Serabi Kue Jajanan Tradisional Khas Yang Melegenda Di Indramayu
Serabi Kue Jajanan Tradisional Khas Yang Melegenda Di Indramayu
Indramayu-aswinnews.com- Kue serabi adalah jajanan tradisional Indonesia yang terbuat dari tepung beras dan santan kelapa atau kelapa parut. Kue ini memiliki tekstur empuk dan rasa yang gurih dan manis. Serabi bisa disajikan dengan berbagai topping, seperti gula, pisang, kacang tanah, nangka, meses, oncom, daging, sosis, atau es krim.
Kue jajanan tradisional khas Indonesia yang melegenda itu masih eksis dan mudah dijumpai serta didapatkan di beberapa pojok kota maupun kampung di wilayah Indramayu. Ciri khas yang paling enak biasanya yang pedagangnya ibu-ibu yang sudah tua, karena biasanya sudah sangat melegenda.
Serabi, srabi, atau surabi berasal dari bahasa Sansekerta, yang berarti “wangi” atau “harum”. Karena memang bau beras yang dipadu potongan atau dari daun pandan terutama pada jenis serabi hijau yang dimakan bersama kuah gula merah.
Serabi diperkirakan sudah dikenal sejak zaman Kerajaan Mataram. Panganan ini beberapa kali disebut dalam Serat Centhini, yang ditulis para pujangga keraton Surakarta selama 1814–1823 atas perintah Pakubuwana V, sebagai sesaji dalam prosesi ijab atau pernikahan, ruwahan, dan terutama kudapan. Pada tembang (pupuh) ke-155 bait 18, diceritakan bahwa serabi merupakan salah satu dari sekian banyak jenis jajanan yang dijajakan di halaman rumah pada saat pertunjukan wayang kulit di malam hari.
H.Sujaya ( Dewan Redaksi aswinnews.com ) menyampaikan hal tersebut,Kamis (21/11/2024).
Disebutkannya pula, bahwa sembilan macam serabi juga merupakan bagian dari aneka penganan yang perlu disiapkan sebagai sesajen dalam pertunjukan wayang dan ruwatan (Pupuh 157:7–8).
” Pakar kuliner, Bondan Winarno mengatakan, bahwa kemungkinan makanan ini mendapat pengaruh dari budaya kuliner India dan juga Belanda. Di Jawa Barat, serabi dikenal dengan nama surabi atau sorabi. Serabi yang terkenal di Indonesia adalah serabi bandung dan serabi Solo. Sementara di Indramayu serabi yang terkenal adalah serabi hijau dari Karangsinom Kandanghaur,” tambahnya.
Bahan dasar untuk membuat serabi adalah tepung beras, santan kelapa, dan garam,kata H.Sujaya melanjutkan keterangannya,bahwa variasi lainnya adalah serabi manis dengan gula, diberi aroma pandan atau vanila. Secara tradisional, di banyak tempat di Jawa dan Lampung, serabi dimasak dengan menggunakan periuk tanah liat kecil dan dipanggang di atas tungku arang atau kayu api. Sedangkan serabi modern, seperti di Solo dimasak dengan menggunakan wajan kecil.
Kue ini memiliki tekstur yang empuk dan rasanya manis. Serabi biasanya dijajakan di pagi hari dan sore hari serta dimasak menggunakan tungku sehingga menghasilkan rasa yang khas.
Kadang-kadang telur ayam yang telah dikocok ditambahkan ke atas adonan serabi yang sedang dimasak. Seiring dengan perkembangan zaman, banyak penjual yang terus berinovasi dengan menambahkan berbagai topping seperti sosis, keju, maupun mayones. Tempat yang menyajikan serabi dengan berbagai variasi rasa tersebar di kota-kota besar di Jawa Barat seperti Kota Bandung, dan Bogor serta Jakarta.