MAJALENGKA,Aswinnews.com – Pada Hari Minggu,17 Agustus 2025 Bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-80,Bupati Majalengka H. Eman Suherman, M.M. meluangkan waktu untuk berkunjung dan bertakziah ke Pondok Pesantren Nurul Barokah Kancana,sebagai bentuk bela sungkawa dan penghormatan atas wafatnya pendiri sekaligus pengasuh pesantren,KH. Endin Muhyidin atau yang lebih dikenal sebagai Apa NB
Dalam suasana yang haru namun penuh kehangatan, Bupati disambut oleh keluarga besar pondok pesantren, para dewan asatidz, serta tokoh masyarakat. Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya salah satu ulama karismatik Majalengka yang telah mendedikasikan hidupnya untuk pendidikan, dakwah, dan pembinaan generasi muda.
“Saya atas nama pribadi, keluarga, dan Pemerintah Kabupaten Majalengka mengucapkan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya atas wafatnya KH. Endin Muhyidin. Beliau bukan hanya milik keluarga dan para santri, tapi juga milik masyarakat luas. Warisan perjuangan dan ilmunya akan selalu hidup di hati kita semua,” ujar Bupati.
KH. Endin Muhyidin wafat pada hari Rabu,6 Agustus 2025 di Rumah Sakit 45 Kuningan. Kepergian beliau menyisakan duka yang mendalam, tidak hanya bagi keluarga, para santri dan alumni, tetapi juga masyarakat luas, karena kiprahnya selama puluhan tahun dalam mendidik dan membina umat melalui pendidikan pesantren.
Bupati Eman juga menyampaikan *permohonan maaf secara khusus* kepada keluarga dan para santri karena baru dapat hadir bertakziah. “Saya mohon maaf baru sempat hadir hari ini karena beberapa hari terakhir begitu padat dengan rangkaian kegiatan kenegaraan menyambut Hari Kemerdekaan. Namun saya pastikan, doa dan rasa kehilangan saya kepada almarhum tidak pernah surut,” ungkapnya tulus.
Ia juga menekankan pentingnya meneruskan perjuangan Apa NB dalam mencetak kader ulama dan generasi bangsa yang sholeh, cerdas, dan berakhlak. “Apa NB telah mewariskan pesantren sebagai pusat pendidikan dan pembentukan karakter umat. Ini adalah tanggung jawab kita bersama untuk melanjutkannya,” tambahnya.
Kunjungan ini menjadi bentuk nyata penghargaan pemerintah daerah terhadap kontribusi besar ulama dalam membangun moral dan spiritual masyarakat. Suasana penuh doa, haru, dan keikhlasan mewarnai momen ini sebagai bentuk penghormatan terakhir untuk seorang guru bangsa yang telah berpulang.
Semoga segala amal ibadah, ilmu, dan perjuangan KH. Endin Muhyidin diterima Allah SWT dan menjadi ladang pahala yang terus mengalir. *Selamat jalan, Apa NB. Warisan perjuanganmu akan terus kami jaga.*(Aris)
Purwakarta Aswinnews.com– Suasana hangat dan penuh kebersamaan mewarnai perayaan hari ulang tahun (milad) ke-17 Bunda…
Kediri -aswinnews.com- Sisawa Kelas XI tehnik Pengelasan dan Fabrikasi Logam ( TPFL ) 1 dari…
BANDA ACEH – AswinNews.com — Ada bentuk kerja yang tak membutuhkan sorak sorai, namun dampaknya…
Tasikmalaya – AswinNews.com — SMAN 1 Jatiwaras Kabupaten Tasikmalaya terus berinovasi dalam menciptakan lingkungan sekolah…
JAKARTA – AswinNews.com — Indonesian Fisherman Association (INFISA) kembali menyuarakan desakan darurat kepada Pemerintah Republik…
Subang – AswinNews.com — SMK Negeri 2 Subang menggelar kegiatan evaluasi program sekolah yang melibatkan…