🖊️ Laporan Jurnalis: Desi Mayasari
📍 Kontributor: MTQ Bengkalis
🗞️ Editor: Kenzo | ASWINNEWS.COM – Tajam, Akurat, Terpercaya, Berimbang, dan Ter-Update
BENGKALIS – ASWINNEWS.COM
Hanya tinggal hitungan hari menuju pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-43 tingkat Provinsi Riau, denyut aktivitas di Kabupaten Bengkalis terasa kian dinamis. Panitia dan warga bahu-membahu menyiapkan segala aspek demi menyambut tamu-tamu dari seluruh penjuru Riau. Sorotan utama tertuju pada Astaka megah di Taman Pasir Andam Dewi, yang tengah dikebut penyelesaiannya.
Pemandangan Rabu malam (25/6/2025) sekitar pukul 22.30 WIB memperlihatkan antusiasme luar biasa masyarakat. Meski malam telah larut, kawasan taman masih dipenuhi oleh ratusan warga yang ingin melihat langsung progres pembangunan panggung utama. Suasana meriah layaknya malam puncak acara sudah terasa, padahal MTQ baru akan dibuka secara resmi pada Sabtu, 28 Juni 2025.
“Ini baru Bengkalis! Belum dibuka saja sudah ramai seperti ini,” ujar salah seorang pengunjung sambil tersenyum, yang hadir bersama keluarganya.
Panitia Lembur, Pemerintah All Out
Pekerja dan panitia terlihat bekerja ekstra, menyelesaikan pencahayaan, tata dekorasi, dan persiapan teknis lainnya. Tak ada jeda—segala elemen dikerjakan dengan presisi untuk menjamin kemegahan panggung utama yang akan menjadi pusat kegiatan MTQ.
Pemerintah Kabupaten Bengkalis tak main-main. Gelaran akbar ini dipersiapkan bukan sekadar sebagai acara seremonial, melainkan sebagai representasi wajah keislaman dan kebudayaan Melayu yang khas Riau.
“Kami ingin MTQ ini tidak hanya sukses secara penyelenggaraan, tetapi juga meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh tamu dan masyarakat,” ungkap salah satu panitia saat ditemui di lokasi.
Bengkalis Bersiap Menjadi Barometer Keagamaan Riau
Sebagai tuan rumah, Bengkalis membawa beban sekaligus kehormatan besar. MTQ ke-43 ini digadang-gadang menjadi etalase kekuatan Bengkalis dalam mengelola event keagamaan tingkat provinsi. Warga berharap penyelenggaraan ini dapat menjadi kebanggaan bersama dan mendorong Bengkalis sebagai barometer kegiatan Islam dan budaya Melayu di Riau.
“Semoga pelaksanaannya lancar, dan Bengkalis bisa menunjukkan kelasnya sebagai tuan rumah yang istimewa,” ucap warga lainnya dengan optimis.
MTQ ke-43 ini akan menjadi momentum strategis tidak hanya bagi kafilah, tetapi juga bagi masyarakat Bengkalis untuk meneguhkan identitas religius dan kultural di tengah arus zaman yang terus bergerak.
![]()
