umum

Minuman Cuing: Warisan Kesegaran Tradisional Yang Tetap Digemari

Minuman Cuing: Warisan Kesegaran Tradisional Yang Tetap Digemari


CIREBON-ASWINNEWS.COM- Di tengah berkembangnya tren minuman modern, minuman cuing atau cincau hijau tetap bertahan sebagai salah satu sajian khas Sunda yang digemari oleh berbagai kalangan. Terbuat dari bahan alami dan disajikan dengan sederhana, minuman ini tidak hanya menyegarkan tetapi juga memiliki nilai kesehatan yang tinggi.

Cuing, yang dalam bahasa Sunda berarti cincau hijau, berasal dari daun tanaman cincau (Tiliacora triandra). Proses pembuatannya cukup sederhana: daun cincau hijau diremas dengan air hingga menghasilkan cairan kental yang kemudian didiamkan hingga mengeras seperti agar-agar alami. Hasilnya adalah tekstur kenyal yang siap disajikan dengan santan, gula merah cair, dan es batu, menciptakan rasa yang gurih dan manis.

Meskipun kini banyak bermunculan minuman dengan berbagai inovasi, cuing tetap memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat. Banyak pedagang tradisional yang masih menjualnya di pasar-pasar dan kedai kecil, terutama di daerah Jawa Barat. Tak hanya itu, beberapa pelaku usaha kuliner mulai mengembangkan minuman cuing ini dengan tambahan susu, cairan gula merah,kelapa,cendol dan bubur lemu lebih menarik bagi generasi muda.

Seorang penjual cuing, Udin (35), asal Plered Kabupaten Cirebon mangkal dagangannya di Jalan Drajat Kel.Drajat Kec Kesambi Kota Cirebon,saat ditemui Journalist aswinnews.com,Jumat 7 Maret 2025,mengungkapkan bahwa permintaan akan minuman cuing ini tetap stabil, terutama saat musim panas dan bulan Ramadan sekarang ini.

“Banyak orang masih mencari cuing karena rasanya yang segar dan sehat. Sekarang anak muda juga mulai suka, apalagi kalau dibuat lebih kekinian,” ujarnya.

Menurut keterangan pakar gizi, cincau hijau mengandung senyawa antioksidan yang baik untuk tubuh, membantu melancarkan pencernaan, dan dapat meredakan panas dalam.

Kandungan seratnya yang tinggi juga menjadikannya pilihan minuman sehat yang alami dan aman dikonsumsi oleh semua kalangan.

Minuman cuing bukan sekadar minuman tradisional, tetapi juga bagian dari identitas budaya Sunda yang terus dilestarikan. Dengan keunikan rasa, manfaat kesehatan, dan fleksibilitasnya dalam beradaptasi dengan tren masa kini, cuing tetap menjadi salah satu minuman favorit yang bertahan di tengah perubahan zaman.

Di era modern ini, mempertahankan kuliner tradisional seperti cuing adalah bagian dari menjaga warisan budaya. Dengan inovasi yang tetap menghormati resep aslinya, minuman ini berpotensi untuk terus berkembang dan dikenal lebih luas, baik di dalam negeri maupun mancanegara.


Abah Roy
Ketua DPC ASWIN Kota Cirebon

Sujaya

Recent Posts

DPC PDI Perjuangan Purwakarta Gelar Diskusi Politik Bersama KSB PAC Dan Sayap Partai

Purwakarta, Aswinnews.com – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Purwakarta menggelar kegiatan diskusi politik di Sekretariat DPC…

8 jam ago

Apes! Jalan Raya Citeko Purwakarta Jadi ‘Kubangan’ Abadi: Proyek Tambal Sulam Gagal, Rumah Warga Kebanjiran

Purwakarta – AswinNews.com — Jumat, 15 Mei 2026 — Janji pembangunan infrastruktur kembali menuai sorotan…

8 jam ago

Tambang Galian C Diduga Ilegal di Sungai Cikeruh Kembali Beroperasi, Warga: “Seolah Kebal Hukum”

Majalengka – AswinNews.com — Jumat, 15 Mei 2026 — Aktivitas tambang galian C diduga ilegal…

9 jam ago

Bhabinkamtibmas Polsek Secanggang Tingkatkan Patroli Satkamling, Warga Diajak Aktif Jaga Kamtibmas

Langkat AswinNews,com. - Sebagai bentuk kehadiran Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, Bhabinkamtibmas Polsek…

13 jam ago

Membalas Opini dengan Ilmu, Bukan Amarah : Etika Falsifikasi dalam Demokrasi Akademik

Oleh :Prof. Dr. TM. Jamil, M.SiPengamat Politik dan Akademisi Universitas Syiah KualaKetua Dewan Penasehat Assosiasi…

16 jam ago

Impact of the IAI War on Indonesia’s Economic Growth

By : Wiriadi Sutrisno aswinnews.com Source: Googel Image. 2026           The IAI War (Iran vs.…

18 jam ago