pengurus cabor yang bersangkutan, dan anggaran juga sudah ditransfer langsung ke rekening pengurus cabang olahraga basket,” jelas Firman.
Ia juga menambahkan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti laporan tersebut untuk memastikan tidak terjadi kesalahpahaman antara atlet, pengurus cabor, dan pihak KONI.
Sementara itu, Ketua Cabang Olahraga (Cabor) Basket Kabupaten PALI saat dikonfirmasi via WhatsApp menyebut bahwa pemberitaan atau unggahan yang beredar di media sosial tidak benar.
“Semua cerita yang viral itu tidak sesuai fakta, bahkan cenderung mencemarkan nama baik,” ujarnya singkat.
Kasus ini turut mendapat perhatian dari aktivis sosial Aldi Tahir, yang menilai bahwa peristiwa tersebut mencerminkan lemahnya pengawasan dari pihak terkait.
“Yang rugi selalu para atlet. Mereka berjuang keras membawa nama daerah, tapi justru mengalami kesulitan. Aparat penegak hukum (APH) harus mengusut tuntas kasus ini agar tidak menjadi ladang penyalahgunaan anggaran dan tidak terulang pada cabang olahraga lain,” tegasnya.
📝 Catatan Redaksi ASWINNEWS
Kisah yang menimpa atlet basket Kabupaten PALI menjadi cermin penting bagi pengelolaan olahraga daerah. Pemerintah daerah dan KONI perlu memastikan transparansi anggaran dan perlakuan yang layak bagi para atlet, karena mereka adalah duta daerah di ajang kompetisi resmi.
ASWINNEWS.COM menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola dana dan fasilitas atlet agar semangat olahraga tidak tercoreng oleh persoalan non-teknis.
Langkat – AswinNews.com — Polsek Tanjung Pura jajaran Polres Langkat kembali menunjukkan komitmennya dalam memberantas…
Bengkulu – AswinNews.com — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota Bengkulu menggelar Musyawarah Anak…
LANGKAT – AswinNews.com — Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial Kabupaten Langkat menggelar Rapat Koordinasi (Rakor)…
JOMBANGKAB – AswinNews.com — Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) ke-54…
TIMUR TENGAH -aswinnews.com- Kasus penangkapan dua jurnalis Indonesia dalam misi kemanusiaan menuju Gaza memang menjadi…
MIDDLE EAST -aswinnews.com- The arrest of two Indonesian journalists on a humanitarian mission to Gaza…