Penulis: Raphael | Editor: Kenzo – AswinNews.com
Tajam, Akurat, Terpercaya, Berimbang, dan Ter-Update
Belu – AswinNews.com
Sabtu, 31 Mei 2025, warga Dusun Naresa A, RT 001/RW 001, Desa Persiapan Raidikur, Kecamatan Tasifeto Barat (Tasbar), Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), menggelar kegiatan sosialisasi pembangunan infrastruktur jalan antar-dusun. Kegiatan ini menjadi momentum penting karena menyuarakan keresahan warga atas kerusakan akses jalan yang selama ini menghambat mobilitas dan aktivitas ekonomi warga.
Desa Persiapan Raidikur sendiri merupakan hasil pemekaran dari Desa Induk Naekasa di kecamatan yang sama. Kondisi infrastruktur di wilayah ini, khususnya jalan penghubung antara Dusun Naekasa dan Dusun Naresa A, saat ini sangat memprihatinkan. Jalan tanah yang dulu menjadi akses utama kini rusak parah bahkan sudah tak bisa dilalui sepeda motor akibat longsor dan kurangnya perawatan.
“Sudah sejak 2013 jalan ini dibangun rabat, tapi sampai sekarang belum pernah ada perbaikan dari pemerintah,” tegas Ferdinandus Manek, S.I.P., Penjabat Kepala Desa Naekasa saat ditemui AswinNews.com di lokasi kegiatan.
Dalam sosialisasi yang dihadiri berbagai elemen masyarakat tersebut, turut hadir Ketua Pendiri Gerbang Indonesia, Bapak Ken Ken, serta Ketua Gerbang Indonesia Provinsi NTT, Maria Imakulata Berek. Ia juga merupakan tokoh masyarakat Dusun Naekasa A yang dihuni oleh 88 kepala keluarga. Mereka bersama para pemuda, tokoh suku, dan masyarakat adat menegaskan bahwa jalan penghubung antar-dusun tersebut sudah terlalu lama diabaikan oleh pemerintah.
“Kami sangat prihatin. Jalan ini bukan hanya jalan biasa. Ini urat nadi kehidupan masyarakat Naekasa dan Raidikur,” kata Maria Imakulata.
Warga berharap melalui pertemuan ini, aspirasi mereka dapat dijadikan program prioritas oleh pemerintah kabupaten. Usulan pembangunan jalan rabat beton sudah diajukan, dan kepala desa menyatakan siap memfasilitasi pengusulan resmi ke Pemerintah Kabupaten Belu.
“Kami siap menyusun program dari Dusun Naresa A untuk diajukan ke tingkat pemerintah daerah,” ujar Pj. Kepala Desa Naekasa, Ferdinandus Manek.
Kerusakan jalan tidak hanya berdampak pada akses fisik, tapi juga pada pelayanan pendidikan, kesehatan, serta distribusi hasil pertanian. Dalam kondisi darurat, warga bahkan kesulitan membawa orang sakit ke fasilitas kesehatan karena jalan tak bisa dilalui kendaraan.
Kini, masyarakat menaruh harapan pada pemerintah agar pembangunan di wilayah perbatasan tidak hanya berhenti pada simbol-simbol administratif, tetapi menyentuh kebutuhan paling dasar: akses jalan yang layak dan aman.
Redaksi Aswinnews.com
Oleh: Bahrudin El-ShiraazAktivis Intelektual, Pegiat Kajian Keislaman Kontemporer dan Isu Geopolitik Timur Tengah Aswinnews.comTimur Tengah…
BENGKULU, Aswinnews.com – Penyidik Polresta Bengkulu bersama tim dari ATR/BPN Kota Bengkulu melakukan pengecekan langsung…
INDRAMAYU, Aswinnews.com – Alat pengukur pemakaian air (water meter) milik sambungan Perumdam Tirta Darma Ayu…
INDRAMAYU – AswinNews.comDalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80, Polres Indramayu bekerja sama…
JAKARTA - Kematian lima calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) selama mengikuti Latihan Dasar…
AswinNews.com | Garut – Kodim 0611/Garut menggelar Serah Terima Jabatan (Sertijab) dan Lepas Sambut Komandan…