Hidupkan Jariyah Mbah Wahab,Gus Hasib : Keluarga Harus Warisi Perjuangannya
Hidupkan Jariyah Mbah Wahab, Gus Hasib: Keluarga Harus Warisi Perjuangannya
JOMBANG-aswinnews.com – Dr (HC) Drs KH Mohammad Hasib Wahab CHasbullah, pengasuh PP Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang,Minggu (20/10/24), menyempatkan hadir dalam acara halaqah ‘Revitalisasi Komite Hijaz’ di Rumah Gedhe almarhum Drs H Choirul Anam, Jogoroto, Jombang, dalam rangka haul 1 tahun kepergiannya.
Gus Hasib,sapaan akrab putra muassis (pendiri) Nahdlatul Ulama (NU) almaghfurlah KH Abdul Wahab, ikut senang jika keluarga almarhum Cak Anam begitu semangat untuk menghidupkan kembali tradisi pemikiran Islam ahlussunnah wal jamaah an-nahdiyah, dengan menggelar halawah rutin di rumah Cak Anam.
“Saya ikut bangga dan berterima kasih atas lahirnya gagasan tersebut. Saya yakin, keluarga Cak Anam mampu menghidupkan tradisi pemikiran Islam ahlussunnah waljamaah an-nahdliyah. Apalagi keluarga Surabaya, yang sekarang terus berjuang mengawal NU lewat Yayasan Taswirul Afkar,” tegas Gus Hasib.
Sebelumnya, dijelaskan oleh Mokhammad Kaiyis, bahwa, ada gagasan keluarga untuk ‘menghidupkan’ perjuangan Cak Anam — lewat halaqah rutin di Rumah Gedhe (Jombang) — yang biasa dipakai singgah mantan Ketua GP Ansor Jatim ini,saat berada di Kabupaten Jombang. Keluarga Surabaya pun sepakat memboyong perpustakaan pribadi Cak Anam ke Jombang, guna melengkapi gagasan tersebut.
“Hari ini kita mulai. Dengan segala keterbatasan,kami mengundang KH Abdul Mun’im DZ, untuk memotivasi keluarga, agar gagasan tersebut bermanfaat bagi khalayak.
“Alhamdulillah, Kiai Mun’im berkenan rawuh, selanjutnya kita juga butuh ‘provokasi’ dari beliau agar kajian ini berjalan efektif, bermanfaat untuk semua,” tegas Kaiyis yang dikenal sebagai Pemred Duta Masyarakat ini.
Menurut anggota Dewan Kehormatan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Jatim ini, halaqah rutin kali ini sengaja memilih tajuk ‘Revitalisasi Komite Hijaz. Mengapa? “Minimal kita bisa ‘kecipratan’ barokah semangat juang masayikh NU dalam mengembang perdamaian dunia. Komite Hijaz itu fakta, bahwa, para kiai NU begitu kuat keinginannya untuk menciptakan perdamaian dunia,” tegasnya.
Hadir dalam halaqah awal itu, selain Gus Hasib, Kiai Mun’im DZ, tampak pula Nyai Hj Hasib Wahab, Dr Hj Chumaidah dari STIT, UW Jombang, Hj Emi Syamilah Saadah,M.Pd (istri Cak Anam) dan seluruh keluarga. Juga hadir Dr Muhammad Mukhrojin, Ketua MUI Sukolilo Surabaya, KH Mahmudi Syafaat, Pengasuh PP Darus Sholihin, Palurejo, Sumbersewu Muncari Banyuwangi, serta sejumlah aktivis NU Jombang,seperti Mohammad Faizuddin, Hartono dan teman-teman Banser GP Ansor Jombang.
“Bismillah! Kita bangkit bersama,mengkaji pemikiran para muassis NU, terutama terkait hal-hal yang perlu mendapat perhatian bersama, seperti memaksimalkan peran Ma’had Aly yang berjumlah 46 di Indonesia. Juga ancaman dari dalam terkait ‘jebakan’ pemahaman Islam radikal.
“Maka tema hari ini ‘Revitalisasi Komite Hijaz’, sekaligus Membentengi Kota Santri (Jombang) dari Radikalisme atas Nama Agama,” tegas Drs H Abdul Kholiq, moderator acara.(*)