LABUHA – MALUT – ASWINNEWS.COM-Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Gane Barat Utara, Kabupaten Halmahera Selatan, sejak Minggu sore (22 Juni 2025) pukul 15.00 WIT hingga Senin dini hari (23 Juni 2025) pukul 02.00 WIT, menyebabkan sungai yang berada di antara Desa Batulal dan Gumira meluap dan merendam puluhan rumah warga di Desa Gumira.
Banjir kali ini merupakan yang ketiga kalinya terjadi dan tercatat sebagai yang terparah. Sedikitnya 45 rumah warga terendam dengan ketinggian air mencapai 1,5 meter. Hujan dengan intensitas tinggi baru mulai mereda sekitar pukul 07.04 WIT pada Senin pagi.
Menurut Ahda Muhajir, Ketua Pemuda Desa Gumira, salah satu penyebab parahnya banjir kali ini adalah kondisi sejumlah saluran air (got) yang tidak berfungsi dengan baik. Ia menegaskan bahwa masalah ini perlu segera mendapat perhatian serius, baik dari pemerintah desa maupun kabupaten, untuk mencegah bencana yang lebih besar ke depannya.
“Jika tidak segera ditangani, potensi banjir berikutnya bisa lebih parah,” ujarnya.
Pantauan langsung awak media Aswinnews.com di lokasi menunjukkan kepanikan warga yang berusaha menyelamatkan diri beserta barang-barang berharga. Masjid Al-Fatah di Desa Gumira menjadi lokasi pengungsian sementara bagi warga terdampak.
“Sekitar jam satu malam, air sungai di antara Desa Batulal dan Gumira mulai meluap. Hujannya tidak berhenti dari sore hingga pagi,” ungkap salah satu warga kepada Aswinnews.com.
Hingga Senin pagi, air dilaporkan mulai surut secara perlahan. Proses evakuasi dan penyelamatan dilakukan secara mandiri oleh masyarakat setempat.
“Iya, air sudah mulai surut sedikit-sedikit,” kata Ahda.
Banjir serupa juga pernah terjadi di kawasan ini pada tahun 2018 dengan ketinggian air mencapai sepinggang orang dewasa. Meski demikian, tidak ada korban jiwa dalam kejadian kali ini maupun sebelumnya.
Masyarakat berharap agar Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan memberikan perhatian lebih serius terhadap persoalan infrastruktur yang ada di Desa Gumira.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak BPBD maupun Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan belum memberikan keterangan resmi terkait jumlah kerusakan ataupun rencana tanggap darurat.
Penulis: Sukarsi Ajid
Editor: Abahroy – Redaksi Aswinnews.com
![]()
