Tadarus Ilmu Pendidikan: Lima Bekal Penuntut IlmuOleh,Dr.H.Aguslani Mushlih,M.AgPembina DPD Aswin Jabar

Dalam kitab Nashoihul ‘Ibad, yang merupakan syarah atas Al-Hikam karya Ibnu ‘Athaillah as-Sakandari, terdapat sebuah maqolah yang sangat berharga bagi dunia pendidikan:

“Yah­tāju ṭālib al-‘ilm ilā arba‘: muddah wa jiddah wa qarīhah wa syahwah. Wa tamāmuhā fī al-khāmisah: mu‘allim nāṣih.”
(Orang yang menuntut ilmu membutuhkan empat hal: waktu, kesungguhan, kecerdasan, dan minat. Kesempurnaannya ada pada yang kelima: guru yang bijaksana.)

Ungkapan ini bukan sekadar nasihat klasik, tetapi peta jalan abadi dalam proses belajar sepanjang zaman. Di tengah dunia modern yang serba cepat dan penuh gangguan, lima bekal ini justru semakin relevan. Mari kita telaah satu per satu:

  1. Waktu (مدة)
    Ilmu tidak bisa diraih secara instan. Ia menuntut ketekunan dalam rentang waktu panjang. Kesabaran dan konsistensi menjadi ciri khas penuntut ilmu sejati.
  2. Kesungguhan (جدّة)
    Tanpa tekad dan ketekunan, waktu akan berlalu tanpa hasil. Kesungguhan mendorong seseorang untuk terus belajar meski penuh tantangan.
  3. Kecerdasan (قريحة)
    Kecerdasan bukan sekadar soal IQ, tapi juga daya pikir, kepekaan terhadap makna, dan kemampuan memahami konteks. Ia bisa diasah melalui latihan dan pengalaman.
  4. Minat (شهوة)
    Minat adalah api dalam dada yang membuat belajar menjadi kenikmatan. Dengan minat, proses menuntut ilmu terasa menyenangkan, bukan beban.
  5. Guru yang Bijaksana (معلم ناصح)
    Empat bekal tadi akan tumbuh lebih kuat di bawah bimbingan seorang guru yang arif. Guru sejati bukan hanya penyampai materi, tapi pembimbing akhlak, penanam nilai, dan penunjuk arah hidup.

Sayangnya, dalam praktik pendidikan kita hari ini, sering kali kita terjebak dalam target angka dan administratif—mengejar nilai rapor dan akreditasi. Padahal, esensi pendidikan adalah membentuk ekosistem belajar yang memberi ruang tumbuh bagi waktu, kesungguhan, kecerdasan, minat, dan yang terpenting: kehadiran guru yang bijaksana.

Semoga kita terus menjadi penuntut ilmu sepanjang hayat, dan semoga Allah mempertemukan kita dengan guru-guru yang memberi cahaya dalam perjalanan hidup.

Cianjur, 24 Mei 2025

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *