Festival Pacu Jalur Kuansing 2025 Siap Go Internasional, Wapres hingga Musisi AS Dipastikan Hadir

KUANSING(Riau) – ASWINNEWS.COM – Festival Pacu Jalur Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, semakin membuktikan diri sebagai ajang budaya kelas dunia. Tahun ini, puncak festival yang digelar pada 20–24 Agustus 2025 di Tepian Narosa, Teluk Kuantan, akan dihadiri oleh Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka, sejumlah menteri, serta perwakilan dari 10 negara sahabat.

Fenomena viral penari Tukang Luan (pemimpin laju perahu Jalur) yang bergaya atraktif hingga dijadikan tren “aura farming” di media sosial telah memicu atensi global. Bahkan sejumlah tokoh internasional seperti pemain Paris Saint-Germain, AC Milan, hingga pembalap MotoGP Marc Marquez ikut menirukan aksi unik tersebut.

Menariknya, musisi asal Amerika Serikat, Melly Mike, yang lagunya “Young Black and Rich” digunakan dalam video viral itu, akan hadir langsung tanpa bayaran dan tampil pada malam puncak festival sebagai bentuk penghargaan atas pelestarian budaya lokal yang memperkenalkan musiknya secara global.

Kepastian kehadiran Wapres Gibran disampaikan langsung oleh Bupati Kuansing, Suhardiman Amby, usai bertemu di Jakarta, Rabu (23/7). “Ini sejarah baru bagi Kuansing. Wapres tidak hanya mengikuti tren, tapi benar-benar akan hadir langsung bersama masyarakat,” ujarnya.

Selain Wapres, beberapa pejabat tinggi negara juga dipastikan hadir seperti Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Menteri Pemuda dan Olahraga, serta Wakil Menteri Pariwisata. Sementara kedutaan besar dari 10 negara yang akan ikut meramaikan antara lain Georgia, Mesir, Bangladesh, Rwanda, Bosnia & Herzegovina, Angola, Serbia, Mozambik, Fiji, dan Malaysia.

Festival Pacu Jalur merupakan tradisi yang telah berlangsung sejak abad ke-17, dan sejak 2014 ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda oleh Kemendikbud. Tahun ini, acara ini juga masuk dalam program Karisma Event Nusantara (KEN) 2025, salah satu dari 110 agenda pariwisata unggulan nasional.

“Target kami tahun ini bukan hanya jumlah wisatawan, tetapi juga dampak ekonomi dan promosi budaya. Kehadiran para tamu negara jadi momentum luar biasa,” tutup Suhardiman.

Penulis Harry

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *