Artikel/Opini

Sikap Kritis Para Mahasiswa Diapresiasi dan Mendapat Tempat Untuk Masa Depan Yang Akan Menjadi Milik Mereka Esok

Sikap Kritis Para Mahasiswa Perlu Diapresiasi dan Mendapat Tempat Untuk Masa Depan Yang Akan Manjadi Milik Mereka Esok

Oleh : Jacob Ereste
Wartawan Lepas

Indonesia gelap, ini kata mahasiswa yang melihat Indonesia dari posisi yang terang. Sehingga untuk diraba pun sulitnya tidak alang kepalang, apalagi dalam seketika yang sudah diputuskan bisa berubah, seperti kacang kedelai hingga esok sudah berubah menjadi tempe. Amsal ini sama dengan cuaca Indonesia hari ini yang hujan secara tidak menentu. Sehingga para ahli cuaca pun menjadi kelimpungan menduga apa yang akan terjadi dalam beberapa detik ke depan. Jadi memang perubahan cukup cepat, seperti pembatalan hak guna usaha (HGU) dan sertifikat hak milik (SHM) di pantai Utara Tangerang, Banten.

Sama juga dengan sejumlah tersangka korupsi yang diam-diam menjadi sepi dari keriuhan opini. Sehingga para pakar pun serius mengatakan no viral no justice. Artinya dalam bahasa asing pun dimaksudkan untuk tidak perlu menjadi pengetahuan rakyat kebanyakan yang sejak proklamasi di ikrarkan untuk republik ini, rakyat miskin dan kebodohan harus mendapat prioritas utama untuk diberesin. Realitasnya sampai hari ini, toh masih gelap juga dimana rakyat miskin dan mereka yang bodoh itu disembunyikan. Padahal, program wajib belajar dan gelontoran dana beasiswa sudah bergoni-goni katanya dibagi. Sungguhkah semua itu sampai kepada yang berhak ? Jangan-jangan ilmu bagi-bagi Bansos yang 500 triliun rupiah itu juga meniru cara pengemplangan dana dari berbagai proyek yang selalu mengatasnamakan demi dan untuk rakyat itu.

Indonesia gelap dalam pandangan para mahasiswa perlu dipahami dengan cara yang rendah hati. Setidaknya, apa yang mahasiswa katakan bisa diambil intisarinya sebagai wujud kepedulian mereka terhadap masa depan bangsa dan negara Indonesia yang kelak akan mereka warisi sepenuhnya untuk diteruskan kepada generasi pelanjut. Toh, Indonesia tidak boleh berhenti sampai pada generasi hari ini. Sebab esok masih ada generasi yang akan meneruskan warisan yang mereka terima harus dalam keadaan baik-baik. Meski tidak harus pula yang terbaik.

Setidaknya, begitulah dinamika dalam pendidikan yang sesungguhnya tidak semata-mata mengandalkan dari bacaan diktat serta duduk manis di perpustakaan kampus. Sebab ilmu dan pengetahuan serta keterampilan terapan itu yang mampu membuat keluaran lembaga pendidikan — dalam jenjang apapun — adalah implementasi serta praktek kerja nyata di lapangan dalam keberagaman budaya masyarakat sekelilingnya.

Karena itu, masalah pandangan gelap tentang Indonesia hari ini perlu diberi peluang untuk direnungkan. Toh, banyak pihak yang sudah sering mengatakan Indonesia dalam kondisi yang tidak baik-baik saja, karena ada hal-hal yang dirasakan tidak sehat, sekedar untuk tidak mengatakan kondisinya tengah sakit.

Mulai dari keriuhan korupsi yang tak kunjung terhenti, hingga pelaksanaan hukum yang diselewengkan pada berbagai kesempatan hingga upaya perbaikan kesejahteraan bagi rakyat yang justru semakin merosot. Apalagi kemudian mulai ditandai dengan pemutusan hubungan kerja massal yang terjadi di berbagai perusahaan dan daerah, tiada solusi yang nyata untuk mengatasinya agar tidak sampai menimbulkan akses yang bisa lebih banyak menimbulkan kerugian, atau bahkan bergelimpangannya korban yang tidak mampu diperkirakan dan diatasi.

Sikap kritis mahasiswa pada akhir-akhir ini yang tampak bangkit dan menunjukkan gairah patriotisme mereka untuk bangsa dan negara Indonesia patut dihargai, sebagai wujud dari kesadaran berbangsa dan bernegara untuk memasuki era Indonesia Emas pada tahun 2045 yang sudah terlalu lama menjadi mimpi dari kebebasan dalam bentuk penindasan dari bentuk apapun. Setidaknya mungkin hanya dengan begitu mahasiswa pun dapat membangun sikap kritis mereka yang otentik untuk mempersiapkan diri menyongsong masa depan yang harus mereka hadapi dengan cara dan langgam yang mereka miliki.


Banten, 23 Februari 2025

Nuryaji

Recent Posts

Kodam I/BB Adakan Makan Sehat Bergizi Untuk SD Kartika I-1 Dan Kartika I-2 Medan Helvetia

Kodam I/BB Adakan Makan Sehat Bergizi Untuk Siswa SD Kartika I-1 Dan Kartika 1-2 Medan…

6 menit ago

BSKDN Kemendagri Sambut Baik Kolaborasi Perlindungan Masyarakat Miskin Dan Pekerja Rentan

BSKDN Kemendagri Sambut Baik Kolaborasi Perlindungan Masyarakat Miskin Dan Pekerja RentanJAKARTA-ASWINNEWS.COM- Badan Strategi Kebijakan Dalam…

18 menit ago

Rizal Tanjung Hendak Meluruskan Soal Yang Sudah Lurus,Justru Bisa Menjadi Bengkok

Rizal Tanjung Hendak Meluruskan Soal Yang Sudah Lurus, Justru Bisa Menjadi BengkokOleh : Jacob EresteWartawan…

28 menit ago

Kemiskinan Dan Kebodohan Membuat Penjajah Terselubung Menjadi- jadi

Kemiskinan dan Kebodohan Membuat Penjajah Terselubung Semakin Menjadi-jadiOleh : Jacob EresteWartawan LepasSungguh tragis di negeri…

38 menit ago

Pangdam Kasuari : Jangan Hanya Menjadi Pengamat,Tetapi Jadilah Motor Penggerak Perubahan Dalam Tubuh TNI AD

Pangdam Kasuari : Jangan Hanya Menjadi Pengamat, Tetapi Jadilah Motor Penggerak Perubahan Dalam Tubuh TNI…

5 jam ago

Beri Pembekalan Retret Kepala Daerah,Wapres Minta Kepala Daerah Satu Visi Dengan Presiden Prabowo

Beri Pembekalan Retret Kepala Daerah, Wapres Minta Kepala Daerah Satu Visi Dengan Presiden PrabowoMAGELANG-ASWINNEWS.COM -…

6 jam ago