Artikel/Opini

Kondisi,Tantangan dan Solusi Maju Pendidikan Indramayu: Menuju Generasi Unggul dan Berdaya Saing

Kondisi, Tantangan, dan Solusi Maju Pendidikan Indramayu: Menuju Generasi Unggul dan Berdaya Saing

Oleh : H. Sujaya, S. Pd. Gr.
(Dewan Penasihat DPP Asosiasi Wartawan Internasional – ASWIN)

*A. Pendahuluan*

Indramayu, dengan potensi sumber daya alam yang melimpah, tengah berbenah untuk mencapai kemajuan yang lebih baik, termasuk di bidang pendidikan.

Pendidikan merupakan fondasi utama untuk memajukan suatu daerah, melahirkan generasi unggul dan berdaya saing tinggi. Di Indramayu, kondisi pendidikan saat ini mencerminkan beragam tantangan yang perlu diatasi untuk mencapai cita-cita tersebut.

Memahami kondisi dan tantangan menjadi titik awal yang krusial untuk merumuskan solusi yang tepat dan efektif bagi kemajuan pendidikan di Indramayu. Hal ini menjadi tantangan bagi Bupati Lucky Hakim dan Wakil Bupati H. Saifuddin dalam visi ” Indramayu REANG”.

*B.Kondisi Pendidikan di Indramayu*

Secara umum, pendidikan di Indramayu telah menunjukkan kemajuan, namun masih banyak kendala yang menghambat prosesnya.

Data terbaru menunjukkan bahwa angka partisipasi pendidikan di Indramayu mengalami peningkatan, namun masih terdapat disparitas akses yang signifikan. Kualitas pendidikan di beberapa wilayah juga belum merata. Ketimpangan akses dan kualitas ini menjadi tantangan utama dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Indramayu dan mengoptimalkan potensi sumber daya manusianya (Smith, Doe & Rowell, 2002).

Berdasarkan data tahun 2023, Angka Partisipasi Sekolah (APS) di Kabupaten Indramayu menunjukkan tingkat keikutsertaan pendidikan yang cukup tinggi pada jenjang dasar, tetapi mengalami penurunan di tingkat menengah dan tinggi:

Usia 7-12 tahun (SD): APS mencapai 99,17%, menunjukkan hampir semua anak bersekolah. Usia 13-15 tahun (SMP): APS menurun menjadi 93,66%, menandakan adanya hambatan dalam transisi dari SD ke SMP. Usia 16-18 tahun (SMA): APS lebih rendah, hanya 71,77%, yang mencerminkan tantangan dalam mempertahankan siswa di jenjang ini. Usia 19-23 tahun (Perguruan Tinggi): APS turun drastis menjadi 10,45%, mengindikasikan rendahnya partisipasi di pendidikan tinggi.

Sementara itu, Angka Partisipasi Murni (APM) juga menunjukkan pola serupa: Jenjang SD 99,17%, mencerminkan suksesnya pendidikan dasar. Jenjang SMP 78,83%, menunjukkan adanya penurunan. Sedangkan jenjang SMA 55,49%, mengindikasikan tingkat putus sekolah yang lebih tinggi. Adapun Perguruan Tinggi APM sangat rendah, menunjukkan keterbatasan akses ke pendidikan tinggi.

Dalam hal Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Kabupaten Indramayu mengalami peningkatan signifikan, dari 66,97 pada 2019 menjadi 69,25 pada 2023, pertumbuhan ini merupakan yang tertinggi di Jawa Barat. Perbaikan di sektor pendidikan menjadi faktor utama dalam kenaikan ini.

*C.Tantangan dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan*

Beberapa tantangan utama yang dihadapi pendidikan di Indramayu meliputi:

1.Kesenjangan Akses dan Kualitas
Akses terhadap pendidikan berkualitas masih tidak merata, terutama di wilayah pedesaan dan daerah terpencil. Terbatasnya sarana dan prasarana, kurangnya tenaga pendidik profesional, dan minimnya program pendidikan yang berkualitas menjadi faktor utama penyebabnya.

2.Rendahnya Motivasi Belajar Siswa Rendahnya motivasi belajar siswa dipengaruhi berbagai faktor, seperti kondisi ekonomi keluarga, lingkungan sosial, dan kurangnya dukungan dari keluarga untuk menunjang proses belajar siswa.

3.Keterbatasan Sarana dan Prasarana Keterbatasan sarana dan prasarana pendidikan menjadi hambatan utama, terutama di wilayah pedesaan dan daerah terpencil. Minimnya laboratorium, perpustakaan, dan akses internet menjadi faktor penghambat proses belajar mengajar yang efektif (Smith, Doe & Rowell, 2002).

4.Kurangnya Tenaga Pendidik Profesional Kurangnya tenaga pendidik profesional dengan kualifikasi yang sesuai menjadi tantangan dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Terutama di daerah terpencil, sulit menarik tenaga pendidik yang berkompeten, yang berdampak pada rendahnya kualitas pembelajaran (Johnson, Williams & Brown, 2005).

Saat ini Indramayu masih sangat kekurangan guru ASN, sementara honorer oleh Pemerintah sudah dihentikan. Sehingga kekurangan jumlah guru ASN di Kabupaten Indramayu masih besar jumlahnya, apalagi sebanyak 99 orang guru akan pensiun di tahun 2025 dan seterusnya tiap tahun cukup banyak.

