Jalan ke Jembatan Kaki Seribu Terus Amblas,Warga Mengkirau Geram: “Sudah Bosan Melapor,Pemerintah Masih Bungkam!”

Jalan ke Jembatan Kaki Seribu Terus Amblas, Warga Mengkirau Geram: “Sudah Bosan Melapor, Pemerintah Masih Bungkam!”

MERANTI –ASWINNEWS.COM – Ketidakpedulian terhadap infrastruktur kembali dipertontonkan. Warga Desa Mengkirau, Kecamatan Tasik Putri Puyu, dibuat cemas sekaligus geram atas kondisi jalan penghubung menuju Jembatan Kaki Seribu yang amblas hingga 20 sentimeter pada Minggu, 13 April 2025 pukul 17.15 WIB. Ironisnya, hingga malam ini, penurunan masih terus terjadi perlahan, mempertegas kondisi struktur penahan tanah yang kritis.

Jalan tersebut bukan jalur sembarangan. Ia menjadi urat nadi vital yang menghubungkan Kecamatan Tasik Putri Puyu dengan Kecamatan Merbau dan pusat Kabupaten Kepulauan Meranti di Kota Selatpanjang. Namun pemerintah tampak tak bergeming meski laporan kerusakan telah berulang kali disampaikan oleh warga.

Camat Tasik Putri Puyu, Zainal, SE, menyatakan telah meneruskan laporan ke kabupaten dan provinsi serta mengimbau warga untuk berhati-hati. Tapi bagi masyarakat, itu bukan jawaban. Imbauan tanpa tindakan nyata hanyalah formalitas belaka.

Jalan ini menjadi satu-satunya akses ke Jembatan Kaki Seribu. Jika jalur ini terputus, bukan hanya kendaraan dan distribusi barang yang terganggu, tapi juga aktivitas ekonomi, pendidikan, dan layanan kesehatan masyarakat lumpuh total.

“Kami tidak ingin bernasib seperti masyarakat di sekitar Jembatan Selat Akar dan Sungai Perumbi. Di sana, setelah ambruk, pemerintah hanya bisa menyarankan penyebrangan air yang jelas menyusahkan,” ujar tokoh masyarakat.

Warga kini mendesak Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti dan Pemerintah Provinsi Riau agar jangan menunggu bencana. Perbaikan jalan dan pembangunan turap penahan tanah harus dilakukan segera sebelum air sungai benar-benar menggerus seluruh badan jalan.

“Kalau hari ini pemerintah diam, maka mereka harus bertanggung jawab penuh jika esok akses ini benar-benar hilang. Ini bukan sekadar jalan ini urat hidup kami!” pungkas warga dalam seruan penuh amarah.

Penulis Ardes

—-

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *