Komunitas Tuna Rungu dan Tuna Wicara di Pidie Menanti Kepedulian yang Nyata dari Pemerintah

🖊️ Penulis: Drs. Isa Alima — Pemerhati Sosial Aceh
📍 Editor: Kenzo | Redaksi ASWINNEWS.COM ~ Tajam, Akurat, Terpercaya, Berimbang, dan Ter-Update

SIGLI, 13 Juni 2025 —
Di sebuah sudut kota yang tenang, di Warkop Zaki Sp. dekat Bundaran Aneuk Mulieng, sekumpulan orang berkumpul tanpa suara. Tak terdengar celoteh atau perbincangan riuh. Namun, dalam gerak tangan mereka, dalam tatap mata yang tenang namun kuat, tersimpan percakapan yang dalam: tentang mimpi, tentang kesetaraan, dan tentang harapan yang telah lama terpendam.

Merekalah komunitas tuna rungu dan tuna wicara di Kabupaten Pidie—warga dengan keterbatasan komunikasi verbal namun penuh daya juang untuk tetap eksis sebagai bagian dari masyarakat yang setara dan bermartabat.

Sebagian dari mereka adalah orang tua, kepala keluarga, dan pekerja keras di sektor informal. Mereka bukan hanya bertahan dalam keterbatasan, tetapi juga berupaya menyatu dalam kehidupan sosial yang sering kali tidak memberi ruang bagi keberadaan mereka.

Pada Jumat pagi yang hangat, Drs. Isa Alima, sosok yang lama berkecimpung di dunia sosial Aceh, hadir menyambangi mereka. Dengan kehadiran seorang penerjemah, ia berbicara dalam bahasa yang tidak bersuara—bahasa hati.

“Mereka bagian dari kita. Mereka punya hak untuk hidup bermartabat. Yang mereka butuhkan bukan belas kasihan, tapi ruang untuk tumbuh. Ini bukan soal empati saja—ini soal keadilan,” tegas Isa Alima.

Sunyi yang Tak Pernah Didengar

Ironisnya, komunitas ini belum sepenuhnya tersentuh oleh program-program pemberdayaan dari Pemerintah Kabupaten Pidie. Tidak ada pelatihan kerja khusus, akses inklusif terhadap lapangan kerja, atau bantuan usaha kecil yang dirancang khusus bagi mereka. Padahal mereka tidak kurang semangat, hanya kurang dukungan.

Seorang anggota komunitas melalui penerjemah menyampaikan:

“Kami memang tidak bisa berbicara, tapi kami ingin didengar. Kami ingin berkontribusi, bukan sekadar menjadi objek belas kasihan.”

Kata-kata itu seperti tamparan lembut—mengingatkan bahwa kehadiran mereka terlalu lama diabaikan dalam sistem yang seharusnya menjangkau semua.

Menunggu Langkah Nyata, Bukan Sekadar Simpati

Komunitas disabilitas ini menginginkan kebijakan yang inklusif:

  • Program pelatihan kerja yang sesuai kebutuhan mereka
  • Akses terhadap fasilitas publik yang ramah disabilitas
  • Pendampingan UMKM bagi anggota komunitas
  • Pendidikan vokasional untuk anak-anak mereka

“Mereka bukan beban negara. Mereka adalah warga negara yang punya hak, punya potensi, dan punya semangat untuk maju. Hanya saja, belum ada pintu yang benar-benar dibuka untuk mereka,” ucap Isa.

Dalam Diam Mereka Mengetuk Hati Pemimpin

Pertemuan singkat itu meninggalkan jejak yang mendalam. Dalam keheningan yang mereka bawa, sesungguhnya ada suara yang lebih nyaring dari orasi: suara hak untuk hidup setara.

Mereka tidak menuntut belas kasihan, tidak meminta perhatian sesaat.
Yang mereka pinta adalah kebijakan yang memeluk, bukan mengasingkan.
Karena dalam diam mereka, ada panggilan yang nyata—agar didengar, dihargai, dan disertakan dalam perjalanan pembangunan Kabupaten Pidie.


đź“· Dokumentasi kegiatan tersedia untuk publikasi lebih lanjut
📌 Untuk informasi atau kolaborasi advokasi komunitas disabilitas, hubungi Redaksi ASWINNEWS.COM


Kartolo

Recent Posts

Reses DPRD Kota Bengkulu Dipenuhi Aspirasi Warga, Pelayanan Rumah Sakit Hingga Drainase Jadi Sorotan

BENGKULU Aswinnews.com– Anggota DPRD Kota Bengkulu Fraksi Hanura Daerah Pemilihan (Dapil) IV, , menggelar Reses…

6 menit ago

Lili Ramdani Ditunjuk sebagai Plt. Kepala SMKN 2 Subang, Tongkat Estafet Kepemimpinan Berlanjut

Subang – Aswinnews.com – Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat kembali…

8 menit ago

Mobil Hias Tanjak Kota Pontianak Jadi Magnet Pawai Pembukaan MTQ XXXIV Kalbar, Angkat Filosofi Adab Dan Syiar Al-Qur’an

KAYONG UTARA Aswinnews.com– Mobil hias berbentuk tanjak yang ditampilkan Kafilah Kota Pontianak menjadi salah satu…

15 menit ago

Tingkatkan Kesejahteraan Warga, Musrenbangdes Simpang Pulo Rambung Sepakati RKP Desa 2027

LANGKAT Aswinnews.com– Pemerintah Desa Simpang Pulo Rambung, Kecamatan Bohorok, Kabupaten Langkat, sukses menggelar Musyawarah Perencanaan…

24 menit ago

Wali Kota Pontianak Gaungkan Gerakan Nasional Kibarkan Merah Putih, Ajak Warga Semarakkan HUT ke-81 RI

PONTIANAK Aswinnews.com– Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, mengajak seluruh elemen masyarakat…

32 menit ago

Ketua Relawan Cinta Aceh Ajak Warga Banda Aceh Kibarkan Merah Putih Sambut HUT ke-81 RI

BANDA ACEH, Aswinnews.com – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Ketua…

1 jam ago