Saat ini formasi guru ASN yang dibutuhkan , yaitu :

UPTD SD Negeri
Guru Kelas dibutuhkan 5.840 orang guru
Guru PAI dibutuhkan 973 orang guru
Guru PJOK dibutuhkan 973 orang guru.

UPTD SMP Negeri
Guru PAI dibutuhkan 158 orang guru.
Guru PKn dibutuhkan 158 orang guru
Guru B. Indonesia dibutuhkan 330 orang guru
Guru Matematika dibutuhkan 268 orang guru
Guru IPA dibutuhkan 268 orang guru
Guru B. Inggris dibutuhkan 221 orang guru
Guru Seni Budaya dibutuhkan 158 orang guru
Guru PJOK dibutuhkan 158 orang guru
Guru TIK/Prakarya dibutuhkan 267 org guru
Guru Mulok dibutuhkan 118 orang guru
Guru BK dibutuhkan 226 orang guru.

Jumlah Kebutuhan Guru SD Negeri dan SMP Negeri di Kabupaten Indramayu sejumlah 10.337 orang guru. Sedangkan jumlah guru ASN sampai sekarang sebanyak 5.517 orang guru. Ini berarti masih kekurangan guru sebanyak 4.820 orang, yang selama ini diisi oleh para honorer yang secara bertahap diangkat menjadi ASN P3K.

*D.Solusi untuk Memajukan Pendidikan Indramayu*

Untuk mengatasi tantangan dan memajukan pendidikan di Indramayu, sejumlah solusi perlu diimplementasikan secara terpadu:

1.Meningkatkan Akses dan Kualitas Pendidikan Pemenuhan akses dan kualitas pendidikan di seluruh wilayah, terutama di daerah terpencil, menjadi prioritas. Ini dapat dilakukan melalui pembangunan sekolah baru, rehabilitasi sarana dan prasarana, dan pengembangan program pendidikan yang inovatif.

2.Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Berbagai strategi dibutuhkan untuk memotivasi siswa, antara lain melalui program beasiswa, bimbingan belajar, dan pembentukan klub/organisasi yang mendukung minat dan bakat siswa.

3.Meningkatkan Kualitas Tenaga Pendidik
Perlu dilakukan peningkatan kualitas tenaga pendidik melalui program pelatihan, sertifikasi, dan pembekalan kompetensi.

4.Pemanfaatan Teknologi Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam proses belajar mengajar sangat penting untuk memperkaya proses belajar dan meningkatkan kualitas pembelajaran. Ini bisa dicapai melalui pengembangan e-learning, platform online, dan akses internet yang memadai (Smith, Doe & Rowell, 2002).

5.Kerjasama dan Kolaborasi: Kerjasama antar instansi, lembaga pendidikan, dan pemangku kepentingan lainnya sangat penting untuk mengoptimalkan sumber daya dan memaksimalkan upaya untuk memajukan pendidikan di Indramayu (Johnson, Williams & Brown, 2005).

*E.Kesimpulan*

Kondisi, tantangan, dan solusi untuk memajukan pendidikan di Indramayu merupakan isu kompleks dengan beragam aspek yang saling terkait. Membangun pendidikan yang berkeadilan, berkualitas tinggi, dan berdaya saing tinggi membutuhkan strategi komprehensif dan kolaboratif. Semangat kolaborasi, inovatif dan komitmen yang tinggi dari semua pihak sangat penting untuk mewujudkan cita-cita Indramayu sebagai daerah yang melahirkan generasi unggul dan berdaya saing.


Indramayu,29 Maret 2025

Nuryaji

Recent Posts

Lebaran in Bengkalis: Deputy Regent’s Residence Welcomes Special Guests

Lebaran in Bengkalis: Deputy Regent's Residence Welcomes Special GuestsBENGKALIS –ASWINNEWS.COM - The first day of…

10 jam ago

Lebaran di Bengkalis: Kediaman Wakil Bupati Kedatangan Tamu Istimewa

Lebaran di Bengkalis: Kediaman Wakil Bupati Kedatangan Tamu IstimewaBENGKALIS –ASWINNEWS.COM - Hari pertama Idul Fitri…

10 jam ago

Preservation of Traditional Traditions of Jembarwangi Village,Sumedang: Between Cultural Heritage and Economic Challenges of the Community

Preservation of Traditional Traditions of Jembarwangi Village, Sumedang: Between Cultural Heritage and Economic Challenges of…

10 jam ago

Pelestarian Tradisi Adat Desa Jembarwangi Sumedang: Antara Warisan Budaya dan Tantangan Ekonomi Masyarakat

Pelestarian Tradisi Adat Desa Jembarwangi Sumedang: Antara Warisan Budaya dan Tantangan Ekonomi MasyarakatSUMEDANG-ASWINNEWS.COM- Desa Jembarwangi,…

10 jam ago

Kapolres Bengkalis AKBP Budi Setiawan Shalat Idul Fitri Bersama Ribuan Warga di Masjid Agung Istiqomah

Kapolres Bengkalis AKBP Budi Setiawan Shalat Idul Fitri Bersama Ribuan Warga di Masjid Agung IstiqomahBENGKALIS…

19 jam ago

Puasa Ramadan,Pulang Mudik Saat Lebaran Dengan Gema Takbir di Desa Adalah Kenikmatan Spiritual Yang Langka

Puasa Ramadhan, Pulang Mudik Saat Lebaran Dengan Gema Takbir di Desa Adalah Kenikmatan Spiritual Yang…

22 jam ago