🖊️ Penulis: Aceng S.H
✍️ Editor: Kenzo – Redaksi Aswinnews.com, Tajam, Akurat, Terpercaya, Berimbang, dan Ter-Update
ASWINNEWS.COM – CIREBON – Warga di sekitar Jalan Rajawali Timur III, Kelurahan Larangan, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, mengeluhkan bau menyengat yang diduga berasal dari Dapur SPPG Harjamukti. Limbah sisa makanan dan pencucian peralatan disebut dibuang langsung ke selokan tanpa proses penyaringan (filterisasi) yang memadai, sehingga menimbulkan aroma tak sedap dan mengganggu kenyamanan warga.
Keluhan warga ini mendorong awak media melakukan investigasi. Saat dikonfirmasi, pihak pengelola dapur membantah tuduhan pengelolaan limbah yang buruk. Mereka mengklaim proses penyajian, distribusi, hingga sterilisasi berjalan baik, bahkan dilakukan pembersihan selokan secara rutin.
Namun, hasil penelusuran di lapangan menunjukkan hal sebaliknya. Bau limbah masih sangat menyengat dan mencemari lingkungan sekitar, menimbulkan pertanyaan serius soal standar kebersihan dan pengelolaan limbah di dapur tersebut.
Menanggapi persoalan ini, Ketua Dewan Pembina DPP Asosiasi Wartawan Internasional (ASWIN), Aceng Syamsul Hadie, S.Sos., MM, meminta Walikota Cirebon turun langsung meninjau lokasi.
“Sebaiknya Walikota Cirebon melihat langsung kondisi limbah dari Dapur SPPG Harjamukti. Jika benar terbukti mencemari lingkungan, segera tutup dapur tersebut,” tegas Aceng.
Menurutnya, pengawasan terhadap dapur SPPG tidak boleh hanya fokus pada kualitas gizi dan distribusi makanan, tetapi juga pada aspek kebersihan dan pengelolaan limbah.
“Ini benar-benar keterlaluan. Bau menyengat sekali. Terkesan pihak pengelola lebih mengutamakan keuntungan daripada pelayanan kepada masyarakat,” pungkasnya.
Catatan Redaksi
Persoalan lingkungan akibat pengelolaan limbah yang buruk tidak hanya menimbulkan gangguan kenyamanan, tetapi juga ancaman kesehatan bagi masyarakat sekitar. Redaksi Aswinnews menilai, desakan untuk menutup sementara Dapur SPPG Harjamukti patut dipertimbangkan apabila tidak ada langkah perbaikan nyata.
Penanganan limbah harus menjadi prioritas dalam setiap unit penyedia makanan berskala besar. Pemerintah daerah, dalam hal ini Walikota Cirebon, diharapkan segera turun tangan, melakukan investigasi independen, dan memastikan standar lingkungan benar-benar ditegakkan.
SIGLI – AswinNews.com — MTsS Ahsan Qur’ani di bawah pimpinan Tgk. Balia Hasballah, anggota DPRK…
Pagar Dewa, Kota Bengkulu – AswinNews.com — Polemik sengketa lahan yang menyeret sebuah PAUD ke…
Langsa Aawinnews.com– Pemerintah Kota (Pemko) Langsa menggelar upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 di…
Langkat, -aswinnews.com- Kepala dinas pendidikan kabupaten Langkat Ilhamsyah Bangun terlihat meninjau progres program revitalisas bantuan…
Rakyat Terpojok, Developer Gulung Tikar, Krisis Ini Tak Hanya Soal Harga, Tapi Keadilan BANDA ACEH…
Kabupaten Cirebon -aswinnews.com- Kegiatan Audiensi yang berlangsung antara Dewan Pimpinan Pusat Bikers Journalist Indonesia (DPP…