🖋️ Penulis: Dikun | Sumber: Ali Musa (Pengamat)
🗞️ Editor: Kenzo – Redaksi Aswinnews.com – Tajam, Akurat, Terpercaya, Berimbang, dan Ter-update
BANDA ACEH – Acara pelantikan salah satu organisasi perempuan di Banda Aceh menuai sorotan masyarakat. Pasalnya, rangkaian kegiatan yang digelar sejak Kamis (25/9/2025) hingga Sabtu (27/9/2025) berlangsung hingga melewati tengah malam.
Informasi yang dihimpun, kegiatan diawali dengan pertemuan di sebuah kafe pada Kamis (25/9). Keesokan harinya, Jumat (26/9), dilaksanakan gladi resik pengukuhan di Anjong Mon Mata, Banda Aceh. Acara yang semula dijadwalkan selesai setelah salat Jumat tertunda beberapa kali karena gedung dipakai untuk agenda lain. Gladi resik akhirnya baru selesai pada Sabtu (27/9) dini hari sekitar pukul 00.30 WIB.
Sementara itu, acara pengukuhan resmi digelar pada Sabtu (27/9) pukul 09.00 WIB. Namun kegiatan berlanjut hingga malam hari dengan hiburan bernyanyi dan berjoget bersama, dan baru usai sekitar pukul 01.00 WIB.
Sejumlah pihak menilai, meskipun tujuan organisasi perempuan tersebut dinilai baik dalam pemberdayaan sosial, namun jadwal kegiatan hingga larut malam dianggap kurang tepat. Kondisi ini dikhawatirkan menimbulkan prasangka negatif, terutama karena Aceh menerapkan hukum syariat Islam yang menekankan batasan aktivitas di ruang publik, khususnya bagi kaum perempuan.
Pengamat sosial Ali Musa menyoroti beberapa aspek yang perlu diperhatikan oleh organisasi perempuan dalam menyusun agenda kegiatan, di antaranya:
“Organisasi perempuan semestinya menjadi teladan. Kegiatan positif sebaiknya dijadwalkan pada waktu yang lebih proporsional, sehingga tidak mengganggu kewajiban rumah tangga maupun norma sosial,” ujar Ali Musa.
Hingga berita ini diturunkan, pihak penyelenggara belum memberikan keterangan resmi terkait alasan kegiatan berlangsung hingga melewati tengah malam.
Masyarakat berharap, ke depan aktivitas organisasi perempuan dapat tetap produktif, namun lebih memperhatikan norma syariat, adab rumah tangga, dan keseimbangan peran perempuan di ranah publik maupun domestik.
Catatan Redaksi
Aswinnews.com menekankan bahwa pemberdayaan perempuan melalui organisasi merupakan hal positif dan perlu didukung. Namun, tata laksana kegiatan publik tetap harus memperhatikan norma sosial, nilai budaya, dan ketentuan syariat yang berlaku di Aceh, agar tujuan mulia organisasi tidak justru menimbulkan kontroversi atau prasangka negatif di masyarakat.
Sigli-AswiNews.com-Di tengah dinamika pelayanan kesehatan yang terus berkembang, Direktur RSUD Tgk. Chik Ditiro Sigli, drg.…
Purwakarta, Aswinnews.com – April 2026(KMP) mengungkap temuan serius yang mengarah pada dugaan tindak pidana lingkungan…
Bengkulu – AswinNews.com —Mencuatnya kabar pegawai Kelurahan Malabro tidak menerima gaji selama tiga bulan memicu…
Purwakarta Aswinnews.com– Suasana hangat dan penuh kebersamaan mewarnai perayaan hari ulang tahun (milad) ke-47 Bunda…
Kediri -aswinnews.com- Sisawa Kelas XI tehnik Pengelasan dan Fabrikasi Logam ( TPFL ) 1 dari…
BANDA ACEH – AswinNews.com — Ada bentuk kerja yang tak membutuhkan sorak sorai, namun dampaknya…