Penulis Novriadi / Editor Rahmat kartolo// Aswinnews-Tajam Berimbang danTer-Upadate
PALI, Sumatera Selatan Aswinnews.com–
Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) turut berpartisipasi dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Selatan yang digelar di Kabupaten Musi Banyuasin, Sekayu. Dalam ajang ini, PALI mengirimkan kontingen untuk bertanding di 21 cabang olahraga (cabor), termasuk basket, yang diwakili oleh atlet putra dan putri asli daerah.
Namun di balik semangat bertanding, muncul kisah memilukan dari tim atlet basket Kabupaten PALI. Mereka diduga mengalami berbagai kekurangan fasilitas dan dukungan, mulai dari keberangkatan, tempat tinggal selama pertandingan, hingga kepulangan.
Salah satu atlet basket (yang enggan disebutkan namanya) membagikan pengalamannya kepada media, Minggu (19/10/2025).
“Dari awal keberangkatan ke Sekayu sudah terasa sulit, sampai di sana kami tidur hanya beralaskan ambal. Tidak ada pemisahan antara atlet putra dan putri, kami dicampur. Yang paling menyedihkan, uang saku baru diberikan saat mau pulang, hanya Rp400 ribu untuk empat hari. Karena kondisi itu, akhirnya tim basket tidak melanjutkan pertandingan dan pulang,” ujarnya.
Orang Tua Atlet: Ceritanya Benar
Hal serupa juga diungkapkan oleh beberapa orang tua atlet yang diwawancarai secara terpisah. Mereka membenarkan situasi yang dialami anak-anak mereka selama mengikuti Porprov.
“Anak kami cerita hal yang sama, tidur seadanya, makan pun tidak jelas, dan uang saku hanya diberikan saat hendak pulang,” kata salah satu orang tua yang enggan disebutkan namanya.
KONI: Kami Sudah Maksimal
Menanggapi hal ini, Ketua KONI Kabupaten PALI, Firman Irpama, saat dikonfirmasi via WhatsApp di nomor 08217510XXXX mengatakan bahwa pihaknya sudah memberikan dukungan maksimal.
“Dari KONI sudah maksimal. Bahkan, untuk makan, atlet basket menggunakan dana pribadi, karena memang secara teknis sudah diserahkan kepada pengurus cabor masing-masing,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa anggaran untuk cabor basket sudah langsung ditransfer ke pengurus cabor, sehingga tanggung jawab teknis sepenuhnya berada di tangan mereka.
Ketua Cabor Basket: Semua Itu Tidak Benar
Saat dikonfirmasi, Ketua Pengurus Cabor Basket PALI melalui WhatsApp di nomor 08225225XXXX menanggapi isu yang beredar di media sosial dan pemberitaan.
“Semua cerita yang viral di medsos itu tidak benar. Itu pencemaran nama baik,” ujarnya singkat, tanpa memberikan klarifikasi lebih lanjut.
Aktivis: Ini Cermin Lemahnya Pengawasan
Kisah ini mendapat sorotan dari aktivis Sumatera Selatan, Aldi Tahir, yang menilai kondisi tersebut sebagai bukti lemahnya pengawasan dari pihak terkait.
“Yang selalu dirugikan adalah atlet. Mereka sudah berjuang mati-matian untuk membawa nama baik daerah, bukannya dihargai, malah disia-siakan. Saya minta kepada Aparat Penegak Hukum (APH) untuk mengusut tuntas persoalan ini. Jangan sampai ajang olahraga menjadi ladang korupsi,” tegas Aldi dalam wawancara dengan salah satu media online.
Catatan Redaksi:
Aswinnews akan terus mengawal perkembangan kasus ini dan mendorong transparansi pengelolaan anggaran olahraga di tingkat daerah. Atlet adalah aset daerah yang harus dijaga dan dihargai.
![]()
