Bupati Langkat Dorong Pendidikan Inklusif Lewat Program Paket A, B, dan C untuk Anak Putus Sekolah

🖊️ Laporan Jurnalis: Hambali
📍 Kontributor: Pemerintah Daerah Langkat
🗞️ Editor: Kenzo | ASWINNEWS.COM – Tajam, Akurat, Berimbang, Terpercaya dan Ter-Update

LANGKAT, 19 Juni 2025 — Pemerintah Kabupaten Langkat melalui Dinas Pendidikan berkomitmen menurunkan angka anak putus sekolah melalui Program Pendidikan Kesetaraan Paket A, B, dan C. Program ini secara langsung didorong oleh Bupati Langkat H. Syah Afandin, sebagai langkah nyata membangun masyarakat yang lebih berpendidikan dan berdaya saing.


Prioritaskan Pendidikan untuk Semua Lapisan

Bupati Syah Afandin menegaskan bahwa pendidikan adalah hak semua warga, dan tidak boleh ada anak yang tertinggal hanya karena keterbatasan ekonomi atau akses.

“Kita tidak ingin generasi Langkat kehilangan masa depannya hanya karena terputus dari pendidikan formal. Program Paket A, B, dan C harus menjadi jembatan agar anak-anak kembali mengenyam pendidikan,” ujarnya dalam rapat koordinasi bersama Dinas Pendidikan Langkat.


Dinas Pendidikan Siapkan Pendataan dan Sosialisasi

Gembira Ginting, SP, selaku Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Langkat, menyampaikan bahwa pihaknya telah membentuk tim khusus untuk melakukan pendataan langsung ke desa-desa, sekaligus menyosialisasikan pentingnya pendidikan kesetaraan.

Program ini akan dilaksanakan melalui PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) yang tersebar di berbagai kecamatan di Langkat.

“Kami akan segera turun ke lapangan untuk mengidentifikasi anak-anak yang putus sekolah, serta mengajak mereka kembali belajar sesuai jenjangnya,” jelas Gembira Ginting.


Pendidikan Kesetaraan: Kesempatan Kedua Menuju Masa Depan

Program Paket A, B, dan C merupakan bentuk pendidikan nonformal yang diakui negara dan setara dengan jenjang SD, SMP, dan SMA. Dengan ijazah dari program ini, peserta tetap bisa melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi atau masuk dunia kerja.

Masyarakat diimbau untuk aktif mendaftarkan anak-anak yang belum menyelesaikan pendidikan formal agar dapat segera difasilitasi mengikuti program ini.


📌 Catatan Redaksi:
Pendidikan bukan sekadar ruang kelas dan papan tulis. Ia adalah jembatan menuju masa depan. Ketika pemerintah hadir untuk mereka yang sempat terputus, harapan bisa tumbuh kembali.


Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *