Categories: umum

Puasa Asyura Antara Sunnah yang Terlupa Dan Identitas Yang Harus Dijaga

Penulis,Drs Rohiman
Editor,abahroy Redaksi aswinnews

Setiap memasuki bulan Muharram, kita diingatkan pada sebuah ibadah yang Rasulullah SAW cintai: puasa Asyura, tepatnya pada tanggal 10 Muharram.

Dalam banyak hadis, Rasulullah SAW menegaskan keutamaan puasa ini.

Bahkan, beliau menyebut puasa Asyura dapat menghapus dosa setahun yang lalu.

Tawaran pengampunan ini sungguh luar biasa, tetapi sayangnya sering kita lupakan.

Di sisi lain, puasa Asyura bukan semata ibadah individual.

Ia mengandung pesan kebangsaan umat, identitas Islam yang kokoh.

Pada masa Nabi Muhammad SAW, orang-orang Yahudi juga berpuasa pada tanggal 10 Muharram sebagai peringatan atas selamatnya Nabi Musa AS dan Bani Israil dari kejaran Fir’aun.

Nabi yang bijaksana tidak membiarkan umatnya larut dalam kebiasaan agama lain. Beliau bertekad: “Kalau aku masih hidup tahun depan, aku akan berpuasa pada tanggal sembilan.” Inilah mengapa sunnah puasa tanggal 9 dan 10 Muharram menjadi penting, bukan sekadar menambah hari, tetapi menegaskan syi’ar identitas Islam yang berbeda, yang berdaulat, yang sadar.

Namun, realitas umat hari ini seperti sedang kehilangan fokus.

Puasa Asyura kerap tergeser oleh keramaian peristiwa-peristiwa lain yang lebih populer. Sebagian justru menyempitkan makna Asyura hanya dalam ranah duka, peristiwa tragis wafatnya Sayyidina Husain bin Ali di Karbala.

Tragedi itu memang memilukan dan harus menjadi pelajaran sejarah. Namun, mengerdilkan Asyura menjadi hari berkabung semata adalah kehilangan ruh utama syariat: ibadah, bukan semata ratapan sejarah.

Menghidupkan puasa Asyura hari ini adalah menghidupkan sunnah yang nyaris terpinggirkan.

Ini bukan hanya soal mengejar pahala, tetapi tentang bagaimana kita meneguhkan jati diri sebagai umat Nabi Muhammad SAW yang sadar, taat, dan punya prinsip. Puasa Asyura adalah perlawanan sunyi terhadap lunturnya kesadaran kolektif, dan menjadi tanda bahwa masih ada umat yang memegang erat warisan Rasulullah SAW.

Maka, mari kita kembalikan semangat puasa Asyura dalam keluarga kita, dalam komunitas kita. Jangan biarkan kesempatan pengampunan ini berlalu begitu saja, apalagi hanya menjadi wacana tanpa amal. Sunnah ini terlalu agung untuk dilupakan.

Cirebon,04 Juli 2025

Kartolo

Recent Posts

Upacara Bendera di SMA Negeri 25 Garut Berlangsung Khidmat, Kepala Sekolah Ajak Siswa Perkuat Disiplin dan Karakter

Garut – Aswinnews.com – Suasana khidmat mewarnai pelaksanaan upacara pengibaran Bendera Merah Putih di SMA…

3 jam ago

Disperkim Jabar Gelar Gerakan Senin BerSEKA, Perkuat Budaya Bersih Dan Peduli Lingkungan Kerja

BANDUNG, Aswinnews.com – Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Provinsi Jawa Barat kembali melaksanakan Gerakan Senin…

3 jam ago

Pengawas Bina, Kepala Madrasah, Guru ASN, dan Stakeholder Kemenag Kota Cirebon Ikuti Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas Sambut HUT ke-81 RI

Jakarta – Aswinnews.com Para Pengawas Bina Madrasah, di antaranya Oma Saumadin,S.Pd.I., M.M.,Dra. Ujianti Prihatini, M.Pd.…

12 jam ago

Polres Langkat Amankan Ibadah Minggu Di Empat Gereja, Wujud Komitmen Jaga Kerukunan Umat Beragama

Langkat, Aswinnews.com – Polres Langkat melalui Polsek Padang Tualang melaksanakan pengamanan kegiatan ibadah Minggu dan…

17 jam ago

Liga Intern Jadi Tolok Ukur Kelas Latihan, PERCASI Kota Bandung Rutin Gelar Diklat Catur Yunior

BANDUNG, Aswinnews.com – Pengurus Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PERCASI) Kota Bandung terus menunjukkan komitmennya dalam…

17 jam ago

Konfercab III PA GMNI Purwakarta Kukuhkan Wilman Supondo Secara Aklamasi, Perkuat Konsolidasi Alumni Membumikan Marhaenisme

PURWAKARTA, Aswinnews.com – Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) Kabupaten Purwakarta menggelar Konferensi…

18 jam ago