Penulis Yoseph~ wartawan Aswinnews.com Purwakarta,/ Laporan Team investigasi khusus, |
Editor Kenzo Redaksi, Tajam, Akurat, Terpercaya, berimbang dan Ter-update
Purwakarta – Aswinnews | 11 September 2025
Kasus skandal di SMAN 1 Cibatu, Purwakarta, yang sebelumnya mencuat ke publik, kini memasuki babak baru. Alih-alih memberikan klarifikasi, Kepala Sekolah berinisial AR justru diduga menghindar dari upaya konfirmasi wartawan dan mendelegasikan permasalahan kepada jajaran wakil kepala sekolah.
Sebelumnya, Aswinnews.com telah memberitakan kasus hubungan terlarang antar siswa yang disertai dugaan penyalahgunaan wewenang oleh guru BK. Pemberitaan itu menimbulkan keresahan publik karena menyangkut perlindungan anak serta etika tenaga pendidik.
Tim Aswinnews sudah dua kali mencoba meminta hak jawab kepada Kepala Sekolah SMAN 1 Cibatu terkait pemberitaan tersebut. Namun, upaya klarifikasi berulang kali menemui jalan buntu.
Pada pertemuan pertama, Kepala Sekolah AR tidak hadir dengan alasan dinas luar.
Pada pertemuan kedua, sesuai kesepakatan pada Kamis (11/9/2025), AR kembali tidak hadir dengan alasan keluar kantor. Ia hanya mendelegasikan klarifikasi kepada wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, humas, dan sarana prasarana.
Sayangnya, para wakil kepala sekolah tersebut tidak memberikan jawaban substantif atas kasus yang mencuat. Mereka hanya menyampaikan permintaan maaf secara lisan tanpa solusi konkret.
Informasi yang diterima redaksi, pihak sekolah bahkan diduga berupaya menekan media dengan meminta KP3K dan jajaran wakasek menghubungi wartawan Aswinnews agar berita sebelumnya diturunkan (takedown), tanpa memberikan hak jawab resmi sebagaimana diatur dalam UU Pers Nomor 40 Tahun 1999.
Hal ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai transparansi pihak sekolah dalam menyikapi kasus yang sudah menyentuh kepentingan publik.
Sikap menghindar Kepala Sekolah AR bertolak belakang dengan kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang mendorong pendekatan rehabilitasi dan pembinaan karakter bagi siswa yang bermasalah, termasuk yang terlibat narkoba maupun pelanggaran berat lainnya.
Alih-alih mengupayakan rehabilitasi dan pembinaan sebagaimana program “Pendidikan Karakter di Barak Militer”, pihak SMAN 1 Cibatu justru memilih jalan pintas dengan mengeluarkan siswa-siswi yang terlibat.
Keputusan ini dinilai sebagai bentuk pengabaian tanggung jawab moral dan profesional, yang seharusnya menjadi tugas utama pendidik untuk menyelamatkan masa depan peserta didik.
Catatan Redaksi:
Kasus ini memperlihatkan adanya ketidakseriusan pihak sekolah dalam menangani persoalan pendidikan yang sangat krusial. Skandal yang melibatkan siswa di bawah umur seharusnya ditangani dengan langkah:
Pendidikan adalah garda terdepan dalam mencetak generasi Indonesia Emas 2045. Jika skandal seperti ini dibiarkan tanpa penanganan yang tepat, maka bukan hanya siswa yang kehilangan masa depan, tetapi juga wibawa dunia pendidikan yang dipertaruhkan.
Aswinnews menyerukan agar Dinas Pendidikan Jawa Barat dan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) segera turun tangan melakukan investigasi dan evaluasi terhadap kepemimpinan Kepala Sekolah SMAN 1 Cibatu.
Langkat – AswinNews.com — Polsek Tanjung Pura jajaran Polres Langkat kembali menunjukkan komitmennya dalam memberantas…
Bengkulu – AswinNews.com — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota Bengkulu menggelar Musyawarah Anak…
LANGKAT – AswinNews.com — Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial Kabupaten Langkat menggelar Rapat Koordinasi (Rakor)…
JOMBANGKAB – AswinNews.com — Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) ke-54…
TIMUR TENGAH -aswinnews.com- Kasus penangkapan dua jurnalis Indonesia dalam misi kemanusiaan menuju Gaza memang menjadi…
MIDDLE EAST -aswinnews.com- The arrest of two Indonesian journalists on a humanitarian mission to Gaza…