Docang Indramayu Mbah Kartini Di Jalan Cuteng Yang Legendaris Dan Nikmat


Docang Indramayu Mbah Kartini Di Jalan Cuteng Yang Legendaris Dan Nikmat

Oleh : Sujaya, S. Pd. Gr.
(Dewan Penasihat DPP ASWIN)

Bagi para penikmat makanan tradisional khas Indramayu mungkin sudah tidak asing lagi dengan makanan sarapan pagi bernama Docang. Satu-satunya penjual Docang di Indramayu ada di Jalan Cuteng kota Indramayu.

Para pemburu makanan khas Tradisional sudah tidak asing dengan Docang Mbah Kartini. Mbah Kartini sudah berjualan Docang lebih dari 60 tahun dan sekarang sudah diteruskan oleh anaknya yang juga sudah hampir 35 tahun berjualan Docang. Konon Mbah Kartini juga mewarisi resep Docang dari ibunya yang juga berjualan Docang di rumahnya,

Docang adalah makanan khas dari Cirebon, Jawa Barat. Hidangan ini terdiri dari lontong yang dipotong-potong, dicampur dengan daun singkong, tauge, kerupuk, dan tempe gembus. Kuahnya berasal dari bumbu oncom dan dage serta, tedikit tauco yang dihaluskan, lalu disiram dengan kuah panas yang gurih. Biasanya, docang disajikan dengan tambahan sambal dan parutan kelapa untuk menambah cita rasa.

Makanan ini sering disantap sebagai sarapan karena rasanya yang khas dan mengenyangkan. Docang juga memiliki cita rasa unik yang merupakan perpaduan gurih, sedikit asam, dan pedas.

Docang merupakan makanan khas Cirebon yang memiliki sejarah panjang, bahkan diyakini sudah ada sejak zaman Kesultanan Cirebon pada abad ke-15.

Nama “docang” sendiri berasal dari gabungan kata “bodo” (baceman atau fermentasi) dan “kacang” (kacang hijau atau tauge), yang menjadi bahan utama dalam hidangan ini.

Docang dipercaya sebagai makanan rakyat yang berkembang sejak masa pemerintahan Sunan Gunung Jati, salah satu Wali Songo.

Hidangan ini sering dikonsumsi oleh masyarakat sebagai makanan sederhana yang mengenyangkan dan bergizi.

Docang lalu dikembangkan oleh Pedagang dan Masyarakat. Karena bahannya mudah didapat dan murah, docang menjadi makanan favorit di kalangan petani dan pedagang di Cirebon.

Seiring waktu, docang berkembang menjadi makanan khas daerah yang sering dijual di pasar tradisional dan warung.

Perkembangan Makanan Docang Hingga ke Indramayu memiliki sejarah panjang, Docang, yang berasal dari Cirebon, telah berkembang dan menyebar ke berbagai daerah di sekitarnya, termasuk Indramayu. Perkembangan ini terjadi karena adanya interaksi budaya dan perdagangan antara Cirebon dan Indramayu yang masih dalam satu wilayah budaya Pantura (Pantai Utara Jawa Barat).

Faktor penyebaran Docang ke Indramayu juga dipengaruhi oleh mobilitas masyarakat. Banyak warga Indramayu yang beraktivitas di Cirebon, baik untuk berdagang, bekerja, maupun sekolah, sehingga mereka mengenal dan membawa pulang docang ke daerahnya.

Pedagang dari Cirebon juga sering menjajakan makanan khas mereka ke Indramayu.

Masyarakat Indramayu dan Cirebon memiliki kesamaan dalam selera makanan, yaitu menyukai hidangan berkuah dengan bumbu rempah yang khas.

Bahan dasar docang seperti lontong, daun singkong, tauge, dan dage juga mudah ditemukan di Indramayu.

Adaptasi dan Variasi Lokal. Namun seiring berkembangnya docang di Indramayu, beberapa variasi mungkin muncul, misalnya tambahan lauk atau perbedaan dalam bumbu kuahnya.

Di Indramayu, docang bisa disesuaikan dengan selera masyarakat setempat yang lebih menyukai rasa gurih dan sedikit pedas, bahkan dicampur dengan potongan lontong ketan.

Salah seorang penikmat dan pengunjung Docang Mbah Kartini, Ibu Hj. Dini yang berasal dari Ciamis juga sering nongkrong sarapan di Warung Docang Mbah Kartini.

” Docang khas Mbah Kartini sebenarnya sangat sederhana dibandingkan dengan Docang Cirebon isinya hanya tauge rebus, bubuk kacang dan bumbu yang khas, namun ada potongan ketan yang membuat lebih khas Docang Indramayu,


Indramayu. 27/2/2025

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *