Indramayu – AswinNews.com – Dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80, Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Al-Zaytun menggelar Lomba Kreativitas Warga Belajar Berbasis Kearifan Lokal pada Sabtu, 19 Juli 2025. Kegiatan yang dilangsungkan di Gedung Bazaar Al-Zaytun ini menjadi panggung ekspresi warga belajar untuk menampilkan karya terbaik mereka, mulai dari makanan dan minuman, fesyen, hingga kerajinan tangan hasil daur ulang.

Kepala PKBM Al-Zaytun, Dr. Ali Aminulloh, M.Pd.I., ME., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian lomba yang telah dimulai sebelumnya, seperti cerdas cermat, cipta puisi, dan lagu. “Lomba ini bukan sekadar kompetisi, melainkan implementasi nyata dari pendidikan berbasis pemberdayaan yang kami usung. Tujuan akhirnya adalah membentuk kemandirian warga belajar, baik secara sosial maupun ekonomi,” ujarnya dalam sambutan.
Dr. Ali juga menambahkan bahwa kegiatan ini terinspirasi dari hasil Workshop Nasional Direktorat PNFI yang diikutinya beberapa waktu lalu. “Kami ingin membuka ruang agar potensi yang pernah terpendam bisa muncul kembali, terutama bagi warga belajar yang rata-rata berusia 40 tahun ke atas,” jelasnya.
Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari Bunda Emilia Iskandar, S.Pd., M.M., Kepala Bidang PNFI Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi pendekatan PKBM Al-Zaytun yang mengusung kearifan lokal dan membina kewirausahaan secara konkret. “Kegiatan ini bukan hanya memperkuat pembelajaran, tetapi juga membangun karakter dan membuka peluang ekonomi,” tuturnya.
Sebagai bentuk dukungan, Bunda Emil bahkan mengundang para pelaku UMKM dari PKBM Al-Zaytun untuk mengikuti pameran di Kantor Disdik Indramayu pada 6 Agustus mendatang, dan di tingkat provinsi di Bandung pada 9 September 2025.

Lomba dinilai oleh tim juri dari unsur Disdik, tutor senior, dan guru Al-Zaytun. Kelas Paket A dinobatkan sebagai juara pertama, disusul Paket C kelas C1 di posisi kedua, serta Paket B1 dan B3 sebagai juara ketiga bersama.
Suasana haru dan hangat menutup acara ketika seluruh peserta menyanyikan lagu “Kemesraan” bersama, menciptakan kenangan mendalam yang mempererat semangat kebersamaan. PKBM Al-Zaytun kembali membuktikan bahwa pendidikan nonformal mampu menjadi jembatan menuju kemerdekaan sejati — kemerdekaan berpikir, berkarya, dan berdaya.
Penulis: Sujaya
Editor: Abahroy
Redaksi: AswinNews.com
![]()
