Kepulan Asap Hasil Pembakaran Sampah Ganggu Kegiatan Belajar Mengajar, Disdik Nganjuk Diminta Segera Bertindak

🗞️ Nganjuk, Aswinnews.com – Sabtu, 11 Oktober 2025
✍️ Penulis: Sunyoto | Editor: Kenzo – Redaksi Aswinnews.com
📢 Tajam, Akurat, Terpercaya, Berimbang, dan Ter-update


Nganjuk — Aswinnews.com

Kepulan asap hasil pembakaran sampah di lingkungan SMP Negeri 2 Loceret mengganggu jalannya kegiatan belajar mengajar. Ironisnya, lokasi tempat pembakaran sampah tersebut hanya berjarak sekitar 1,5 meter dari ruang kelas 8C, tempat siswa melaksanakan proses belajar.

Hasil investigasi Aswinnews.com menunjukkan bahwa aktivitas pembakaran sampah di area sekolah ini terjadi hampir setiap hari, bahkan saat jam pelajaran sedang berlangsung. Akibatnya, ruang kelas yang berdekatan dengan lokasi pembakaran menjadi kurang nyaman dan berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan bagi para siswa serta tenaga pendidik.


Bahaya Polutan dari Pembakaran Sampah

Pembakaran sampah di area terbuka diketahui dapat menghasilkan berbagai zat kimia beracun, antara lain:

Karbon monoksida (CO)

Formaldehida

Arsenik

Dioksin

Furan

VOC (Volatile Organic Compounds)

Asap tersebut juga mengandung partikulat halus (PM2.5) yang dapat menyebabkan gangguan pernapasan, iritasi mata, hingga efek jangka panjang pada kesehatan paru-paru.


Suara dari Lapangan

Salah satu siswa kelas 8C mengaku terganggu dengan kondisi tersebut.

“Asapnya kadang masuk ke kelas, jadi nggak nyaman buat belajar, mas,” ujarnya kepada Aswinnews.com.

Seorang pekerja proyek yang tengah bekerja di sekitar area sekolah juga membenarkan bahwa aktivitas pembakaran sampah terjadi hampir setiap hari.

“Setiap hari ada pembakaran sampah, bahkan sekarang jam 10 pagi asapnya masih kelihatan mengepul,” ungkapnya.


Pihak Sekolah Akui Lahan Terbatas

Saat dikonfirmasi, Agus, selaku Humas SMPN 2 Loceret, membenarkan bahwa pembakaran sampah dilakukan di area sekolah.

“Lahan sekolah memang minim, jadi kami membakar sampah di situ. Terima kasih atas masukan dan sarannya, akan kami pertimbangkan,” ujarnya kepada Aswinnews.com.


🗒️ Catatan Redaksi:

Kondisi seperti ini menunjukkan minimnya pengawasan dan pembinaan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk, khususnya di bidang Sarana dan Prasarana (Sarpras). Pembakaran sampah di lingkungan sekolah bukan hanya mengganggu kenyamanan belajar, tetapi juga mengancam kesehatan peserta didik dan mencoreng prinsip sekolah ramah lingkungan.

Aswinnews.com mendorong Kepala Bidang Sarpras Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk untuk segera turun tangan, memberikan pembinaan, dan memastikan pengelolaan sampah di sekolah dilakukan secara aman, sehat, dan berwawasan lingkungan.

Kartolo

Recent Posts

Musrenbangdes Perkebunan Pulau Rambung Digelar, Pengaspalan Jalan 2,5 Kilometer Jadi Prioritas RKPDes 2027

LANGKAT, Aswinnews com– Pemerintah Desa Perkebunan Pulau Rambung, Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat, menggelar Musyawarah Perencanaan…

17 menit ago

Rangkul Ulama, Kapolres Langkat Perkuat Sinergi dengan MUI Demi Wujudkan Kamtibmas yang Sejuk dan Kondusif

Langkat, AswinNews, com -Komitmen Polres Langkat dalam membangun keamanan yang berlandaskan kolaborasi dengan seluruh elemen…

52 menit ago

Cadisdik Wilayah XII Pimpin Sertijab Plt Kepala SMAN 7 Tasikmalaya, Roro Rosita Resmi Emban Amanah Baru

Tasikmalaya – Aswinnews.comTongkat estafet kepemimpinan di SMA Negeri 7 Tasikmalaya kembali bergulir. Pelaksana Tugas (Plt.)…

58 menit ago

Mari Kibarkan Merah Putih, Bukti Cinta Tanah Air Menyambut HUT RI Ke-81

Mengibarkan Merah Putih, Menjaga Warisan Kemerdekaan Oleh: Drs. M. Isa AlimaKaperwil Media Aswinnews.com Aceh Bulan…

1 jam ago

Polsek Hinai Ungkap Kasus Pencurian Kabel Tower XL Smart, Satu Pelaku Ditangkap, Satu Masih Buron

Langkat – Aswinnews.com Personel Polsek Hinai, Polres Langkat, berhasil mengungkap kasus dugaan pencurian dengan pemberatan…

1 jam ago

DPC Grib Jaya Indramayu Gelar Rakercab 2026 DiHotel Trisula Berjalan Lancar Dan Sukses

INDRAMAYU, –aswinnews.com- Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu Jaya (GRIB JAYA) Kabupaten Indramayu…

7 jam ago