Ironi HUT Bengkalis ke-513: Euforia di Panggung, Jeritan ASN dan Perangkat Desa di Balik Layar

🖋️ Penulis: Harry
✍️ Editor: Kenzo | Redaksi AswinNews.com – Tajam, Akurat, Berimbang, Terpercaya dan Ter-Update
📍 Bengkalis, 25 Juli 2025

BENGKALIS — ASWINNEWS.COM | Di tengah gemerlap perayaan Hari Ulang Tahun ke-513 Kabupaten Bengkalis, suara-suara lirih dari aparatur sipil negara (ASN) dan perangkat desa menggema pilu di balik panggung seremoni.

Sementara anggaran ratusan juta rupiah digelontorkan untuk berbagai kegiatan seperti lomba gasing dan Tabligh Akbar bersama Ustadz Hilman Fauzi yang akan digelar Selasa, 29 Juli mendatang di Lapangan Tugu Bengkalis, ribuan ASN dan perangkat desa justru masih bergelut dengan tagihan, utang, dan tunggakan hidup.

Gaji ke-13, Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) dua bulan terakhir, serta dana desa ADD dan tunda salur tahun 2024 belum juga dibayarkan hingga hari ini.

“Lucu rasanya. Di atas panggung bicara soal berkah dan marwah, tapi kami di bawah malah kian tercekik utang. Ini bukan lagi soal iman, ini tentang keadilan,” ungkap salah satu ASN yang meminta namanya dirahasiakan.

Kemarahan serupa juga datang dari perangkat desa di wilayah daratan Bengkalis. Mereka merasa ditelantarkan dalam diam, sementara anggaran seremonial terus mengalir tanpa hambatan.

“Perlombaan gasing saja sudah dimulai. Ada tenda, konsumsi, hadiah. Tapi kami? Masih dikejar penagih utang. Malu kami, padahal kami ini pegawai pemerintah,” keluh seorang kepala dusun.

Kondisi ini menimbulkan tanda tanya besar di kalangan publik: bagaimana prioritas anggaran daerah disusun? Apakah pesta ulang tahun lebih penting ketimbang kewajiban pemerintah terhadap pegawainya?

Tema perayaan tahun ini — “Menjaga Marwah, Meraih Berkah” — justru dianggap sebagai lelucon pahit.

“Marwah siapa yang dijaga kalau gaji kami digantung? Berkah apa yang mau diraih kalau kami tak bisa beli beras untuk keluarga?” sindir seorang guru honorer yang juga terdampak.

Minimnya transparansi dan lambannya respons dari Pemkab Bengkalis, khususnya Bupati Kasmarni yang hingga berita ini diterbitkan belum memberi pernyataan resmi, semakin memperkuat kesan bahwa ada yang sengaja ditutup-tutupi.

Sementara itu, para pegawai dan perangkat desa hanya bisa berharap: semoga hak-hak dasar mereka tidak terus dikorbankan atas nama pesta dan pencitraan tahunan.


Redaksi Aswinnews.com

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *