Penulis,Abah Roy
Ketua DPC Aswin Kota Cirebon
Masjid Sunan Gunung Jati, yang juga dikenal sebagai Masjid Garmini, terletak di Jalan Kesambi No. 94, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon. Masjid ini memiliki nilai sejarah yang signifikan, terutama karena kaitannya dengan Presiden Soekarno. Diketahui bahwa Soekarno pernah mengunjungi masjid ini, dan terdapat jejak
sejarah yang erat kaitannya dengan Presiden Soekarno.
Pada 17 Agustus 1960, Hj. Siti Garmini Sarojo, istri Sultan Hasanuddin ke-4 dari Keraton Kanoman Cirebon, mewakafkan lahan seluas sekitar 500 meter persegi yang sebelumnya merupakan area persawahan untuk pembangunan masjid ini. Peletakan batu pertama dilakukan oleh Presiden Soekarno, yang juga memberikan nama “Masjid Sunan Gunung Jati” sebagai penghormatan kepada Sunan Gunung Jati, salah satu Wali Songo dan penyebar Islam di Cirebon.
Selain peranannya dalam pendirian masjid, Soekarno dikenal sering mengunjungi Masjid Sunan Gunung Jati Garmini untuk melaksanakan shalat tahajud saat berada di Cirebon. Hal ini menunjukkan sisi religiusitas beliau yang jarang diketahui publik.
Dari segi arsitektur, masjid ini mencerminkan akulturasi budaya Jawa dan Cina, yang merupakan ciri khas dari beberapa masjid bersejarah di Cirebon. Pengaruh budaya tersebut terlihat pada desain dan ornamen masjid, mencerminkan keragaman budaya yang harmonis di wilayah tersebut.
Masjid Sunan Gunung Jati Garmini tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi simbol penting dalam sejarah penyebaran Islam di Cirebon serta bukti nyata dari keragaman budaya dan toleransi yang telah lama terjalin di kota ini.
Cirebon ,19 Pebruari 2025
—