Tradisi Pengobatan Kraton Caruban Nagari Cirebon Warisan Leluhur Nusantara

Tradisi Pengobatan Kraton Caruban Nagari Cirebon Warisan Leluhur Nusantara

Oleh : Sujaya, S. Pd. Gr.
(Tumenggung Wali Nagari Indramayu Timur Kraton Caruban Nagari Cirebon Trah Padjadjaran)

Tradisi pengobatan kraton merupakan warisan budaya Nusantara yang berkembang di lingkungan istana kerajaan sejak zaman dahulu.

Pengobatan ini menggabungkan ilmu medis tradisional, penggunaan bahan-bahan alami, serta unsur spiritual dan filosofis yang diwariskan secara turun-temurun.

Pengobatan di lingkungan kraton tidak hanya bertujuan untuk menyembuhkan penyakit fisik tetapi juga menjaga keseimbangan antara tubuh, pikiran, dan jiwa. Konsep ini didasarkan pada harmoni antara manusia dan alam serta pengaruh ajaran agama dan dalam Kraton Caruban Nagari Cirebon dengan tradisi Islam.

Kraton Caruban Nagari Cirebon Memiliki tradisi pengobatan berbasis terapi doa dan herbal, serta pengaruh pengobatan Islam.

Saat ini, tradisi pengobatan kraton masih dipertahankan dan bahkan dikembangkan menjadi pengobatan herbal modern, seperti industri jamu dan spa tradisional. Seperti yang kini dipertahankan dan dipraktikkan oleh Pemegang Amanat Tahta Raja Kraton Pakungwati 1452 Caruban Nagari Cirebon VIII Trah Padjadjaran yang juga sekaligus pewaris pengobatan tradisi Kraton Cirebon, Panembahan Ratu III Pangeran Macan Putih Asyarief Muhamad Muslim di Desa Wargabinangun Kecamatan Gegesik Kabupaten Cirebon Jawa Barat Indonesia.

Bahkan hingga saat ini beberapa rumah sakit dan klinik juga mulai mengadopsi terapi berbasis herbal dan refleksi sebagai bagian dari pengobatan komplementer.

Tradisi pengobatan kraton merupakan bukti kekayaan budaya Nusantara yang masih relevan hingga saat ini. Dengan kombinasi ilmu pengobatan tradisional, bahan alami, dan nilai-nilai spiritual, warisan leluhur ini terus memberikan manfaat bagi kesehatan masyarakat.

Kraton Cirebon memiliki tradisi pengobatan yang kaya akan nilai historis, spiritual, dan budaya. Pengobatan ini berkembang sejak masa Kesultanan Cirebon dan dipengaruhi oleh ajaran Islam, budaya Jawa, serta ilmu pengobatan tradisional Nusantara.

1.Konsep Pengobatan Kraton Cirebon

Pengobatan di Kraton Cirebon tidak hanya berfokus pada penyembuhan fisik tetapi juga keseimbangan spiritual dan energi tubuh. Konsep ini selaras dengan ajaran Islam yang dianut oleh Kesultanan Cirebon, di mana kesehatan dipandang sebagai anugerah Tuhan yang harus dijaga.

Prinsip utama dalam pengobatan ini mencakup:
a. Harmoni antara tubuh, pikiran, dan jiwa.
b. Penggunaan bahan alami dari rempah-rempah dan tanaman obat.
c. Peran doa dan spiritualitas dalam penyembuhan.

2.Metode dan Teknik Pengobatan

Beberapa metode yang digunakan dalam tradisi pengobatan Kraton Cirebon antara lain:
a. Jamu dan Ramuan Herbal

Jamu menjadi bagian penting dalam pengobatan kraton, diracik dari rempah-rempah khas Nusantara seperti:
Kunyit dan temulawak untuk meningkatkan daya tahan tubuh,
Jahe dan sereh untuk melancarkan peredaran darah,
Daun sirih untuk antiseptik alami,
Madu dan royal jelly untuk meningkatkan stamina.

Ramuan ini sering kali dibuat khusus oleh para tabib kraton yang memiliki keahlian meracik obat.

b. Pijat dan Urut Tradisional
Pijat tradisional digunakan untuk:
Melancarkan peredaran darah, Mengurangi pegal dan nyeri otot, Mengembalikan keseimbangan energi dalam tubuh.

Teknik urut ini sering dilakukan oleh “Pangambat”, yaitu ahli pengobatan yang dipercaya oleh pihak kraton.

c. Terapi Doa dan Dzikir
Pengobatan di Kraton Cirebon juga mengandalkan doa dan dzikir sebagai bagian dari proses penyembuhan. Ayat-ayat Al-Qur’an seperti Surah Al-Fatihah, Ayat Kursi, dan Surah Yasin sering dibacakan untuk memberikan ketenangan dan kesembuhan bagi pasien.

d. Penggunaan Minyak dan Lulur Herbal
Minyak tradisional dari bahan seperti kelapa, cendana, dan serai digunakan untuk terapi pijat atau lulur untuk perawatan tubuh. Minyak ini juga sering digunakan dalam ritual spiritual untuk membersihkan energi negatif.

e. Ritual Mandi Air Bunga
Mandi bunga merupakan tradisi kraton yang dipercaya memiliki manfaat spiritual dan kesehatan. Air rendaman bunga seperti mawar, melati, dan kenanga digunakan untuk membersihkan aura dan memberikan ketenangan batin.

3.Peran Tabib dan Pangambat Kraton
Di Kraton Cirebon, pengobatan dilakukan oleh para tabib (ahli pengobatan) atau penghambat (terapis khusus). Mereka memiliki ilmu warisan turun-temurun yang diajarkan dalam lingkungan kraton dan sering kali juga memiliki kemampuan spiritual.

4.Pengaruh Islam dalam Pengobatan Kraton Cirebon
Sebagai pusat penyebaran Islam di Jawa Barat, Kraton Cirebon memasukkan unsur keislaman dalam pengobatannya, seperti: Dzikir dan rukyah untuk terapi spiritual, sedekah dan doa bersama sebagai bagian dari penyembuhan, Pantangan makanan tertentu yang diyakini tidak baik bagi kesehatan tubuh dan jiwa.

5.Relevansi Pengobatan Kraton Cirebon di Masa Kini
Hingga kini, tradisi pengobatan Kraton Cirebon masih bertahan dan berkembang, bahkan diadopsi dalam pengobatan herbal modern, seperti: Pusat jamu dan terapi herbal di Cirebon, Spa dan perawatan tradisional berbasis warisan kraton, terapi rukyah dan spiritual Islami yang masih dilakukan oleh ulama setempat

Banyak masyarakat yang masih percaya pada khasiat pengobatan kraton, terutama dalam menjaga kesehatan secara alami dan holistik.

Tradisi pengobatan Kraton Cirebon adalah warisan leluhur Nusantara yang menggabungkan ilmu herbal, terapi fisik, dan spiritualitas Islam. Hingga saat ini, metode pengobatan ini masih relevan dan terus dilestarikan, baik dalam lingkungan kraton maupun di masyarakat umum.

Indramayu,16 Februari 2025

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *