Oleh : Jacob Ereste
Wartawan Lepas
Presiden Prabowo Subianto meminta mantan Presiden dan tokoh agama menjadi pengawas Badan Pengelola Investasi (BPI) Data Anagata Nusantara Danantara yang akan diluncurkan hari ini, Senin 24 Januari 2025. Lembaga Danantara dimaksudkan menjadi kekuatan energi masa depan, ujar Prabowo Subianto pada acar Ulang Tahun ke-17 Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) di Sentul, Jawa Barat, Sabtu 15 Februari 2025.
Melalui Danantara, pemerintah akan menginvestasikan sumber daya alam serta aset-aset negara, sehingga diharapkan badan ini dapat mendorong berbagai proyek yang memiliki dampak besar dan berkelanjutan bagi Indonesia.
Dari evaluasi awal Danatara akan mengelola lebih dari 900 milyar dollar AS atau sekitar Rp 14.615 triliun lebih dalam pengelolaan AUM ujar Prabowo Subianto kepada pers, Kamis, 13 Februari 2025.
Rosan P. Roeslani dipercaya menjabat Chief Executive Officer Danantara dan Wakil Menteri BUMN Dony Oskaria sebagai Chief Operating Officer, lalu Wakil Direktur PT. TBS Energi Utama Tbk Pandu Syahrir sebagai Chief Investment Officer. Tercatat tujuh BUMN telah tergabung dakam.Dabantara sebagai tahap awal, diantaranya adalah Bank Mandiri, Bank BRI, PLN, Pertamina, BNI, Telkom Indonesia dan MIND ID.
Sudah dirancang dana efisiensi Anggaran Rp
300 triliun akan dialokasikan untuk 20 proyek Danantara. Karena fungsi dan tugas pokok Danantara salah satunya adalah mengonsolidasikan Indonesian Investment Authority (INA) dengan tujuh badan usasa milik negara. (BUMN). Info dari Deputi Bidang Protokol, Pers dan Media Sekretariat Presiden. Yusuf Perman mengatakan, peluncuran BPI Danantara diluncurkan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin 24 Februari 2025. Dana yang akan dikelola lebih dari 900 milyar dollar dalsm bentuk asset, menjadi salah satu SWF (Sovereign Wealth Fund) dengan peringkat ketujuh terbesar di dunia. Peresmian Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin 24 Februari 2025 dihadiri mantan Wakil Presiden Yusuf Kalla, mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Joko Widodo.
Danantara sangat diharap oleh berbagai pihak menciptakan suasana yang segar dalam tata kelola investasi strategis negara, sehingga bisa mendorong peningkatan investasi dan pertumbuhan ekonomi nasional sehingga dapat segera meningkatkan nilai tambah dan kesejahteraan bagi rakyat. Karenanya, Danantara harus dikelola secara transparan serta profesional.
Jakarta, 25 Februari 2025
—