Sosial Masyarakat

Perahu Penyeberangan Sungai Brantas Di Megaluh Jombang Tidak Beroperasi Akibat Banjir

Perahu Penyeberangan Sungai Brantas Di Megaluh Jombang Tidak Beroperasi Akibat Banjir

JOMBANG-ASWINNEWS.COM- Seluruh aktivitas perahu penyeberangan di Sungai Brantas, Desa Megaluh, Kecamatan Megaluh, Jombang, terhenti sementara pagi ini akibat banjir. Ketinggian air sungai yang sangat tinggi memaksa penghentian sementara operasional demi keselamatan para penumpang.

Koordinator penyeberangan perahu, Saifudin, menjelaskan, bahwa keputusan ini diambil sebagai langkah preventif untuk menghindari risiko kecelakaan. “Air sungai sangat tinggi sekali, jadi semua perahu penyeberangan libur sementara. Ini solusi satu-satunya hingga air sungai surut,” ujarnya saat diwawancarai oleh awak media Aswin News.com,biro Jombang,Rabu (22/01).

Beliau menambahkan bahwa operasional perahu diperkirakan akan kembali normal di atas pukul 10:00 WIB atau 12:00 WIB siang, tergantung kondisi cuaca.

“Kami harap masyarakat memahami kondisi ini dan tetap bersabar sampai situasi memungkinkan untuk beraktivitas kembali,” tegasnya.

Menurut pantauan, banjir ini disebabkan oleh hujan deras yang mengguyur wilayah Megaluh selama tiga hari terakhir, terutama setiap usai waktu sholat dzuhur. Debit air yang tinggi di Sungai Brantas membuat aktivitas penyeberangan menjadi terlalu berisiko.

Hasan, seorang aktivis muda, menyoroti pentingnya perhatian dari pemerintah provinsi, khususnya DPRD Jawa Timur, terhadap masalah ini.

“Ini seharusnya diperhatikan oleh Dewan Provinsi Jawa Timur, karena Sungai Brantas di Megaluh berada di bawah kewenangan Dinas Pengairan Jatim. Seharusnya mereka memikirkan solusi konkret dan segera bertindak. Jangan tidur dan jangan hanya berpura-pura merakyat,” tegasnya.

Hal ini juga mendapatkan perhatian dari Kolil, salah satu tokoh masyarakat Megaluh, yang meminta kepala desa dan BPD (Badan Permusyawaratan Desa) di sekitar Megaluh untuk membahas masalah ini secara serius.

“Jika tidak ada tindakan, kami akan buatkan surat ke DPRD Kabupaten Jombang agar diadakan sidak dan rapat bersama. Dalam rapat ini, Dewan Kabupaten, Kepala Desa, BPD, dan masyarakat harus dilibatkan. Kita bahas bersama-sama dan anggarkan dana agar ini diperhatikan, mulai dari tingkat kabupaten hingga pusat,” ujarnya dengan penuh harapan.

Kejadian ini menjadi perhatian serius, mengingat penyeberangan perahu di Megaluh merupakan jalur penting bagi warga setempat. Para pengguna jasa penyeberangan diimbau untuk mencari alternatif transportasi hingga situasi kembali normal. Kolaborasi antara masyarakat, pemerintah daerah, dan pusat diharapkan dapat memberikan solusi jangka panjang untuk permasalahan ini.

Mif,biro Jombang

Nuryaji

Recent Posts

Sinergi Pekerja Ojol Dengan Serikat Buruh Untuk Meningkatkan Kesejahteraan Yang Berkeadilan dan Manusiawi

Sinergi Pekerja Ojol Dengan Serikat Buruh Untuk Meningkatkan Kesejahteraan Yang Berkeadilan dan ManusiawiOleh : Jacob…

5 jam ago

Asmar Harap Tausiah UAS Jadi Obor Pencerahan Bagi Masyarakat Meranti

Asmar Harap Tausiah UAS Jadi Obor Pencerahan Bagi Masyarakat MerantiMERANTAI – ASWINNEWS.COM – Bupati Kepulauan…

5 jam ago

Pemdes Berancah Galang Goro Massal Dukung Program “BEDA SEKATAN” Kecamatan Bantan

Pemdes Berancah Galang Goro Massal Dukung Program “BEDA SEKATAN” Kecamatan BantanBENGKALIS - ASWINNEWS. COM –…

8 jam ago

SDN Kedungbogo Preserves Culture Through Reog Association

SDN Kedungbogo Preserves Culture Through Reog AssociationJOMBANG-ASWINNEWS.CIM- In the midst of the rapid flow of…

8 jam ago

SDN Kedungbogo Lestarikan Budaya Lewat Paguyuban Reog

SDN Kedungbogo Lestarikan Budaya Lewat Paguyuban ReogJOMBANG-ASWINNEWS.CIM- Di tengah derasnya arus globalisasi, upaya pelestarian budaya…

8 jam ago

Pelaksanaan PSU 8 Kabupaten/Kota,19 April,Berjalan Lancar

Pelaksanaan PSU 8 Kabupaten/Kota, 19 April, Berjalan LancarJakarta -aswinnews.com- Delapan kabupaten/kota yakni Kota Banjarbaru (Kalimantan…

11 jam ago