Mahasiswa FMN Desak Pemerintah Hentikan Kriminalisasi dan Tanggapi Tuntutan Rakyat

๐Ÿ–‹๏ธ Penulis: Juniadi Aripin (Wartawan Jambi)
โœ๏ธ Editor: Kenzo
Redaksi AswinNews.com โ€“ Tajam, Akurat, Berimbang, dan Ter-Update

JAKARTA โ€“ ASWINNEWS.COM โ€“ Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Front Mahasiswa Nasional (FMN) kembali menggelar aksi di Jakarta, Senin (8/9/2025), dengan membawa seruan keras kepada pemerintah agar menghentikan kriminalisasi dan pemidanaan terhadap aktivis serta demonstran.

Dalam pernyataannya, FMN menuding pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan elit politik kian bersikap represif. Mereka menyoroti praktik intimidasi, penggeledahan, hingga penangkapan terhadap massa aksi yang dianggap sebagai bentuk pembungkaman kebebasan berekspresi.

โ€œKami menolak segala bentuk kriminalisasi terhadap gerakan rakyat. Aparat tidak boleh menjadi alat untuk membungkam suara rakyat,โ€ tegas salah satu orator aksi.

FMN juga menyinggung 17+8 tuntutan yang telah diajukan kepada pemerintah namun belum mendapat jawaban resmi. Mereka mendesak negara segera bertanggung jawab atas korban jiwa dan luka-luka yang terjadi akibat tindakan represif aparat dalam beberapa aksi sebelumnya.

Enam Tuntutan Utama Mahasiswa:

  1. Hentikan kriminalisasi, intimidasi, dan penangkapan terhadap aktivis serta demonstran.
  2. Bebaskan seluruh aktivis dan massa aksi yang ditangkap tanpa syarat.
  3. Hentikan penggunaan TNI/Polri dalam penanganan aksi rakyat.
  4. Negara wajib bertanggung jawab atas korban jiwa dan luka akibat aksi represif.
  5. Hentikan politik pecah belah dan upaya pembungkaman terhadap gerakan rakyat.
  6. Kembalikan kedaulatan rakyat, tegakkan demokrasi sejati, dan tolak praktik otoriter Orde Baru.

Aksi yang digelar di beberapa titik strategis Jakarta ini berlangsung kondusif meski dijaga ketat aparat kepolisian. Mahasiswa menyerukan solidaritas nasional agar seluruh elemen rakyat, termasuk buruh, petani, dan pelajar, bersatu memperjuangkan keadilan sosial dan demokrasi yang sejati.


Catatan Redaksi:

Gerakan mahasiswa selalu menjadi barometer demokrasi di Indonesia. Aksi seperti ini mencerminkan kritik terhadap kebijakan pemerintah yang dianggap mengarah pada otoritarianisme. Namun, di sisi lain, pemerintah menilai pengamanan aksi penting untuk menjaga ketertiban umum. Redaksi mengimbau masyarakat untuk mengutamakan dialog dan jalur konstitusional agar perbedaan pendapat tidak memicu kekerasan.

Kartolo

Recent Posts

Cegah Konflik Berdimensi Agama, Kepala KUA Salapian Dorong Pembentukan Tim EWS di Kabupaten Langkat

LANGKAT โ€“ AswinNews.com โ€” Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial Kabupaten Langkat menggelar Rapat Koordinasi (Rakor)…

1 jam ago

Bupati Warsubi di HKG PKK ke-54: Keluarga Kuat Jadi Fondasi Utama Pembangunan Jombang

JOMBANGKAB โ€“ AswinNews.com โ€” Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) ke-54…

2 jam ago

Ketua Dewan Pembina Pusat ASWIN Desak Prabowo Subianto Selamatkan Jurnalis Tertangkap Israel

TIMUR TENGAH -aswinnews.com- Kasus penangkapan dua jurnalis Indonesia dalam misi kemanusiaan menuju Gaza memang menjadi…

6 jam ago

Chair of ASWIN Central Advisory Board Urges Prabowo Subianto to Rescue Journalists Detained by Israel

MIDDLE EAST -aswinnews.com- The arrest of two Indonesian journalists on a humanitarian mission to Gaza…

6 jam ago

Sekjen DPP PJS Kecam Keras Dugaan Penculikan 4 Jurnalis Indonesia dan 1 Relawan oleh Tentara Israel

JAKARTA โ€“aswinnews.com- Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Pro Jurnalismedia Siber (DPP PJS), Abdul Rasyid Zaenal,…

6 jam ago

KUNJUNGAN KE WISATA BERASTAGI TANAH KARO KAPERWIL SUMUT

BERASTAGI, Aawinnews.com-19 Mei 2026 โ€“ di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, merupakan salah satu destinasi wisata…

6 jam ago