JAKARTA – ASWINNEWS.COM | Festival film tahunan Europe on Screen (EoS) kembali digelar dengan semarak, merayakan 25 tahun eksistensinya sebagai jembatan budaya antara Eropa dan Indonesia. Mengusung tema inklusivitas dan keberagaman perspektif, EoS 2025 menghadirkan lebih dari 50 film Eropa pilihan yang membuka ruang bagi suara-suara baru—khususnya perempuan dan sineas pemula.
Sebagai pembuka festival, diputar film Circus Boy – Zirkuskind (Jerman, 2025) garapan Julia Lemke dan Anna Koch, sebuah doku-drama menyentuh tentang kehidupan bocah sirkus keliling bernama Santino. Film ini tidak hanya menghadirkan gelak tawa, tetapi juga meraih penghargaan Special Mention di Berlin International Film Festival 2025 dan masuk seleksi resmi Hot Docs 2025.
Sementara itu, sebagai penutup festival, dipilih film drama emosional The Boy with Pink Pants – Il Ragazzo dai Pantaloni Rosa (Italia, 2024), karya Margherita Ferri. Terinspirasi kisah nyata, film ini menggambarkan realitas pahit perundungan yang dialami remaja Italia, Andrea Spezzacatena. Selain sukses komersial di negara asalnya, film ini juga meraih nominasi Best Adapted Screenplay di David di Donatello Awards 2025.
Tahun ini, lebih dari 50% film yang ditayangkan disutradarai oleh perempuan, sebagian besar adalah debut karya mereka. Hal ini menegaskan komitmen EoS dalam memberi panggung bagi talenta yang selama ini kurang terwakili di industri film global.
“Tahun ini, EoS memberi platform yang dinamis bagi sineas perempuan,” ujar Meninaputri Wismurti, Ko-Direktur Festival EoS 2025. “Sekitar 30 dari 55 film Eropa terseleksi adalah karya sutradara perempuan, mencerminkan wajah baru sinema Eropa yang inklusif dan berani.”
Program istimewa bertajuk “From Locarno to Venice” menjadi sorotan tahun ini, menayangkan lima film pendek karya sineas Indonesia yang telah mendunia dan menyabet penghargaan di festival besar Eropa, di antaranya:
“Saat film saya tayang di Locarno, saya bukan hanya menunjukkan karya, tapi juga membangun jaringan lintas negara,” ujar Monika Vanesa Tedja, sineas dan pemenang Piala Citra 2024 untuk film dokumenter pendek terbaik.
Komitmen EoS terhadap sineas muda kembali dibuktikan melalui Short Film Pitching Project (SFPP), sebuah kompetisi pendanaan bagi film pendek. Tahun ini, jumlah pendaftar meningkat drastis sebanyak 86%, dari 197 di tahun 2024 menjadi 373 proposal, bahkan 20% di antaranya berasal dari luar negeri.
“Lonjakan ini menunjukkan bahwa SFPP mulai diperhitungkan secara global,” kata Nauval Yazid, Ko-Direktur Festival EoS 2025. “Minat dan semangat sineas muda Indonesia untuk bercerita lewat film pendek semakin tinggi dan kompetitif.”
Tahun ini, EoS menghadirkan sejumlah pembaruan, seperti lokasi pemutaran baru di:
Untuk pertama kalinya sejak pandemi, Malam Pembukaan kembali digelar di bioskop pada Kamis, 12 Juni 2025, menjanjikan perayaan sinema yang megah.
Sejak Februari, EoS telah menggelar berbagai sesi Instagram Live dan penayangan film terdahulu di sejumlah kampus dan pusat budaya seperti UPI Bandung, ISI Yogyakarta, ISI Denpasar, dan SAE Jakarta.
Semua pemutaran film EoS 2025 bersifat gratis dan terbuka untuk umum, mempertegas misi festival ini sebagai ruang edukasi, apresiasi, dan kolaborasi lintas budaya.
Penulis: Ine
Editor: Kenzo
AswinNews.com – Tajam, Akurat, Terpercaya, Berimbang, dan Ter-Update
Purwakarta, Aswinnews.com – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Purwakarta menggelar kegiatan diskusi politik di Sekretariat DPC…
Purwakarta – AswinNews.com — Jumat, 15 Mei 2026 — Janji pembangunan infrastruktur kembali menuai sorotan…
Majalengka – AswinNews.com — Jumat, 15 Mei 2026 — Aktivitas tambang galian C diduga ilegal…
Langkat AswinNews,com. - Sebagai bentuk kehadiran Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, Bhabinkamtibmas Polsek…
Oleh :Prof. Dr. TM. Jamil, M.SiPengamat Politik dan Akademisi Universitas Syiah KualaKetua Dewan Penasehat Assosiasi…
By : Wiriadi Sutrisno aswinnews.com Source: Googel Image. 2026 The IAI War (Iran vs.…