๐—ฅ๐—ฒ๐˜€๐—ฝ๐—ผ๐—ป ๐—”๐—ธ๐˜€๐—ถ ๐—จ๐—ป๐—ถ๐˜ƒ๐—ฒ๐—ฟ๐˜€๐—ถ๐˜๐—ฎ๐˜€ ๐—–๐—ฒ๐—ป๐—ฑ๐—ฒ๐—ฟ๐—ฎ๐˜„๐—ฎ๐˜€๐—ถ๐—ต ๐—ฃ๐—ฎ๐—ฝ๐˜‚๐—ฎ

Oleh Dosen Antropologi Uncen ๐—œ๐—ฏ๐—ฟ๐—ฎ๐—ต๐—ถ๐—บ ๐—ฃ๐—ฒ๐˜†๐—ผ๐—ป, P. hD. Doktor Antropologi Lulusan Jerman.

Bacalah Seksama Dibawah Ini!

Pada waktu angkatan sebelum kami, masa kami dan setelah kami, kualitas mahasiswa dan lulusan jauh lebih baik dari tahun-tahun terakhir ini.

Kualitas itu sangat mudah diukur melalui berbagai aktivitas perkuliahan di kampus.

(1). Rata-rata mahasiswa malas kuliah, tidak pernah hadir mengikuti kuliah. 

(2). Mahasiswa yang terlibat dalam kuliah datang, duduk, diam dan pulang.

(3). Dalam ruang kuliah ditanya tidak bisa merespon dan tidak pertisipasi dalam perkuliahan. (4). Sebagian besar mahasiswa muncul pada saat melaksanakan ujian.

(5). Kebanyakan tulisan mereka tidak bisa dibaca dengan baik dalam menjawan soal ujian dan tidak dijawab sesuai dengan soal yang diberikan.

(6). Mereka yang tidak pernah ikut kuliah sering datang menuntut nilai kepada para dosen.

(7). Kebanyakan kelompok yang menuntut nilai tanpa mengikuti aktifitas kuliah ini sering terlibat dalam demonstrasi, palang kampus, dll.

(8). Kualitas skripsi menjadi masalah besar.

 (9). Mayoritas mereka yang tidak aktif kuliah ini adalah anak-anak Papua secara khusus mereka yang berasal dari daerah pegunungan Lapago dan Mepago.

Ini Kenyataan yang kami alami sehari-hari di kampus, dan perlu evaluasi ini secara total.

(10), Setelah lulus mahasiswa dengan kelompok seperti ini tidak bisa bersaing dalam merebut pekerjaan, karena itu mayoritas dari mereka ini terlibat dalam politik pilkada, menciptkan konfliks dalam masyarakat.

Pada waktu saya di Jerman, saya ketemu mahasiswa Papua yang dikirim oleh Pemda Provinsi Papua dan Papua Barat, total jumlah mahasiswa 373 orang. Mereka dikirim sejak tahun 2010 hingga tahun 2019 hanya 4 mahasiswa yang telah selesai D3 (bachelor), dan mereka yang masih bertahan di Jerman sejak 2019 itu hanya 63 orang saja. 310 mahasiswa lebih gagal dan kembali ke Papua. Kemudian pemda kirim mereka ke Amerika dan beberapa negara lain.  Itu artinya, kualitas kita di sini tidak bagus. Karena tiap hari hanya demo-demo saja.

Dosen Antropologi Uncen Ibrahim Peyon

amandus doo

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *