Artikel/Opini

Imlek Dan Cap Go Meh Menandai Rasa Syukur Pada Capaian Yang Telah Diperoleh & Harapan Hari Esok

Imlek Dan Cap Go Meh Menandai Rasa Syukur Pada Capaian Yang Telah Diperoleh & Harapan Hari Esok

Oleh : Jacob Ereste
Wartawan Lepas


Perayaan Imlek di tanah tropis adalah ungkapan kehangatan Ibu Pertiwi menerima siapapun menjadi pribumi, kata Dr. Yudi Latif. Bahkan, sejauh dimana bumi dipijak di sana langit dijunjung. Sejauh japan saja warna merah semarak terkuak, terpatri hati putih yang mencintai kebenaran dan keadilan, kebangsaan dan kemanusiaan.

Yudi Latif pun mengatakan Imlek di Indonesia bukan sekedar perayaan, melainkan sebuah cerita tentang harmoni. Di tengah keberagaman suku, agama dan budaya, Imlek menjadi jembatan yang menghubungkan perbedaan, mengingatkan bahwa keberagaman adalah kekayaan yang harus dirayakan.

Agaknya begitulah semangat dan gairah perayaan Imlek 2576 di Indonesia kali ini yang diselenggarakan oleh Matakin (Majlis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia) di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur, yang semula direncanakan berlangsung pada pukul 10.00 pagi hari Minggu 9 Februari 2025. Tapi ditunda hingga resmi dapat dilaksanakan pada pukul 15.00 di tempat yang sama.

Ketua Umum Matakin, Budi Tanu Wibowo memberi sambutan dengan mengurai dasar penetapan Tahun Baru China. Lalu sambutan Menteri Agama RI, Prof. Nazaruddin Umar hingga Wakil Presiden yang dia awali dengan pantun tentang Gong Shi Pa Chai sambil menginformasikan juga tentang Shio yang dimilikinya bersama Presiden, yaitu Shio Kelinci.

Hadir juga diantara undangan Duta Besar Tiongkok serta Pemimpin Spiritual Nusantara, Sri Eko Sriyanto Galgendu bersama sahabat dan kerabatnya dalam rangka merekatkan silaturahmi antar umat beragama yang menjadi bagian dari tupoksi fungsi dan peran pemimpinan spiritual untuk melindungi dan menjaga rekatan dari jalinan persaudaraan bagi seluruh umat beragama yang ada di Indonesia.

Tema perayaan hari raya Tahun Baru Imlek 2576 ini mengusung “Perilaku Lurus Pemimpin, Akan Meluruskan Hati Seluruh Rakyat” relevan untuk Kabinet Merah Putih yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto untuk membawa bangsa Indonesia memasuki era keemasan Indonesia pada tahun 2045. Tahun baru Imlek merupakan perayaan penting dalam budaya Tionghoa menandai pergantian tahun berdasarkan kalender Lunar yang biasanya berlangsung selama 15 hari yang diakhiri dengan Festival Cap Go Meh. Berdasarkan pada shio kalender China, tahun 2025 disebut tahun ular kayu yang akan memberi banyak keberuntungan. Dalam versi Alina Rubi dalam Chinese Horoskop 2025 merupakan simbol transformasi, intuisi dan pertumbuhan, sehingga memungkinkan bagi banyak orang untuk berkembang dan beradaptasi dengan beragam perubahan.

Momen Cap Go Meh yang jatuh pada hari ke 15 setelah Hari Raya Imlek merupakan acara penutup dari acara tahun baru China. Maka itu acaranya relatif akan lebih meriah dirayakan oleh etnis China yang teguh percaya pada kalender China yang disebut Imlek.

Bagi warga Tionghoa sendiri serangkaian acara Imlek dan Cap Go Meh merupakan ekspresi dari rasa syukur agar supaya urusan dan keinginan di masa mendatang dapat semakin lancar. Karenanya, tak jarang pembagian angpao atau bingkisan sering dibagikan secara jor-joran sebagai ekspresi rasa syukur atas keberhasilan yang telah diperoleh sebelumnya.

Cap Go Meh sendiri bermula dari sebuah ritual penghormatan kepada Dewa Thai Yi sejak masa dinasty Han pada abad ke 17. Mukanya momen sakral ini dilakukan secara tertutup hanya untuk kalangan istana dan para keluarga raja. Namun sejak dinasty Han berakhir, perayaan Cap Go Meh mulai dilakukan juga oleh masyarakat umum dan dirayakan secara lebih luas dan terbuka untuk semua kalangan.

Festival lampion ikut menjadi simbol keberuntungan. Dan warna merah adalah gambar kemakmuran, kebahagiaan dan kesejahteraan. Sebab keyakinan warga Tionghoa festival lampion yang meriah akan memberi jalan yang terang memperoleh Rizki bagi kehidupan. Acara Imlek semakin meriah saat stand up comedy, Mongol tampil 15 menit di atas panggung mengocok perut pengunjung.

Puncak acara biasa dirayakan dengan Cap Go Meh ditandai sajian makanan wajib yang dihidangkan, yaitu mi panjang yang nyaris 2 meter panjangnya sebagai perlambang panjang umur. Begitu juga Yuanxiap yang terbuat dari tepung beras yang dikonversi dengan lontong isian daging ayam, sambel kentang dan telur rebus yang menandai juga acara Cap Go Meh. Seperti biasa seni pertunjukan khas barongsai menjadi tampilan panggung yang memeriahkan acara hingga menjelang petang.


TMII, 9 Februari 2025

Nuryaji

Recent Posts

Boled Tradisional Food Fool of Philosophy That is Beneficial for Ulcer Sufferers

Boled Traditional Food Full of Philosophy That is Beneficial for Ulcer SufferersBy: Abah RoyHead of…

2 jam ago

Polres Kepulauan Meranti Panen Raya Jagung Di Desa Gogok Kecamatan Tebing Tinggi Barat

Polres Kepulauan Meranti Panen Raya Jagung Di Desa Gogok Kecamatan Tebing Tinggi BaratMERANTI -ASWINNEWS.COM -…

2 jam ago

Penerimaan Kunjungan dan Edukasi Cinta TNI dan Negara Kesatuan Republik Indonesia kepada Siswa KB Babusalam

Penerimaan Kunjungan dan Edukasi Cinta TNI dan Negara Kesatuan Republik Indonesia kepada Siswa KB BabusalamCIREBON-ASWINNEWS.COM-…

2 jam ago

Wujudkan Swasembada Pangan Nasional,Babinsa Ikut Tanam Padi

Wujudkan Swasembada Pangan Nasional, Babinsa Ikut Tanam PadiKOTA CIREBON -ASWINNEWS.COM- Rabu, 26 Februari 2025 dalam…

2 jam ago

Boled Makanan Tradisional Sarat Filosofi Yang Bermanfaat Bagi Penderita Maag

Boled Makanan Tradisional Sarat Filosofi Yang Bermanfaat Bagi Penderita MaagOleh: Abah RoyKetua DPC Aswin Kota…

2 jam ago

Gebyar Bagi Hasil Bumdes Artomoro Desa Mentayan Tahun Anggaran 2024 Meriah

Gebyar Bagi Hasil Bumdes Artomoro Desa Mentayan Tahun Anggaran 2024 MeriahBENGKALIS - ASWINNEWS.COM – Pemerintah…

2 jam ago