🖋️ Penulis: Ted/Rendra
🗞️ Editor: Kenzo – Redaksi Aswinnews.com, Tajam, Akurat, Terpercaya, Berimbang, dan Ter-update
MALANG – aswinnews.com | Kamis, 2 Oktober 2025
Dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional 2025, tiga lembaga KB/PAUD di Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, menggelar kegiatan kolaboratif bertajuk “Festival dan Gebyar Anak Indonesia Hebat Finger Painting Mamaia”. Acara yang berlangsung di kawasan Taman Wisata Waduk Selorejo, Ngantang, ini juga terkoneksi secara live dengan KB/PAUD dari dua kecamatan lain, yakni Pujon dan Kasembon.
Kegiatan ini diprakarsai oleh HIMPAUDI Malabar (Pujon, Ngantang, Kasembon), dengan melibatkan tiga lembaga: KB/PAUD Dewi Sartika, KB/PAUD Cahaya Hati, dan KB/PAUD Rumah Ilmu. Puluhan anak usia dini bersama bundanya turut serta dalam kegiatan finger painting dengan nuansa batik, sebagai media ekspresi kreatif sekaligus bentuk pengenalan budaya sejak dini.
Apresiasi dari Kepala KB/PAUD

Dalam sambutannya, In Sugiarti, S.Sos, Kepala KB Dewi Sartika, menyampaikan apresiasi atas antusiasme seluruh peserta.
“Semoga kegiatan ini mempererat kebersamaan antar KB/PAUD di Ngantang, sekaligus menanamkan cinta budaya bangsa kepada anak-anak sejak usia dini,” ungkapnya.
Tujuan dan Harapan
Sementara itu, salah satu pengurus HIMPAUDI Kecamatan Ngantang, Nadya Blezynsky, menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya sekadar perayaan, melainkan juga sarana edukasi.
“Melalui kegiatan melukis, finger painting, hingga ecoprint, anak-anak dilatih untuk lebih kreatif sekaligus mengasah motorik halusnya. Yang terpenting, mereka diperkenalkan pada batik sebagai warisan budaya bangsa,” jelas Nadya.
Nadya berharap ke depan, kegiatan semacam ini dapat ikut mempromosikan batik khas Ngantang agar lebih dikenal dan dicintai masyarakat luas. Ia juga menekankan pentingnya perhatian pemerintah daerah terhadap pendidikan anak usia dini.
“Pemkab Malang dan Dinas Pendidikan diharapkan terus mendukung terwujudnya layanan PAUD Holistik Integratif (PAUD HI). Program ini sangat penting untuk memenuhi kebutuhan esensial anak secara komprehensif—pendidikan, kesehatan, gizi, pengasuhan, hingga perlindungan,” tegasnya.
Acara berlangsung meriah, tertib, dan penuh antusiasme. Sebagai penutup, kegiatan ditandai dengan sesi foto bersama anak-anak, orang tua, guru, dan panitia, yang semakin menegaskan semangat kebersamaan dalam memperingati Hari Batik Nasional.
Catatan Redaksi
Hari Batik Nasional yang diperingati setiap 2 Oktober bukan hanya momentum untuk mengenakan batik, tetapi juga kesempatan menanamkan nilai budaya sejak usia dini. Kegiatan kolaboratif tiga KB/PAUD di Malang ini mencerminkan pentingnya sinergi pendidikan, seni, dan tradisi dalam membentuk karakter anak di masa golden age. Redaksi menilai, dukungan pemerintah daerah terhadap program PAUD Holistik Integratif menjadi kunci keberhasilan mencetak generasi penerus bangsa yang sehat, cerdas, dan berkarakter.
![]()
