BELU, Aswinnews.com – Sudah lebih dari satu dekade, warga Dusun Mauulun, Desa Persiapan Kubesi, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, menanti perhatian pemerintah terhadap kondisi jalan penghubung antardusun yang rusak parah dan tak layak pakai.
Jalan rabat yang dibangun sejak tahun 2013 itu kini ambruk dan nyaris tidak dapat dilalui kendaraan bermotor, mengisolasi akses masyarakat ke dusun lain serta menambah kesulitan dalam aktivitas ekonomi dan sosial.
Kondisi ini terungkap dalam kegiatan sosialisasi pada Rabu, 21 Mei 2025, yang digelar di Dusun Mauulun, RT 01 RW 02, Desa Persiapan Kubesi, bersama sejumlah tokoh masyarakat, pemuda, dan aparatur pemerintahan.

Jalan Rusak, Aspirasi Tersumbat
Dusun Mauulun memiliki sekitar 50 kepala keluarga. Meski menjadi bagian dari desa persiapan hasil pemekaran dari Desa Induk Naekasa, fasilitas dasar seperti infrastruktur jalan belum mendapat perhatian serius dari pemerintah kabupaten.
Ferdinandus Manek, S.IP, Kepala Desa Naekasa, dalam sosialisasi tersebut menegaskan bahwa jalan rabat yang dibangun sejak 2013 itu memang belum pernah diperbaiki hingga saat ini.
“Kami sudah menyampaikan aspirasi ini berulang kali. Tapi sampai sekarang, belum ada tindak lanjut perbaikan. Padahal jalan ini vital sebagai penghubung utama antara Desa Naekasa dan Kubesi,” ujar Ferdinandus.

Sosialisasi Berujung Seruan Tegas
Sosialisasi yang dihadiri oleh perwakilan masyarakat Dusun Mauulun, termasuk Mikhael Soares Babo, tokoh pemuda dan tokoh masyarakat, menjadi momentum menyuarakan kembali keresahan warga. Mereka berharap pemerintah Kabupaten Belu, khususnya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), segera turun tangan.
Warga mengungkapkan keprihatinan karena jalan tersebut menjadi jalur utama transportasi hasil tani, akses pendidikan, serta distribusi kebutuhan pokok. Namun, kondisi jalan yang amblas dan berlumpur setiap musim hujan membuat aktivitas warga terganggu parah.
“Kami tidak meminta jalan besar, cukup diperbaiki dan bisa dilalui kendaraan roda dua agar ekonomi warga tidak lumpuh,” kata Mikhael.
Akar Masalah dan Tuntutan Warga
Berdasarkan penelusuran tim investigasi Aswinnews.com, jalan tersebut dibangun menggunakan anggaran desa pada tahap awal. Namun sejak Desa Persiapan Kubesi berdiri, tanggung jawab pemeliharaan dan perbaikan jalan menjadi kabur antara pemerintah desa induk dan pemerintah kabupaten.
Warga kini menuntut kejelasan siapa yang bertanggung jawab atas kelanjutan infrastruktur dasar di desa persiapan, serta meminta bupati Belu turun langsung meninjau lokasi sebagai bentuk komitmen pelayanan terhadap desa-desa terluar.
Laporan Investigasi Jurnalis: Raphael Editor: Kenzo Redaksi Aswinnews.com – Tajam, Akurat, Terpercaya, Berimbang, dan Ter-Update
![]()
