Bongkar Perpisahan Mewah, Kepala MTsN 1 Bengkalis Yusmanto Bungkam, : Wali Murid Merasa Terpaksa Bayar Rp.45 Juta

BENGKALIS, Aswinnews.com – Kepala MTsN 1 Bengkalis, Yusmanto, menjadi sorotan publik setelah kegiatan perpisahan siswa kelas IX yang digelar di Gedung Cik Puan, Sabtu (24/5/2025), dinilai berlebihan dan membebani orang tua siswa. Acara tersebut diikuti 224 siswa dan disebut melibatkan dana hingga Rp45 juta, yang dikumpulkan dari iuran wali murid.

Ironisnya, Yusmanto memilih bungkam saat dimintai klarifikasi. Upaya konfirmasi melalui sambungan telepon maupun pesan tertulis hingga Senin (26/5/2025) hanya dibaca tanpa dibalas.


Wali Murid Mengaku Tertekan

Sejumlah orang tua mengungkapkan bahwa mereka tidak pernah diberi ruang untuk menolak atau menyampaikan pendapat dalam musyawarah sekolah terkait acara tersebut.

“Kami hanya diminta ikut dan bayar. Takut anak kami dikucilkan kalau tidak ikut. Padahal ekonomi kami sedang sulit,” keluh salah satu wali murid yang enggan disebutkan namanya.

Mereka menilai ada kesan paksaan terselubung dalam pengumpulan dana, yang membuat beban biaya semakin berat di tengah kondisi ekonomi pasca-pandemi.


Panitia Klaim Sukarela

Ketua panitia perpisahan, Said, membantah adanya paksaan. Ia menegaskan bahwa iuran sebesar Rp200 ribu per siswa dilakukan atas dasar sukarela.

“Tidak ada kewajiban. Kami bahkan bantu wali murid yang kesulitan. Guru dan kepala sekolah hanya kami undang, tidak terlibat langsung,” ujar Said kepada Aswinnews.

Meski demikian, ketidakterbukaan sekolah dalam menjelaskan keterlibatan resmi lembaga dan penggunaan dana tersebut memicu kecurigaan publik.


Diam yang Membisu, Publik Menunggu Jawaban

Sikap pasif Kepala MTsN 1 Bengkalis, Yusmanto, dinilai mencederai prinsip akuntabilitas lembaga pendidikan negeri. Sebagai pejabat publik, ia seharusnya memberikan klarifikasi terbuka, bukan menghindar dari pertanyaan yang menyangkut transparansi keuangan dan kenyamanan psikologis peserta didik.

“Sikap diam kepala sekolah justru memperkuat dugaan bahwa ada pembiaran atau bahkan keterlibatan dalam pelaksanaan acara yang menimbulkan polemik,” ujar salah satu tokoh masyarakat Bengkalis yang turut menyoroti kasus ini.

Kini, masyarakat dan wali murid menuntut agar Kepala MTsN 1 Bengkalis membuka diri, menjelaskan sumber dan penggunaan dana secara transparan, serta mengevaluasi bentuk kegiatan yang berpotensi membebani wali murid di masa mendatang.


Penulis: Harry
Editor: Kenzo
Aswinnews.com – Tajam, Akurat, Terpercaya, Berimbang, dan Ter-Update


Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *